Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERISTIWA

Ratusan Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

badge-check


 Ratusan Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis Perbesar

Wartatrans.com, KUDUS — Dugaan keracunan massal kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah. Kali ini, ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Rabu, 28 Januari 2026. Insiden ini menambah daftar kasus serupa yang sebelumnya terjadi di Semarang, Magelang, dan Grobogan dalam sebulan terakhir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan sebagian siswa sebenarnya telah merasakan gejala sakit sejak Rabu malam. Namun, mereka tetap memaksakan diri berangkat ke sekolah keesokan harinya. “Banyak yang sudah pusing dan diare di rumah, tetapi tetap berangkat. Kondisi mereka kemudian drop di sekolah. Bahkan ada dua siswa yang sempat tidak sadarkan diri,” kata Mustiko, Kamis, 29 Januari 2026.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa berupa nasi putih, tempe, ayam, cambah, dan kuah soto. Sejumlah siswa mengeluhkan ayam dalam soto berbau tidak sedap. Beberapa jam setelah makan, mereka mengalami diare hebat, mual, muntah, hingga sesak napas.

“Saya bolak-balik ke kamar mandi sampai enam kali sejak sekitar pukul 22.00 WIB. Ayamnya menurut saya agak bau,” ujar seorang siswi kelas XII yang enggan disebutkan namanya.

Pihak sekolah bergerak cepat dengan mengevakuasi siswa ke rumah sakit. Hingga pukul 12.00 WIB, lebih dari 200 siswa telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Kudus, RS Sarkies, RS Kumala Siwi, dan RS Aisyiyah. Sebagian siswa lainnya masih menjalani pemeriksaan di Unit Kesehatan Sekolah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga telah melakukan investigasi awal terhadap penyedia katering atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak SMA Negeri 2 Kudus belum memberikan pernyataan resmi.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjenguk para korban di rumah sakit dan menyatakan pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG. Ia mengizinkan siswa yang masih sakit untuk tidak masuk sekolah hingga pulih. “Semua biaya pengobatan ditanggung Pemkab melalui BPJS. Bagi yang belum terdaftar, akan langsung diproses,” kata Sam’ani.***

— Slamet Widodo

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA