Menu ✖

Mode Gelap
Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT Hamdi Afkar Hadirkan Keindahan Alam Aceh dalam Kanvas di Pameran Internasional USK Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya

EKOBIS

Ritel Asing Makin Bertambah, Rantai Pasok Lokal Diuji

badge-check


 Ritel asal Filipina (ist) Perbesar

Ritel asal Filipina (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Bertambahnya jaringan ritel asing di Indonesia menempatkan pemerintah pada dilema: menjaga daya tarik investasi sekaligus memastikan ekspansi ritel modern tidak mempersempit ruang usaha lokal.

O!Save asal Filipina, FamilyMart dan Lawson dari Jepang, serta Circle K dari Amerika Serikat, ikut meramaikan pasar convenience store dan minimarket dengan format berbeda, mulai dari hard-discount hingga makanan dan minuman siap konsumsi.

Meski begitu, secara skala jaringan, pemain asing masih jauh di bawah raksasa domestik.

Data kuartal I-2026 mencatat Indomaret memiliki 24.072 gerai dan Alfamart 21.287 gerai. Alfamidi menyusul 2.546 gerai, sedangkan Circle K, Lawson dan Foodmart Mini masing-masing masih kurang dari 1.000 gerai.

Persaingan karena itu tidak semata ditentukan jumlah gerai.

FamilyMart mengandalkan makanan dan minuman siap konsumsi, Lawson menonjolkan produk ready-to-eat seperti odeng dan bento, Circle K mempertahankan karakter convenience store, sedangkan O!Save mengusung hard-discount dengan harga sebagai daya tarik utama.

Tekanan tersebut datang ketika margin industri ritel sendiri semakin tipis. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan di Jakarta, Kamis (6/8/2026), kenaikan biaya dan pelemahan nilai tukar rupiah membuat peritel harus mengandalkan diskon untuk menjaga daya beli.

“Jadi itu kami alami juga. Omzet naik, tapi memang ada penurunan profit. Itu memang strategi untuk menaikkan penjualan dengan menekan profit. Dengan diskon otomatis profit kami berkurang,” ujar Budihardjo.

Menurut Hippindo, efisiensi internal perlu diimbangi kebijakan pemerintah yang dapat menekan biaya operasional.

Kehadiran pemain dengan model hard-discount seperti O!Save membuat persaingan harga menjadi semakin relevan ketika margin peritel sudah tertekan.

Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah tidak ingin ritel modern, koperasi dan warung kelontong dipertentangkan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7/2026), Maman mengatakan, “Ritel modern, koperasi dan warung harus saling mendukung.”

Maman juga menegaskan pemerintah tidak memberlakukan moratorium nasional ritel modern. Penambahan gerai perlu mempertimbangkan kebutuhan daerah serta kemampuan menyerap produk UMKM.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan akses pembiayaan masih menjadi salah satu hambatan utama UMKM.

Ukuran keberhasilan kebijakan tidak cukup dari investasi asing atau jumlah gerai.

Lebih penting adalah seberapa banyak pelaku usaha lokal masuk rantai pasok, nilai transaksi yang mengalir kepada pemasok domestik, dan apakah pertumbuhan ritel memperkuat kapasitas usaha lokal. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi

8 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya

8 Oktober 2026 - 18:17 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir

8 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026 Terkait Ojol

8 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Via wondr, BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private

8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar

8 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Trending di ANJUNGAN