Menu

Mode Gelap
Ketua ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta untuk Pemekaran Provinsi di Aceh ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta, Satukan Dukungan Pemekaran untuk Pemerataan Pembangunan KAI Services Perkuat Kompetensi Frontliner untuk Jaga Kualitas Pelayanan 2 Isu Mengemuka Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Apa Saja? KAI Commuter Kembali Operasikan KRL CLI 225 di Lintas Bogor HUT ke-81, KAI Dorong Transformasi Transportasi Berkelanjutan

EKOBIS

Survei Deloitte: 42% Konsumen Indonesia Minati Mobil Listrik, Penjualannya Malah Jalan di Tempat

badge-check


 Survei Deloitte: 42% Konsumen Indonesia Minati Mobil Listrik, Penjualannya Malah Jalan di Tempat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Minat masyarakat terhadap mobil listrik terus meningkat. Namun, tingginya ketertarikan tersebut belum sepenuhnya berubah menjadi keputusan pembelian. Dalam laporan yang dirilis pada Juli 2026, Deloitte, perusahaan jasa profesional dan konsultansi global anggota kelompok Big Four, menyebut sebanyak 42 persen konsumen di Indonesia mempertimbangkan membeli mobil listrik atau mobil hibrida sebagai kendaraan berikutnya. Survei tersebut juga mencatat penurunan minat terhadap mobil berbahan bakar bensin di Indonesia menjadi yang paling tajam di Asia Tenggara.

Respons pasar di dalam negeri mulai mengikuti tren tersebut. Pangsa penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mencapai sekitar 15 persen dari total penjualan mobil baru pada 2025. Angka itu masih berada di bawah Vietnam, Singapura, dan Thailand, tetapi telah melampaui Malaysia. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa insentif, kesiapan infrastruktur, serta ketersediaan produk masih menjadi faktor utama yang memengaruhi percepatan adopsi mobil listrik di setiap negara.

Di sisi lain, hingga akhir 2025 populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 342.118 unit. Angka tersebut mencakup mobil, sepeda motor, bus, dan jenis kendaraan listrik lainnya, mencerminkan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi.

Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem mobil listrik melalui insentif fiskal, kemudahan investasi, serta pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Didukung cadangan nikel yang melimpah dan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, Indonesia juga menjadi tujuan investasi berbagai produsen global, seperti Hyundai, BYD, VinFast, Chery, Geely, dan Aion.

Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan wholesales BEV sepanjang 2024 mencapai 43.188 unit, naik dari 17.051 unit pada 2023. Meski tumbuh lebih dari dua kali lipat, penjualan tersebut masih jauh di bawah mobil berbahan bakar bensin yang tetap mendominasi pasar otomotif nasional.

Survei Deloitte juga menunjukkan biaya operasional yang lebih rendah menjadi alasan utama konsumen mempertimbangkan mobil listrik. Meski demikian, kekhawatiran terhadap jarak tempuh, umur baterai, nilai jual kembali, serta ketersediaan SPKLU masih menjadi hambatan utama sebelum masyarakat memutuskan membeli.

Sebelumnya, Minggu (3/5/2026), Wakil Ketua Umum GAIKINDO Kukuh Kumara menilai tantangan industri kini bergeser dari persoalan harga menuju kesiapan ekosistem dan layanan purnajual. Senada dengan itu, Rabu (22/4/2026), Dr. Ir. Agus Purwadi, M.T., pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan Indonesia berpeluang menjadi pemain utama industri mobil listrik berkat cadangan nikel, pasar domestik, dan investasi yang terus meningkat. Menurut Agus, penguatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), transfer teknologi, dan kapasitas manufaktur menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi dan ekspor mobil listrik di Asia Tenggara.***

(Artha Tidar)

Baca Lainnya

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata di Pulau Kapota

23 September 2026 - 18:10 WIB

Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 17:32 WIB

Lebih dari 170.000 Warga Rasakan Manfaat Kontribusi Publik FIFGROUP

23 September 2026 - 15:20 WIB

Bazar Murah HUT ke-81 TNI Hadirkan Kebutuhan Pokok Terjangkau di Pasar Thumburuni

23 September 2026 - 08:29 WIB

KSOP Utama Tanjung Perak Pastikan Kesiapan E-RTG Baru di Terminal Petikemas Nilam

22 September 2026 - 22:33 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL

22 September 2026 - 18:16 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 16:41 WIB

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Trending di EKOBIS