Menu

Mode Gelap
Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

NASIONAL

Wamenhaj: Puasa Tumbuhkan Sifat Kedermawanan

badge-check


 Wamenhaj di Undop, Semarang Perbesar

Wamenhaj di Undop, Semarang

Wartatrans.com, SEMARANG – Ibadah puasa menjadi momentum ibadah vertikal kepada Sang Khaliq.

Ibadah puasa tak sekadar menahan lapar dan haus. Tetapi ibadah yang menumbuhkan dan menggugah sifat kedermawanan.

Umat Islam menjalankan ibadah puasa, kemudian menumbuhkan kesalehan sosial.

“Puasa Ramadhan ini ada dimensi kesalehan sosial. Lapar dan haus secara fisik akan melahirkan kekenyangan kesalehan sosial,” ungkap Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dalam kultum sholat tarawih di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang, Senin (23/2/2026).

Hadir antara lain Rektor Undip Prof Suharnomo, Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj Akhmad Fauzin, Kakanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto, dan staf khusus Kemenhaj Andik Setiawan.

Dahnil yang juga alumnus Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang mengungkapkan, puasa Ramadan merupakan panggilan romantis kepada umat.

‘Ketika umat Islam dipanggil untuk berpuasa, dan kita tersentuh adanya kepuasa batin, itulah kebaikan spiritualisme. Bila merasa ada yang salah, berarti ada kesalahan dalam spiritualisme,’’ ungkapnya.

Dia mengutip kalimat dari penyair Kahlil Gibran bahwa puasa itu hidangan langit untuk manusia, dan puasa itu jalan untuk mengenyangkan spiritual, melalui kelaparan fisik dan biologis.

”Tubuh kita dipaksa lapar dan haus. Itu menggugah kita untuk menemukan sikap empati dan simpati kepada sesama. Kita bisa merasakan saudara kita yang tidak bisa makan dan minum secara fisik,’’ katanya.

Puasa menggugah kepada untuk menumbuhkan sikap kedermawanan kepada sesama.

”Itulah dimensi kesalehan sosial dari ibadah puasa. Mudah-mudahan lapar fisik dan biologis kita akan mengenyangkan spiritual kita,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, dalam urusan haji, mengelola Kementerian Haji dan Umrah tidak ringan.

Perisai Diri

Kebaikan 99,9 persen tidak akan ada artinya dibandingkan dengan kekurangan 0,1 persen.

”Yang viral adalah kesalahan itu. Itulah susahnya mengelola Kementerian Haji dan Umrah,’’ tuturnya.

Namun, ketika memberikan pelayanan kepada jamaah haji itu menjadi kepuasan batin, artinya mendapatkan nilai-nilai spiritualisme dalam ibadah.

Sementara itu, Rektor Undip Prof Suharnomo menekankan menekankan puasa Ramadhan adalah perisai diri untuk menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan.

Wamenhaj mengajak umat Islam menjadikan bulan suci sebagai madrasah untuk melatih kejujuran.

“Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai latihan untuk laku keikhlasan serta meningkatkan iman dan ilmu secara beriringan,’’ ajaknya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway

17 Agustus 2026 - 07:14 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

16 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Presiden Prabowo: Pemerintah telah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif

15 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Doorprize Umrah bagi Pelanggan Setia FIFGROUP di Hajatan Cabang Syariah 2026

14 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Semarak HUT RI, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Kolaborasi

14 Agustus 2026 - 10:28 WIB

PJM dan Tentara Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

14 Agustus 2026 - 10:23 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Trending di EKOBIS