Menu

Mode Gelap
MRT Jakarta Tutup Sementara Stasiun Dukuh Atas dan Bundaran HI Dampak Unjuk Rasa Dukung Pengembangan SDM, BPSDMP Teken MoU dengan 9 Pemda Percikan Mutia: Menjadi Perekat, Bukan Pemecah Catatan Halimah Munawir: Belajar dari Iran, Berbenah untuk Indonesia Catatan Iwan Piliang: Silaturahmi, Doa, dan Harapan untuk Nusantara PNM Gandeng KPPPA Dorong Perempuan Mandiri dan Ciptakan Lingkungan Sehat bagi Anak di Bajawa

RAGAM

Percikan Mutia: Menjadi Perekat, Bukan Pemecah

badge-check


 Percikan Mutia: Menjadi Perekat, Bukan Pemecah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Dalam kehidupan ini, saya hanyalah seorang relawan biasa. Bukan seorang cuak, bukan penghasut, bukan penjilat, dan bukan pula tukang adu domba. Saya tidak berdiri di pihak kanan ataupun kiri. Saya berusaha berdiri sama rata, memandang setiap orang sebagai manusia yang memiliki nilai dan kesempatan yang sama untuk berbuat baik.

Bagi saya, siapa pun yang dapat membantu dalam upaya menolong masyarakat yang membutuhkan, akan saya terima tanpa memandang latar belakangnya. Tidak peduli suku, agama, kelompok, maupun status sosialnya. Apalagi jika sesama Muslim, tentu semangat persaudaraan menjadi hal yang harus dikedepankan.

Latar belakang kehidupan saya turut membentuk cara pandang tersebut. Pada masa konflik Aceh, rumah orang tua saya di kawasan Kampus ASMI Mon Geudong sering menjadi tempat berlindung bagi masyarakat yang mencari rasa aman. Kami memang bukan bagian dari kelompok tertentu dan tidak berada dalam ranah perjuangan bersenjata, tetapi bukan berarti keluarga kami tidak memiliki pengorbanan untuk Aceh.

Saya pernah bergabung dalam aksi menuntut referendum saat masih berstatus mahasiswa politeknik. Saya masih mengingat bagaimana tangan saya terluka akibat terinjak sepatu PDL. Saya juga pernah merasakan ketakutan saat moncong senjata laras panjang ditempelkan ke kening saya. Bahkan ayah saya pernah dibawa aparat tanpa surat perintah, tanpa sempat berganti pakaian, hanya mengenakan kain sarung.

Namun semua pengalaman itu tidak membuat saya memilih jalan kebencian.

Saya tidak ingin hidup memelihara dendam kepada siapa pun. Saya juga tidak pernah menganggap diri saya sebagai orang baik. Saya memiliki banyak kekurangan sebagaimana manusia lainnya. Yang saya inginkan hanyalah hidup dengan tenang, berusaha menjadi perekat bagi mereka yang renggang, menjadi jembatan bagi mereka yang terpisah.

Jika ada yang tidak ingin berdamai, itu adalah pilihan mereka. Tetapi jangan sampai saya yang disudutkan hanya karena memilih jalan persaudaraan dan kemanusiaan.

Saya tidak memiliki kepentingan apa pun. Tidak mencari jabatan, tidak mencari keuntungan, dan tidak mengejar popularitas. Satu-satunya kepentingan yang saya pegang adalah membantu masyarakat yang datang meminta pertolongan semampu yang saya bisa.

Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah seberapa keras kita membenci, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Halimah Munawir: Belajar dari Iran, Berbenah untuk Indonesia

12 Juni 2026 - 16:21 WIB

Catatan Iwan Piliang: Silaturahmi, Doa, dan Harapan untuk Nusantara

12 Juni 2026 - 16:05 WIB

PNM Gandeng KPPPA Dorong Perempuan Mandiri dan Ciptakan Lingkungan Sehat bagi Anak di Bajawa

12 Juni 2026 - 15:48 WIB

KPU dan Bawaslu Kunjungi DPW PSI Sulteng, Ini Yang Dibahas 

12 Juni 2026 - 14:59 WIB

BNN dan Kementerian PPPA Siapkan Kolaborasi HANI dan Hari Anak Nasional 2026

12 Juni 2026 - 08:44 WIB

Pelindo Regional 4 & Kejati Sulsel Perkuat Tata Kelola Perusahaan

12 Juni 2026 - 06:45 WIB

Percepat Pemeriksaan Petikemas, Bea Cukai, KSOP dan Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Nasional

12 Juni 2026 - 06:37 WIB

Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry

11 Juni 2026 - 20:34 WIB

Catatan Halimah Munawir: Tomat yang Bertahan dan Harapan di Tengah Rupiah yang Kepanasan

11 Juni 2026 - 17:39 WIB

MI YPI Al Hidayah Pondok Melati Catat Prestasi Gemilang, 100 Persen Lulus dan 80 Persen Diterima di SMP Negeri

11 Juni 2026 - 17:07 WIB

Trending di RAGAM