Menu

Mode Gelap
KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000 KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat

PERISTIWA

Warga Kala Segi Bangun Rumah Sementara Secara Gotong Royong, Harap Bronjong Batu untuk Cegah Banjir Bandang Susulan

badge-check


 Warga Kala Segi Bangun Rumah Sementara Secara Gotong Royong, Harap Bronjong Batu untuk Cegah Banjir Bandang Susulan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Pasca bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kampung Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat setempat hingga kini masih berada dalam kondisi menunggu kepastian pemulihan. Namun di tengah keterbatasan tersebut, muncul inisiatif kuat dari tokoh masyarakat bersama warga untuk bangkit dan mencari solusi mandiri.

Warga Kala Segi secara bergotong royong mulai menyiapkan bahan papan dan tiang kayu untuk membangun rumah sementara di dataran yang lebih aman dan nyaman. Langkah ini diambil agar masyarakat memiliki tempat berlindung yang layak, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan.

Proses pengumpulan bahan kayu turut dibantu oleh alat berat milik setempat, yang digunakan untuk memindahkan kayu-kayu besar dari timbunan batu koral sisa material banjir bandang. Kayu-kayu tersebut sebelumnya terbawa arus deras dari pegunungan saat bencana terjadi.

Dari total 138 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kala Segi, saat ini sekitar 40 KK diprioritaskan untuk dibangunkan rumah papan sementara dengan sistem rumah susun bersama. Rumah darurat ini dirancang untuk melindungi warga dari ancaman angin kencang dan hujan deras yang masih berpotensi terjadi.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi bencana menceritakan kronologi kejadian longsor dan banjir bandang yang terjadi secara bertahap pada Selasa, 26 November 2025.

Menurutnya, pada sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi masih berupa aliran air. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, air bercampur lumpur mulai turun. Setelah pukul 13.00 WIB, arus semakin besar membawa kayu dan batu, termasuk batu-batu koral.

“Gelombang ketiga justru yang paling besar dan dahsyat, turun dari Gunung Atu Kude dan menyapu sebagian rumah warga di Kala Segi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak pukul 03.00 dini hari, longsor bandang terjadi tanpa henti hingga pagi hari, memperparah kerusakan permukiman warga.

Meski demikian, warga bersyukur karena sumber mata air minum Kampung Kala Segi masih tetap bersih dan hingga saat ini dapat langsung digunakan oleh masyarakat tanpa tercemar material longsor.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Ilyas, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Kapolri, agar dapat segera membantu masyarakat Kala Segi dengan pemasangan bronjong batu.

“Kami berharap agar segera diberikan bronjong batu untuk menahan arus dari atas gunung, supaya tidak lagi masuk ke pemukiman kami,” harap Ilyas.

Warga menilai pemasangan bronjong sangat penting sebagai upaya mitigasi bencana lanjutan, agar masyarakat dapat kembali hidup lebih aman di tanah kelahiran mereka.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Dilaporkan Tewas

17 April 2026 - 10:42 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM