Menu

Mode Gelap
Libur Sekolah Makin Seru, KCIC Tebar Diskon Tiket Whoosh hingga 50 Persen di Agora Mall Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya Libur Sekolah, 171 Ribu Penumpang KA Jarak Jauh Tiba di Daop 1 Jakarta dalam Lima Hari Kemenhub Tegaskan Komitmen Perlindungan dan Penguatan Daya Saing Pelaut Gapasdap Sebut Perlunya Pembenahan Sistem Tarif Angkutan Penyeberangan Infrastruktur JIS-Ancol Rampung, 70% Warga Jakarta Tetap Pilih Mobil

SENI BUDAYA

Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya

badge-check


 Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Bur Telege, salah satu destinasi wisata unggulan di Takengon, Aceh Tengah, menjadi panggung pertemuan sastra dan budaya dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV. Dengan panorama Danau Lut Tawar yang memukau dan hamparan pegunungan Gayo yang mengelilinginya, kawasan ini menghadirkan suasana yang khas bagi para penyair, seniman, dan budayawan dari berbagai daerah dan negara.

Di lokasi yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” tersebut, digelar gelar wicara bertajuk “Peran Sastra Kreatif Nusantara”. Forum ini membahas pentingnya sastra sebagai media ekspresi, pendidikan, pelestarian budaya, serta sarana memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada diskusi. Para peserta dan tamu undangan juga disuguhkan penampilan Tari Sining, tarian ritual masyarakat Gayo yang pernah mengalami kepunahan sebelum berhasil direvitalisasi. Kehadiran Tari Sining menjadi simbol keberhasilan masyarakat Gayo dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur.

Suasana Bur Telege semakin semarak ketika para penyair membacakan karya-karya mereka. Baca puisi yang berlangsung di alam terbuka menghadirkan pengalaman tersendiri bagi peserta. Larik-larik puisi yang dilantunkan berpadu dengan kesejukan udara pegunungan dan keindahan Danau Lut Tawar, menciptakan ruang refleksi yang mempertemukan sastra, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pelaksanaan kegiatan PPN XIV di Bur Telege menunjukkan bahwa sastra tidak hanya hidup di ruang-ruang formal, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta lingkungan budaya yang kaya. Melalui perpaduan gelar wicara, pertunjukan seni, dan pembacaan puisi, Bur Telege menjadi saksi bagaimana sastra dan budaya Nusantara terus dirawat, diwariskan, dan dipertemukan dalam satu perhelatan yang bermakna.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Pilo Poly: PPN XIV Menemukan Rumahnya di Aceh

23 Juni 2026 - 22:56 WIB

Pameran Fotografi Menelusuri Identitas dalam Lintas Waktu

23 Juni 2026 - 18:16 WIB

Tari Sining, Warisan Budaya Gayo yang Pernah Punah, Akan Tampil di PPN XIV 14 Negara

23 Juni 2026 - 18:07 WIB

Semarak HUT Ke-499 DKI Jakarta, PT PSM Salurkan Bantuan Tong Drop Point untuk Warga Jakarta Utara

23 Juni 2026 - 16:34 WIB

Novianti Maulida Rahmah, Putri Jeumpa dari Kota Juang di Balik Sukses PPN XIV Aceh-Indonesia

23 Juni 2026 - 10:11 WIB

Salman Yoga Pidato Di PPN XlV dengan Membara: Semua Peradaban Besar Berawal dari Kata-Kata

23 Juni 2026 - 01:53 WIB

Catatan Putra Gara Dari PPN XlV: Ketika Puisi Menyatukan 14 Negara di Istana Wali Nanggroe Aceh

22 Juni 2026 - 21:48 WIB

Pertemuan Penyair Nusantara XIV Resmi Dibuka di Aceh, Hadirkan Penyair dari 14 Negara

22 Juni 2026 - 18:12 WIB

Ruben Onsu dan Quinn Salman Sambut Positif Film Ghost Buzzer

22 Juni 2026 - 14:58 WIB

Catatan Putra Gara: Menuju PPN XIV Aceh Tengah: Menyusuri Jejak Sastra dan Aroma Kopi Gayo

22 Juni 2026 - 08:25 WIB

Trending di SENI BUDAYA