Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Warga Kala Segi Bangun Rumah Sementara Secara Gotong Royong, Harap Bronjong Batu untuk Cegah Banjir Bandang Susulan

badge-check


 Warga Kala Segi Bangun Rumah Sementara Secara Gotong Royong, Harap Bronjong Batu untuk Cegah Banjir Bandang Susulan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Pasca bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kampung Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat setempat hingga kini masih berada dalam kondisi menunggu kepastian pemulihan. Namun di tengah keterbatasan tersebut, muncul inisiatif kuat dari tokoh masyarakat bersama warga untuk bangkit dan mencari solusi mandiri.

Warga Kala Segi secara bergotong royong mulai menyiapkan bahan papan dan tiang kayu untuk membangun rumah sementara di dataran yang lebih aman dan nyaman. Langkah ini diambil agar masyarakat memiliki tempat berlindung yang layak, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan.

Proses pengumpulan bahan kayu turut dibantu oleh alat berat milik setempat, yang digunakan untuk memindahkan kayu-kayu besar dari timbunan batu koral sisa material banjir bandang. Kayu-kayu tersebut sebelumnya terbawa arus deras dari pegunungan saat bencana terjadi.

Dari total 138 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kala Segi, saat ini sekitar 40 KK diprioritaskan untuk dibangunkan rumah papan sementara dengan sistem rumah susun bersama. Rumah darurat ini dirancang untuk melindungi warga dari ancaman angin kencang dan hujan deras yang masih berpotensi terjadi.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi bencana menceritakan kronologi kejadian longsor dan banjir bandang yang terjadi secara bertahap pada Selasa, 26 November 2025.

Menurutnya, pada sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi masih berupa aliran air. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, air bercampur lumpur mulai turun. Setelah pukul 13.00 WIB, arus semakin besar membawa kayu dan batu, termasuk batu-batu koral.

“Gelombang ketiga justru yang paling besar dan dahsyat, turun dari Gunung Atu Kude dan menyapu sebagian rumah warga di Kala Segi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak pukul 03.00 dini hari, longsor bandang terjadi tanpa henti hingga pagi hari, memperparah kerusakan permukiman warga.

Meski demikian, warga bersyukur karena sumber mata air minum Kampung Kala Segi masih tetap bersih dan hingga saat ini dapat langsung digunakan oleh masyarakat tanpa tercemar material longsor.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Ilyas, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Kapolri, agar dapat segera membantu masyarakat Kala Segi dengan pemasangan bronjong batu.

“Kami berharap agar segera diberikan bronjong batu untuk menahan arus dari atas gunung, supaya tidak lagi masuk ke pemukiman kami,” harap Ilyas.

Warga menilai pemasangan bronjong sangat penting sebagai upaya mitigasi bencana lanjutan, agar masyarakat dapat kembali hidup lebih aman di tanah kelahiran mereka.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM