Wartatrans.com, JAWA TENGAH — Sejumlah kelompok masyarakat di beberapa wilayah Jawa Tengah menggelar Upacara Rakyat, Senin (17/8/2024). Kegiatan teatrikal serentak saat hari kemerdekaan ke 81 Indonesia ini bertujuan memberi perlawanan kepada penguasa atas ketidakadilan yang mereka terima selama ini.
Di Semarang, Upacara Rakyat diadakan oleh para nelayan kampung Tambakrejo yang berkolaborasi dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jateng. Tempatnya bukan di lapangan terbuka tapi di pinggiran sungai Banjir Kanal Timur.

Staf Advokasi dan Pengorganisasian Walhi Jateng, Rizky Riansyah menjelaskan bahwa kegiatan berasal dari inisiatif warga nelayan kampung Tambakrejo yang hingga kini belum mendapat kepastian pengakuan atas ruang hidup mereka.

Upacara bendera protes warga Jateng di HUT Kemerdekaan RI ke 81.
“Per hari kemerdekaan ke 81 Indonesia, warga kampung Tambakrejo belum punya kepastian untuk pengakuan ruang hidup paska terakhir penggusuran. Kami sekaligus ingin mengingatkan pemerintah kota Semarang bahwa tempat gusuran dan laut adalah merupakan sumber hidup nelayan Tambakrejo,” kata Rizky.
Selain di Semarang, Upacara Rakyat juga digelar di Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Cornelius Gea dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang mengapresiasi acara dan mengatakan yang mereka lakukan di beberapa daerah Jateng ini memiliki benang merah sama yaitu mempertanyakan kemerdekaan.
Menurutnya, gerakan ini adalah suatu kewajaran. Sebab para warga termaksud mengalami ketidakadilan. Contohnya warga Pundenrejo Pati yang tanahnya dirampas oleh satu perusahaan.
Kalau merdeka cuma dianggap sebagai bebas dari penjajahan Belanda, itu betul. Tapi warga yang tanah dan air mereka dirampas, wajar jika meragukan arti kemerdekaan yang sebenarnya,” demikian Cornel menjelaskan.*** (Slamet Widodo)


























