Wartatrans.com, JABAR — Presiden ke 6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan orasi ilmiah di FISIP Universitas Padjajaran (Unpad) Sumedang Jawa Barat, Rabu (14/11/2026).
Di sini, SBY mengingatkan politisi harus bersikap negarawan dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Yaitu dengan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik.
“Mari bersama – sama bangsa ini, di samping melihat kepentingan jangka pendek juga melihat apa yang hendak kita raih pada jangka yang lebih panjang lagi,” kata SBY.
SBY menilai sah pola pikir para politisi yang memikirkan bagaimana cara terpilih kembali di pemilu berikutnya.
“Politisi biasanya yang dipikirkan pemilu berikutnya lagi. Kalau Gubernur, Wali Kota, Bupati, Presiden dan Wakil Presiden ingin menjabat kembali, itu sah. Anggota DPR, DPRD, DPD berharap terpilih kembali, itu tidak salah. Inilah politisi,” ujarnya.
Toh demikian, SBY menekankan pentingnya sikap negarawan yang memprioritaskan negara di atas partai politiknya.
“Seorang negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan. Semua bisa menjadi negarawan kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negaranya. Country over party (negara di atas partai politik). Jangan dibalik. Jangan partai politik yang diutamakan. Negaranya belakangan, wrong,” ujar SBY.
SBY juga membahas pemimpin yang tak kenal sejarah. Menurutnya, pemimpin semacam itu cenderung mengulangi kesalahan masa lalu.
“Pemimpin yang tidak mengenal sejarah tends to repeat the mistake of history, sehingga siapapun, pemimpin manapun wajib memahami sejarah,” ujar dia.
Resume orasi SBY adalah Indonesia harus mampu menjalani transformasi besar untuk mewujudkan cita – cita menjadi negara maju. Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud jika bangsa ini gagal melakukan perubahan mendasar. Dalam hal ini butuh peran politisi sebagai negarawan.*** (Slamet Widodo)


























