Menu

Mode Gelap
Pertemuan Penyair Nusantara XIV (PPN XIV) Aceh 2026: Puisi untuk Kemanusiaan AirNav Pimpin Forum Strategis ICAO Asia Pasifik, Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Penerbangan Regional Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang Pertamax Naik, Penjualan BEV Stagnan: 3 Alasan Hybrid Justru Masih Juara  Proyeksi 9 Rombel Sekolah Rakyat Bekasi: Solusi Cepat atau Tambal Sulam Pendidikan?  Jelang Liburan Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Perawatan Jalan Tol

SUMBER DAYA

Proyeksi 9 Rombel Sekolah Rakyat Bekasi: Solusi Cepat atau Tambal Sulam Pendidikan? 

badge-check


 Proyeksi 9 Rombel Sekolah Rakyat Bekasi: Solusi Cepat atau Tambal Sulam Pendidikan?  Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi siap menerima siswa akhir Juni 2026 untuk tahun ajaran 2026/2027. Gedung di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, akan menampung 9 ruang belajar atau 3 rombongan belajar (rombel) tiap jenjang, mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap kelas diisi 30 peserta didik, total kuota 270 siswa.

“Insya Allah kegiatan belajar mengajar akan dimulai akhir Juni ini, jumlah siswa sesuai kuota yang telah ditetapkan,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Rabu 10 Juni 2026, dikutip Antara, pada Minggu (14/6/2026).

Pembangunan fisik rampung dan masuk tahap finishing. Lahan 5,4 hektare milik pemerintah daerah dihibahkan ke Kemensos sebagai operator.

Fasilitasnya lengkap: asrama putra-putri, ruang serbaguna, ruang makan, ruang ibadah, lapangan mini soccer, basket, dan lapangan upacara.

Kontrak kerja dimulai 2 Desember 2025 dan berakhir 29 Juli 2026. Dua pekan lalu Kantor Staf Presiden (KSP) sudah meninjau progres.

Selain siswa baru, 44 anak asal Kabupaten Bekasi yang sebelumnya dititipkan di Sekolah Rakyat (SR) rintisan Kota Bekasi akan dipindah ke sini.

Sasaran utama program Kementerian Sosial (Kemensos) ini adalah anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data terpadu yang diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Alamsyah menyebut untuk jenjang SD masih kurang 65 calon siswa dari data lapangan.

Meski demikian, Pengamat pendidikan dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Indra Charismiadji, memberi catatan pada Jumat, 13 Juni 2026, dalam diskusi daring yang digelar Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Barat.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjawab kebutuhan anak putus sekolah akibat ekonomi, tapi risiko besarnya ada pada kualitas pembelajaran jangka panjang.

Data BPS 2024 menunjukkan angka putus sekolah jenjang SMP-SMA di Jawa Barat masih 1,18%. Di Kabupaten Bekasi, Dinas Pendidikan mencatat rasio guru-murid jenjang SMA negeri 1:22, di atas standar ideal 1:15 untuk sekolah berasrama.

Sekolah Rakyat rencananya menyediakan asrama dan wali asrama, model _boarding school_ atau sekolah berasrama penuh. Pengalaman Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berasrama di beberapa daerah menunjukkan, biaya operasional per siswa bisa naik 2-3 kali lipat sekolah reguler, karena makan, listrik, dan pengawasan 24 jam.

Indra menyoroti dua titik kritis. Pertama, rekrutmen guru. Sekolah Rakyat belum mempublikasikan skema pengangkatan, sertifikasi, dan tunjangan guru. Tanpa guru tetap yang bersertifikat pendidik, kurikulum merdeka akan sulit berjalan.

Kedua, transisi lulusan. Lulusan Sekolah Rakyat akan bersaing dengan lulusan SMA reguler dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Jika jam belajar efektif, laboratorium, dan bimbingan karier tidak dipenuhi, label “sekolah unggul” hanya jadi jargon.

Semenetara itu, Kemensos menargetkan Sekolah Rakyat memotong rantai kemiskinan antargenerasi. Itu logis: anak miskin ekstrem butuh tempat tinggal, makan, dan akses belajar gratis.

Tapi skala masalah jauh lebih besar. BPS 2024 mencatat 24,1 juta penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, dan 1,9 juta anak usia 7-18 tahun tidak bersekolah karena alasan ekonomi.

Dengan 270 siswa per kabupaten, kontribusi Sekolah Rakyat Bekasi terhadap 1,9 juta anak itu hanya 0,014%. Artinya program ini tepat sebagai _pilot project_ atau proyek percontohan, bukan solusi massal.

Jika 9 rombel pertama tidak diukur dengan indikator jelas – tingkat kelulusan, skor asesmen nasional, dan angka lanjut kuliah/kerja – maka Rp miliaran yang dibelanjakan untuk gedung dan asrama berisiko menjadi monumen tanpa dampak.

Alamsyah berharap Sekolah Rakyat mencetak generasi berdaya saing. Harapan itu hanya akan tercapai bila Pemkab Bekasi, Kemensos, dan Dinas Pendidikan menyamakan peta jalan: guru profesional, kurikulum terukur, serta sistem _tracking_ lulusan 5 tahun ke depan.

Tanpa itu, “sekolah rakyat” bisa berubah jadi “asrama mahal” yang berdiri megah, tapi gagal mengangkat muridnya keluar dari kemiskinan.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

18 Juni 2026 - 09:04 WIB

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

17 Juni 2026 - 22:20 WIB

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 22:15 WIB

Trafik Penumpang Melesat 10,2%, Pelindo Regional 4 Cetak Kinerja Positif

16 Juni 2026 - 17:06 WIB

DAMRI Apresiasi Pelanggan yang Merencanakan Perjalanan Lebih Awal melalui Promo Early Book

15 Juni 2026 - 22:36 WIB

Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs Sepanjang Januari-Mei 2026

15 Juni 2026 - 22:23 WIB

Dari Limbah Menjadi Manfaat: IPCC Kolaborasi dengan Rappo Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular

15 Juni 2026 - 22:16 WIB

Disdik Kota Langsa Tetapkan Juara O2SN SMP 2026, 10 Siswa Siap Msju Ke Tingkat Provinsi

15 Juni 2026 - 20:40 WIB

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

13 Juni 2026 - 19:53 WIB

PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama

13 Juni 2026 - 19:29 WIB

Trending di RAGAM