Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

NASIONAL

Perkuat Kemandirian Pangan, UPER Kembangkan Urban Farming Ramah Lingkungan

Avatar photobadge-check

JAKARTA, beritatrans.id – Kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi tekanan pangan akibat pertumbuhan penduduk, keterbatasan ruang hijau, dan ketergantungan tinggi pada pasokan luar kota. FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations) mencatat bahwa secara global terdapat 200 juta urban farmers yang memasok pangan bagi 700 juta orang, dan di Asia sekitar 50 persen rumah tangga urban memanfaatkan pertanian kota untuk menekan biaya hidup. Kondisi ini memperlihatkan bahwa urban farming berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan perkotaan.

Untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus menghadirkan teknologi energi bersih, Universitas Pertamina melalui Program Studi Teknik Elektro dan Manajemen mengembangkan konsep urban farming berkelanjutan berbasis energi surya dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pagifarm, salah satu komunitas pertanian kota di Bogor yang fokus pada produksi sayuran hidroponik.

Selama ini, Pagifarm menghadapi tantangan tingginya biaya listrik untuk pompa, aerasi, dan pencahayaan yang berjalan hampir sepanjang hari. Sistem urban farming berbasis energi terbarukan ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban operasional, tetapi juga menjadi rujukan bagi praktik pertanian kota yang efisien dan ramah lingkungan.

Urban farming sendiri merupakan praktik pertanian modern yang efisien, namun masih menghadapi tantangan tingginya konsumsi listrik. Kementerian Pertanian (2024) mencatat bahwa meski pertanian urban tumbuh 23 persen dalam lima tahun terakhir, sebagian besar masih mengandalkan listrik konvensional yang berbiaya tinggi.

“Meskipun mampu meningkatkan ketahanan pangan, pertanian urban masih dinilai boros secara ekonomis karena penggunaan energi yang besar. Hal inilah yang mendorong kami menghadirkan solusi berbasis energi surya agar pertanian modern menjadi lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Dr. Soni Prayogi, M.Si., Ketua Pelaksana PkM Urban Farming Universitas Pertamina.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Universitas Pertamina yang terdiri atas Dr. Soni Prayogi, M.Si., Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Elektro, serta Arif Murti R., Ph.D. dari Program Studi Manajemen, bersama mahasiswa lintas program studi, merancang dan memasang sistem PLTS berkapasitas 1.000 Wp pada instalasi hidroponik Pagifarm. Sistem yang terdiri dari empat panel surya 250 Wp, inverter hybrid, dan baterai penyimpanan energi ini memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan untuk operasional harian kebun hidroponik.

“Pemanfaatan PLTS menekan konsumsi listrik dari PLN hingga 70 persen, dengan penghematan biaya operasional sekitar Rp250.000–Rp300.000 per bulan. Sistem ini juga dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) untuk kendali otomatis dan pemantauan real-time melalui aplikasi Android,” tambah Dr. Soni.

Selain instalasi teknologi, Tim UPER juga memberikan modul pelatihan, SOP operasional, dan dashboard digital yang membantu Pagifarm mencatat produksi, memantau konsumsi energi, dan mengelola kebun secara lebih terstruktur. Teknologi energi surya dan otomatisasi ini terbukti meningkatkan produktivitas tanaman hingga 10–15 persen, dengan siklus panen lebih cepat serta pemeliharaan yang lebih efisien.

Untuk keberlanjutan program, Tim UPER merencanakan peningkatan kapasitas PLTS menjadi 1.500–2.000 Wp, termasuk penambahan sistem pencahayaan pembibitan dan sensor kelembapan tanah guna meningkatkan presisi monitoring. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat efisiensi energi sekaligus meningkatkan produksi pangan di skala komunitas.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., mengapresiasi inovasi tersebut sebagai wujud nyata kontribusi kampus dalam menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan bagi masyarakat.

“Inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa ini mencerminkan nilai Universitas Pertamina sebagai kampus berbasis teknologi dan bisnis energi. Melalui kolaborasi lintas disiplin, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya mempermudah aktivitas masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan. Program ini sejalan dengan peminatan di Teknik Elektro seperti Automation and IoT serta Electrical Sustainable Energy,” tutup Prof. Wawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

Trending di ANJUNGAN