Menu

Mode Gelap
KAI Group Perkuat Ekosistem Transportasi, 307,86 Juta Pelanggan Dilayani hingga Juli Ketepatan Waktu Whoosh Capai 99,4 Persen, KCIC Klaim Layanan Makin Andal Merah Putih Berkibar di Kereta Api, KAI Daop 1 Jakarta Hadirkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Bandara Husein Sastranegara Bersiap Penuh Layani Pesawat Boeing 737-800 “Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada” Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

EKOBIS

Ritel Asing Makin Bertambah, Rantai Pasok Lokal Diuji

badge-check


 Ritel asal Filipina (ist) Perbesar

Ritel asal Filipina (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Bertambahnya jaringan ritel asing di Indonesia menempatkan pemerintah pada dilema: menjaga daya tarik investasi sekaligus memastikan ekspansi ritel modern tidak mempersempit ruang usaha lokal.

O!Save asal Filipina, FamilyMart dan Lawson dari Jepang, serta Circle K dari Amerika Serikat, ikut meramaikan pasar convenience store dan minimarket dengan format berbeda, mulai dari hard-discount hingga makanan dan minuman siap konsumsi.

Meski begitu, secara skala jaringan, pemain asing masih jauh di bawah raksasa domestik.

Data kuartal I-2026 mencatat Indomaret memiliki 24.072 gerai dan Alfamart 21.287 gerai. Alfamidi menyusul 2.546 gerai, sedangkan Circle K, Lawson dan Foodmart Mini masing-masing masih kurang dari 1.000 gerai.

Persaingan karena itu tidak semata ditentukan jumlah gerai.

FamilyMart mengandalkan makanan dan minuman siap konsumsi, Lawson menonjolkan produk ready-to-eat seperti odeng dan bento, Circle K mempertahankan karakter convenience store, sedangkan O!Save mengusung hard-discount dengan harga sebagai daya tarik utama.

Tekanan tersebut datang ketika margin industri ritel sendiri semakin tipis. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan di Jakarta, Kamis (6/8/2026), kenaikan biaya dan pelemahan nilai tukar rupiah membuat peritel harus mengandalkan diskon untuk menjaga daya beli.

“Jadi itu kami alami juga. Omzet naik, tapi memang ada penurunan profit. Itu memang strategi untuk menaikkan penjualan dengan menekan profit. Dengan diskon otomatis profit kami berkurang,” ujar Budihardjo.

Menurut Hippindo, efisiensi internal perlu diimbangi kebijakan pemerintah yang dapat menekan biaya operasional.

Kehadiran pemain dengan model hard-discount seperti O!Save membuat persaingan harga menjadi semakin relevan ketika margin peritel sudah tertekan.

Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah tidak ingin ritel modern, koperasi dan warung kelontong dipertentangkan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7/2026), Maman mengatakan, “Ritel modern, koperasi dan warung harus saling mendukung.”

Maman juga menegaskan pemerintah tidak memberlakukan moratorium nasional ritel modern. Penambahan gerai perlu mempertimbangkan kebutuhan daerah serta kemampuan menyerap produk UMKM.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan akses pembiayaan masih menjadi salah satu hambatan utama UMKM.

Ukuran keberhasilan kebijakan tidak cukup dari investasi asing atau jumlah gerai.

Lebih penting adalah seberapa banyak pelaku usaha lokal masuk rantai pasok, nilai transaksi yang mengalir kepada pemasok domestik, dan apakah pertumbuhan ritel memperkuat kapasitas usaha lokal. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

13 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi Korban KMP Putri Yasmin

13 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Demi Perkuat Logistik Lintas Batas, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam–Johor

13 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Wamenhub Suntana Dukung Merdeka Emisi Pelindo untuk Dorong Pelabuhan Lebih Hijau

13 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Kinerja Gemilang, Tiga Terminal Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Raih Rekor Throughput Tertinggi

13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Manfaatkan AI, INACA dan KIU Sosialisasi Solusi Mudah Penanganan Penumpang

13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

HUT ke-81 RI, Pelita Air Tawarkan Diskon Harga Tiket hingga 45%

13 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Wakaf Saham Istiqlal Hadapi Tantangan Regulasi

13 Agustus 2026 - 05:21 WIB

ASDP Dukung Evakuasi dan Penanganan Penumpang KMP Putri Yasmin yang Terbakar

12 Agustus 2026 - 18:52 WIB

InJourney dan Garuda Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisman ke Destinasi Indonesia

12 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di EKOBIS