Wartatrans.com, GARUT – Musisi independen asal Garut, Jawa Barat, Adelio, terus menapaki jalan panjang menuju industri musik nasional. Penyanyi sekaligus pencipta lagu kelahiran 21 Oktober 1991 itu kini memperkenalkan single terbarunya berjudul Cinta Tak Harus Memiliki melalui sejumlah media dan radio di Jakarta serta Tangerang.
Pada Kamis, 4 Juni 2026, Adelio datang langsung dari Garut untuk melakukan kunjungan promosi ke Staradio FM Tangerang dan RRI Pro 1 Jakarta. Langkah itu menjadi bagian dari upayanya memperluas jaringan sekaligus memperkenalkan karya terbaru kepada pendengar yang lebih luas.

“Saya sudah menciptakan banyak lagu dan merekamnya dalam bentuk demo. Puluhan lagu juga sudah dirilis melalui berbagai platform musik, termasuk YouTube,” ujar Adelio saat ditemui di Staradio FM Tangerang.
Selama ini, Adelio berkarya bersama komunitas musik di Garut secara independen. Ia mengaku memilih jalur indie karena memberinya ruang lebih luas untuk bereksperimen. Berbekal kemampuan menciptakan lagu lintas genre, mulai dari pop, rock hingga metal, ia terus berusaha menjaga produktivitas berkarya.
Lulusan SMK YPPT Garut jurusan otomotif itu mengatakan, perjalanan sebagai musisi tidak selalu mudah. Selain bermusik, ia juga menjalankan usaha kuliner berbasis UMKM untuk menopang kehidupan sehari-hari. Menurut dia, menjadi musisi produktif harus diimbangi dengan kemampuan bertahan secara ekonomi.
Meski demikian, optimisme tetap menjadi modal utamanya. Adelio percaya suatu saat salah satu lagu ciptaannya akan menemukan momentum dan diterima pasar musik Indonesia.
“Saya terus menyiapkan karya baru dan merilisnya di platform musik. Saya percaya setiap proses akan menemukan jalannya,” katanya.
Ia menilai jaringan pertemanan dan silaturahmi berperan besar dalam perjalanan kariernya. Melalui berbagai relasi yang dibangun selama ini, kesempatan untuk memperkenalkan karya musiknya semakin terbuka.
Dukungan juga datang dari kalangan industri radio. Music Director Staradio FM Tangerang, Cahyo, mengatakan medianya selalu membuka ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya. Menurut dia, dukungan terhadap musisi independen merupakan bagian dari komitmen radio dalam mendorong perkembangan musik Indonesia.
Pandangan serupa disampaikan penggiat musik Bois Famous Maker. Ia menilai Adelio sebagai salah satu musisi produktif dari Garut yang memiliki potensi berkembang lebih jauh di industri musik nasional.
“Era digital membuat batas antara musisi indie dan major semakin tipis. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana karya itu bisa diterima dan dicintai pendengar,” ujar Bois.
Bagi Adelio, perjalanan menuju panggung yang lebih besar masih terus berlangsung. Namun dari sebuah kota kecil di kaki Gunung Cikuray, ia memilih tetap berkarya, merilis lagu, dan menjaga keyakinan bahwa musik yang dibuat dengan ketulusan pada akhirnya akan menemukan pendengarnya sendiri.*** (MY)



























