Menu ✖

Mode Gelap
BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik

SENI BUDAYA

Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya

badge-check


 Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Bur Telege, salah satu destinasi wisata unggulan di Takengon, Aceh Tengah, menjadi panggung pertemuan sastra dan budaya dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV. Dengan panorama Danau Lut Tawar yang memukau dan hamparan pegunungan Gayo yang mengelilinginya, kawasan ini menghadirkan suasana yang khas bagi para penyair, seniman, dan budayawan dari berbagai daerah dan negara.

Di lokasi yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” tersebut, digelar gelar wicara bertajuk “Peran Sastra Kreatif Nusantara”. Forum ini membahas pentingnya sastra sebagai media ekspresi, pendidikan, pelestarian budaya, serta sarana memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada diskusi. Para peserta dan tamu undangan juga disuguhkan penampilan Tari Sining, tarian ritual masyarakat Gayo yang pernah mengalami kepunahan sebelum berhasil direvitalisasi. Kehadiran Tari Sining menjadi simbol keberhasilan masyarakat Gayo dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur.

Suasana Bur Telege semakin semarak ketika para penyair membacakan karya-karya mereka. Baca puisi yang berlangsung di alam terbuka menghadirkan pengalaman tersendiri bagi peserta. Larik-larik puisi yang dilantunkan berpadu dengan kesejukan udara pegunungan dan keindahan Danau Lut Tawar, menciptakan ruang refleksi yang mempertemukan sastra, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pelaksanaan kegiatan PPN XIV di Bur Telege menunjukkan bahwa sastra tidak hanya hidup di ruang-ruang formal, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta lingkungan budaya yang kaya. Melalui perpaduan gelar wicara, pertunjukan seni, dan pembacaan puisi, Bur Telege menjadi saksi bagaimana sastra dan budaya Nusantara terus dirawat, diwariskan, dan dipertemukan dalam satu perhelatan yang bermakna.***

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM