Menu

Mode Gelap
Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

ANJUNGAN

BKKP Luncurkan Inovasi SMM Fast di Priok, Dorong Transformasi BLU dan WBBM

badge-check


 Layanan di Klinik SMM Tanjung Priok Perbesar

Layanan di Klinik SMM Tanjung Priok

Wartatrans.com, JAKARTA – Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Kementerian Perhubungan menghadirkan inovasi Klinik Utama SMM Fast (Sentra Maritim Medika – Fasilitas Sehat Cepat) yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Hal ini dilakukan guna memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis Badan Layanan Umum (BLU) dan mendukung pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2026.

“Kehadiran SMM Fast menjadi terobosan pelayanan kesehatan maritim yang memudahkan para pelaut memeroleh Surat Keterangan Sehat sebagai persyaratan pembuatan maupun revalidasi Buku Pelaut, dengan layanan yang cepat, dekat, terjangkau, dan terpercaya,” tutur Kepala BKKP Wisnu Wardana di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Sebagai inovasi layanan BKKP melalui Klinik Utama Sentra Maritim Medika, SMM Fast juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung kesehatan pelaut serta penguatan ekosistem keselamatan pelayaran nasional.

Kehadiran SMM Fast merupakan langkah konkret transformasi layanan yang menempatkan kemudahan masyarakat sebagai orientasi utama.

SMM Fast adalah wujud transformasi pelayanan yang berangkat dari kebutuhan pengguna layanan.

“Kami ingin pelaut memeroleh akses kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas langsung di simpul aktivitas mereka. Ini sekaligus cerminan semangat BLU yang inovatif dan WBBM yang berorientasi melayani,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Fasilitas Sehat Cepat tidak hanya menjawab kebutuhan layanan surat sehat, tetapi menjadi model baru pelayanan kesehatan maritim berbasis inovasi, kolaborasi, dan kedekatan layanan.

“Transformasi BLU bukan hanya bicara tata kelola, tapi juga inovasi yang menghadirkan manfaat. SMM Fast menjadi bukti pelayanan publik bisa semakin lincah, adaptif, dan berdampak,” ungkap dia.

Berlokasi di lingkungan KSOP Utama Tanjung Priok, SMM Fast juga menjadi wujud sinergi antar pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan layanan terintegrasi bagi pelaut.

Selain melayani penerbitan surat sehat, SMM Fast menyediakan layanan pemeriksaan gula darah, kolesterol, pemeriksaan kesehatan umum, serta pelayanan vaksinasi dengan perjanjian.

Untuk kebutuhan Medical Check Up (MCU) yang lebih komprehensif, pengguna dapat mengakses layanan di Klinik Utama Sentra Maritim Medika Jalan Gunung Sahari, Jakarta, termasuk melalui layanan MCU One Day Service.

“Sebagai unit layanan berbasis BLU, inovasi ini juga mendukung peningkatan utilisasi layanan yang berpotensi memperkuat kinerja organisasi dan optimalisasi PNBP secara berkelanjutan,” kata Wisnu.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Ketika layanan cepat, terjangkau dan terpercaya, maka utilisasi tumbuh dan kinerja BLU ikut menguat. PNBP yang baik lahir dari layanan yang baik.”

Kehadiran SMM Fast mendapat sambutan positif dari para pelaut. Setiap hari, layanan ini dimanfaatkan semakin banyak pengguna.

Salah satu pelaut pengguna layanan, Asrul, menilai kehadiran SMM Fast sangat membantu kebutuhan pelaut.

“Pelayanannya cepat, murah, dan terpercaya. Sangat membantu karena dekat tempat urus dokumen dan prosesnya praktis,” ucapnya.

Ke depan, BKKP menyiapkan pengembangan model SMM Fast di pelabuhan-pelabuhan potensial lainnya sebagai bagian dari perluasan inovasi layanan kesehatan maritim nasional.

“Kami ingin SMM Fast menjadi role model pelayanan kesehatan maritim Indonesia. Ini langkah kecil dengan dampak besar untuk kesehatan pelaut, keselamatan pelayaran, dan kualitas pelayanan publik,” tutup Wisnu.

Melalui inovasi ini, BKKP menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan yang selaras dengan transformasi BLU, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik yang semakin profesional, bersih, dan melayani. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun

17 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Trending di ANJUNGAN