Menu ✖

Mode Gelap
Menhub Dudy Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Integritas dan Keselamatan Chandra: Pemkota Depok Terus Berkomitmen Wujudkan Depok Kota Inklusif DPRD Kota Semarang dan MP3 Menyoroti Pengosongan Gedung Pandanaran Barang Tertinggal di Kereta Api? Ini Cara Melapor dan Mengambilnya Lewat Layanan KAI Resmikan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Sudaryono Tegaskan Perang terhadap Calo dan Pungli Program MBG KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

SOSOK

SBY Ingatkan Politisi Harus Bersikap Negarawan

badge-check


 SBY Ingatkan Politisi Harus Bersikap Negarawan Perbesar

Wartatrans.com, JABAR — Presiden ke 6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan orasi ilmiah di FISIP Universitas Padjajaran (Unpad) Sumedang Jawa Barat, Rabu (14/11/2026).

Di sini, SBY mengingatkan politisi harus bersikap negarawan dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Yaitu dengan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik.

“Mari bersama – sama bangsa ini, di samping melihat kepentingan jangka pendek juga melihat apa yang hendak kita raih pada jangka yang lebih panjang lagi,” kata SBY.

SBY menilai sah pola pikir para politisi yang memikirkan bagaimana cara terpilih kembali di pemilu berikutnya.

“Politisi biasanya yang dipikirkan pemilu berikutnya lagi. Kalau Gubernur, Wali Kota, Bupati, Presiden dan Wakil Presiden ingin menjabat kembali, itu sah. Anggota DPR, DPRD, DPD berharap terpilih kembali, itu tidak salah. Inilah politisi,” ujarnya.

Toh demikian, SBY menekankan pentingnya sikap negarawan yang memprioritaskan negara di atas partai politiknya.

“Seorang negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan. Semua bisa menjadi negarawan kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negaranya. Country over party (negara di atas partai politik). Jangan dibalik. Jangan partai politik yang diutamakan. Negaranya belakangan, wrong,” ujar SBY.

SBY juga membahas pemimpin yang tak kenal sejarah. Menurutnya, pemimpin semacam itu cenderung mengulangi kesalahan masa lalu.

“Pemimpin yang tidak mengenal sejarah tends to repeat the mistake of history, sehingga siapapun, pemimpin manapun wajib memahami sejarah,” ujar dia.

Resume orasi SBY adalah Indonesia harus mampu menjalani transformasi besar untuk mewujudkan cita – cita menjadi negara maju. Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud jika bangsa ini gagal melakukan perubahan mendasar. Dalam hal ini butuh peran politisi sebagai negarawan.*** (Slamet Widodo)

Baca Lainnya

Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan

11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya

8 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Sambut Wamen Baru, Menteri Trenggono Tekankan Akselerasi 6 Program Prioritas

2 Oktober 2026 - 08:35 WIB

SBY Terkesan dengan Giat Guruh Sukarno Putra Semasa Hidup

27 September 2026 - 05:19 WIB

Guruh Sukarnoputra Berpulang, Keluarga Besar Soekarno Mohon Doa

26 September 2026 - 07:22 WIB

Menhub Dudy Lantik Ahmad jadi Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

25 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Insan KAI Services Raih Penghargaan di KAI Service Champion 2026

25 September 2026 - 08:39 WIB

Dr. Sulaiman Juned Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Tokoh Pers dan Budayawan Aceh H. Sjamsul Kahar

24 September 2026 - 09:01 WIB

Dirut KAI Services Bekali Mahasiswa UNY soal Kepemimpinan dan Kesiapan Masuk Dunia Kerja

16 September 2026 - 16:00 WIB

Suahasil Dilantik Presiden Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan

14 September 2026 - 16:32 WIB

Trending di NASIONAL