Menu

Mode Gelap
Tanoh Gayo Buktikan Diri sebagai Lumbung Sastra pada PPN XIV Aceh 2026 Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas

NASIONAL

Stok Ikan Nasional Aman, KKP Pastikan Harga Tetap Stabil Selama Ramadan

badge-check


 Stok Ikan Nasional Aman, KKP Pastikan Harga Tetap Stabil Selama Ramadan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin stok ikan selama Ramadan 2026 tetap aman dengan harga stabil. Hal tersebut didukung oleh produksi perikanan budi daya dan tangkap serta penguatan pengawasan mutu di berbagai daerah.

Direktur Jendral Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menyebutkan stok ikan dari sektor perikanan budi daya dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan Ramadan tahun ini. Rata-rata produksi komoditas perikanan budi daya, seperti ikan kerapu, kakap, bandeng, lobster, dan beberapa ikan-ikan air tawar menunjukkan tren peningkatan.

“Kalau kami lihat dari data ketersediaan hasil budi daya di tahun ini sangat optimis. Kami bisa pastikan kebutuhan ikan dari sektor budi daya selama bulan puasa sampai lebaran bisa terpenuhi dengan baik,” paparnya dalam konferensi pers di Media Center KKP, Jakarta, Kamis (19/2).

Untuk sektor perikanan tangkap, jumlah produksi dari Januari-Maret 2026 mencapai sekitar 1,73 juta ton. Angka tersebut diproyeksikan akan meningkat jelang hari raya Idul Fitri seiring kembalinya kapal-kapal penangkap ikan.

Direktur Kepelabuhanan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap, Ady Candra, menuturkan bahwa pihaknya tetap siaga dengan melakukan pembantuan ekstensif melalui pusat informasi pelabuhan guna memastikan stok ikan terjaga dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Adapun, harga ikan secara umum relatif stabil di berbagai daerah. Kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu seperti ikan cakalang, sementara sebagian besar jenis ikan lainnya masih berada pada kisaran harga normal.

“Kami sudah mengecek harga-harga di daerah yang konsumsinya tinggi. Dari kami yang jelas posisi harga di 8 kota besar di Indonesia relatif stabil, bahkan beberapa komoditas cenderung turun,” sambung Plt. Direktur Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Machmud.

Selain itu, Badan Mutu KKP juga melakukan pengawasan untuk memastikan kualitas dan keamanan ikan selama Ramadan tetap terjaga. Pengawasan mutu dilaksanakan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Pemerintah Daerah, UPTD Pasar, Balai POM, Dinas Keamanan Pangan, dan Eselon 1 KKP lainnya. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa ikan yang beredar telah memenuhi standar dan aman dikonsumsi masyarakat.

“Mutu pangan bukan hanya soal kualitas produk. Ini adalah soal perlindungan kesehatan masyarakat, stabilitas sosial, dan kepercayaan terhadap produk perikanan nasional. Badan Mutu akan terus memperkuat sistem pengawasan berbasis risiko dan peningkatan kapasitas laboratorium agar standar nasional semakin kokoh dan sejalan dengan standar internasional,” ujar Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, pada acara serupa.

Pada sisi lain, KKP turut memperketat pengawasan langsung di laut lewat operasi pengawasan distribusi dan pemasaran komoditas perikanan, operasi pengawasan penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya produk perikanan, serta operasi ketupat Ramadan.

“Kapal pengawas dan pusat kendali selalu siaga memastikan laut tidak pernah berhenti kami jaga. Kami awasi 1 x 24 jam agar tidak ada illegal fishing atau pelanggaran perikanan di laut. Menuju lebaran banyak kapal kembali ke pelabuhan, kami ingin memastikan kapal pengawas kami siap ketika diperlukan untuk melakukan fungsi pertolongan dan pencarian,” tambah Plt. Sekretaris Direktur Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Saiful Umam.

Dengan penguatan pengawasan hulu–hilir ini, pihaknya memastikan bahwa produk perikanan yang dikonsumsi masyarakat selama Ramadhan 2026 terjamin mutu dan keamanannya, sekaligus memperkuat daya saing dan reputasi perikanan Indonesia di tingkat nasional maupun global.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gandeng Kejari Jakarta Utara, Tingkatkan Pendampingan Hukum dan Kelancaran Operasional

18 Juni 2026 - 22:53 WIB

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan

18 Juni 2026 - 22:20 WIB

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

18 Juni 2026 - 09:04 WIB

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

17 Juni 2026 - 22:20 WIB

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 22:15 WIB

Trafik Penumpang Melesat 10,2%, Pelindo Regional 4 Cetak Kinerja Positif

16 Juni 2026 - 17:06 WIB

DAMRI Apresiasi Pelanggan yang Merencanakan Perjalanan Lebih Awal melalui Promo Early Book

15 Juni 2026 - 22:36 WIB

Dari Limbah Menjadi Manfaat: IPCC Kolaborasi dengan Rappo Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular

15 Juni 2026 - 22:16 WIB

FIFGROUP Ajak Karyawan Trekking, Kumpulkan 240 Kg Sampah dan Resmikan 4 Toilet Umum

13 Juni 2026 - 18:32 WIB

Pelindo Regional 4 & Kejati Sulsel Perkuat Tata Kelola Perusahaan

12 Juni 2026 - 06:45 WIB

Trending di ANJUNGAN