Menu

Mode Gelap
1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik Gelar RUPSLB, Dirut GMFI Sebut Pemegang Saham Setujui Kuasi Reorganisasi Yes, Bandara Husein Kantongi Sertifikat Layanan Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800 IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026 Pemerintah dan Grab Sepakati Kebijakan Baru Settlement Transaksi Pengemudi

ANJUNGAN

Bidik Rute Baru LDF Jakarta-Malahayati, ASDP-Pemprov Aceh Perkuat Jalur Strategis Logistik

badge-check


 Wadirut ASDP dan Sekda Aceh Perbesar

Wadirut ASDP dan Sekda Aceh

Wartatrans.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau nasional di tengah tuntutan distribusi logistik yang semakin cepat, efisien, dan terintegrasi.

Untuknya, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Aceh terkait pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta–Malahayati Aceh sebagai jalur strategis baru di wilayah barat Indonesia.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir bersama Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano  di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Hadir jajaran Pemerintah Aceh, direksi, serta manajemen ASDP sebagai simbol kuat sinergi pemerintah daerah dan BUMN transportasi nasional dalam memperkuat konektivitas maritim Indonesia.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menegaskan, pengembangan lintasan Jakarta–Malahayati bukan sekadar membuka rute baru, melainkan bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF) yang lebih efisien, modern, dan terintegrasi.

“Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia lainnya secara lebih luas,” ungkap Yossi.

Melalui kolaborasi strategis tersebut, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan.

Mulai dari pengoperasian dan pengelolaan armada kapal, penetapan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan.

Penguatan Konektivitas Logistik Nasional

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kerja sama guna membuka akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry RoRo.

“Sinergi antara Pemerintah Aceh dan ASDP menjadi langkah penting untuk memastikan agenda pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional,” ujarnya.

Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang.

Pengembangan layanan LDF juga sejalan dengan arah transformasi bisnis ASDP dalam menghadirkan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif.

Skema distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi, memangkas waktu tempuh logistik, serta mendorong efektivitas operasional secara keseluruhan.

Yossi menambahkan, langkah tersebut merupakan kontribusi nyata ASDP dalam mendukung arahan Presiden untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang semakin efisien dan berdaya saing.

Saat ini, ASDP terus menjaga konektivitas wilayah Aceh melalui tiga lintasan penyeberangan utama, yakni Ulee Lheue–Balohan, Ulee Lheue–Lamteung, dan Ulee Lheue–Serapung dengan layanan armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu.

Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh tercatat melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut.

Capaian ini menegaskan peran strategis transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di Aceh.

“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutup Yossi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelar RUPSLB, Dirut GMFI Sebut Pemegang Saham Setujui Kuasi Reorganisasi

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026

28 Juli 2026 - 15:17 WIB

ASDP Percepat Realisasi Long Distance Ferry, Perkuat Konektivitas Jawa–NTT

28 Juli 2026 - 14:15 WIB

Koperasi Karyawan Didorong Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Wadah Simpan Pinjam

28 Juli 2026 - 09:49 WIB

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

J&T Express Berinduk di Cayman dan IPO di Hong Kong

27 Juli 2026 - 15:32 WIB

AirNav dan Airservices Australia Kerja Sama Modernisasi Navigasi Penerbangan

27 Juli 2026 - 15:22 WIB

BUMD Dituntut Ubah Model Bisnis saat Modernisasi 16 Ribu Pasar Rakyat

27 Juli 2026 - 09:40 WIB

Penerbangan Pelita Air Hadirkan Produk UMKM Binaan Pertamina

27 Juli 2026 - 09:11 WIB

Trending di EKOBIS