Menu

Mode Gelap
KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Balinggama, Papua Pegunungan, Pilot Meninggal Dunia Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

ANJUNGAN

BKKP Luncurkan Inovasi SMM Fast di Priok, Dorong Transformasi BLU dan WBBM

badge-check


 Layanan di Klinik SMM Tanjung Priok Perbesar

Layanan di Klinik SMM Tanjung Priok

Wartatrans.com, JAKARTA – Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Kementerian Perhubungan menghadirkan inovasi Klinik Utama SMM Fast (Sentra Maritim Medika – Fasilitas Sehat Cepat) yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Hal ini dilakukan guna memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis Badan Layanan Umum (BLU) dan mendukung pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2026.

“Kehadiran SMM Fast menjadi terobosan pelayanan kesehatan maritim yang memudahkan para pelaut memeroleh Surat Keterangan Sehat sebagai persyaratan pembuatan maupun revalidasi Buku Pelaut, dengan layanan yang cepat, dekat, terjangkau, dan terpercaya,” tutur Kepala BKKP Wisnu Wardana di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Sebagai inovasi layanan BKKP melalui Klinik Utama Sentra Maritim Medika, SMM Fast juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung kesehatan pelaut serta penguatan ekosistem keselamatan pelayaran nasional.

Kehadiran SMM Fast merupakan langkah konkret transformasi layanan yang menempatkan kemudahan masyarakat sebagai orientasi utama.

SMM Fast adalah wujud transformasi pelayanan yang berangkat dari kebutuhan pengguna layanan.

“Kami ingin pelaut memeroleh akses kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas langsung di simpul aktivitas mereka. Ini sekaligus cerminan semangat BLU yang inovatif dan WBBM yang berorientasi melayani,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Fasilitas Sehat Cepat tidak hanya menjawab kebutuhan layanan surat sehat, tetapi menjadi model baru pelayanan kesehatan maritim berbasis inovasi, kolaborasi, dan kedekatan layanan.

“Transformasi BLU bukan hanya bicara tata kelola, tapi juga inovasi yang menghadirkan manfaat. SMM Fast menjadi bukti pelayanan publik bisa semakin lincah, adaptif, dan berdampak,” ungkap dia.

Berlokasi di lingkungan KSOP Utama Tanjung Priok, SMM Fast juga menjadi wujud sinergi antar pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan layanan terintegrasi bagi pelaut.

Selain melayani penerbitan surat sehat, SMM Fast menyediakan layanan pemeriksaan gula darah, kolesterol, pemeriksaan kesehatan umum, serta pelayanan vaksinasi dengan perjanjian.

Untuk kebutuhan Medical Check Up (MCU) yang lebih komprehensif, pengguna dapat mengakses layanan di Klinik Utama Sentra Maritim Medika Jalan Gunung Sahari, Jakarta, termasuk melalui layanan MCU One Day Service.

“Sebagai unit layanan berbasis BLU, inovasi ini juga mendukung peningkatan utilisasi layanan yang berpotensi memperkuat kinerja organisasi dan optimalisasi PNBP secara berkelanjutan,” kata Wisnu.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Ketika layanan cepat, terjangkau dan terpercaya, maka utilisasi tumbuh dan kinerja BLU ikut menguat. PNBP yang baik lahir dari layanan yang baik.”

Kehadiran SMM Fast mendapat sambutan positif dari para pelaut. Setiap hari, layanan ini dimanfaatkan semakin banyak pengguna.

Salah satu pelaut pengguna layanan, Asrul, menilai kehadiran SMM Fast sangat membantu kebutuhan pelaut.

“Pelayanannya cepat, murah, dan terpercaya. Sangat membantu karena dekat tempat urus dokumen dan prosesnya praktis,” ucapnya.

Ke depan, BKKP menyiapkan pengembangan model SMM Fast di pelabuhan-pelabuhan potensial lainnya sebagai bagian dari perluasan inovasi layanan kesehatan maritim nasional.

“Kami ingin SMM Fast menjadi role model pelayanan kesehatan maritim Indonesia. Ini langkah kecil dengan dampak besar untuk kesehatan pelaut, keselamatan pelayaran, dan kualitas pelayanan publik,” tutup Wisnu.

Melalui inovasi ini, BKKP menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan yang selaras dengan transformasi BLU, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik yang semakin profesional, bersih, dan melayani. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Trending di ANJUNGAN