Wartatrans.com, TAKENGON — Hujan deras yang mengguyur Kota Takengon tidak menyurutkan langkah para relawan Posko Rakyat dalam menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang dan longsor di wilayah Gayo, Aceh Tengah. Meski minim perlengkapan, para relawan tetap bertahan di lapangan.
“Kami tidak memiliki mantel atau perlengkapan baju hujan di posko. Saat hujan turun deras, kami berinisiatif menghindari guyuran air sebisanya,” ujar salah seorang relawan, Selasa. Kondisi dingin yang mereka rasakan dianggap sebagai bagian dari pengorbanan dalam perjuangan kemanusiaan. “Kedinginan ini kami anggap sebagai rahmat dalam memperjuangkan makna dan kemajuan bagi mereka di sana,” tambahnya.


Posko Rakyat yang berlokasi di Gedung Pendari Aceh Tengah, Jalan Yos Sudarso, hingga kini masih terbuka untuk umum. Bantuan logistik maupun donasi dari masyarakat terus diterima dan ditampung tanpa membedakan latar belakang pemberi bantuan.
“Kami terbuka untuk siapa pun. Tamu atau donasi yang masuk akan kami salurkan sepenuhnya untuk rakyat,” kata relawan posko.
Pada hari yang sama, Posko Rakyat menerima kedatangan Tim GEPREKINAJA dari luar daerah yang membawa bantuan kemanusiaan. Kehadiran tim tersebut disambut secara sederhana, dengan semangat kebersamaan untuk membantu para korban bencana di Aceh Tengah.
Selain membawa bantuan logistik, Tim GEPREKINAJA juga berencana menggelar kegiatan hiburan sebagai bentuk trauma healing bagi anak-anak dan orang tua di lokasi terdampak longsor. Rencananya, tim akan mengunjungi Desa Kenawat dan Toweren. Jika waktu memungkinkan, kegiatan akan dilanjutkan ke Kecamatan Ketol.
Relawan mengajak masyarakat yang masih memiliki kemampuan untuk membantu, baik dalam bentuk logistik maupun donasi, agar dapat bergabung dan menyalurkannya melalui Posko Rakyat demi meringankan beban para korban bencana.*** (Jasa)




























