Wartatrans.com, TAKENGON – Bur Telege, salah satu destinasi wisata unggulan di Takengon, Aceh Tengah, menjadi panggung pertemuan sastra dan budaya dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV. Dengan panorama Danau Lut Tawar yang memukau dan hamparan pegunungan Gayo yang mengelilinginya, kawasan ini menghadirkan suasana yang khas bagi para penyair, seniman, dan budayawan dari berbagai daerah dan negara.
Di lokasi yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” tersebut, digelar gelar wicara bertajuk “Peran Sastra Kreatif Nusantara”. Forum ini membahas pentingnya sastra sebagai media ekspresi, pendidikan, pelestarian budaya, serta sarana memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.


Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada diskusi. Para peserta dan tamu undangan juga disuguhkan penampilan Tari Sining, tarian ritual masyarakat Gayo yang pernah mengalami kepunahan sebelum berhasil direvitalisasi. Kehadiran Tari Sining menjadi simbol keberhasilan masyarakat Gayo dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur.
Suasana Bur Telege semakin semarak ketika para penyair membacakan karya-karya mereka. Baca puisi yang berlangsung di alam terbuka menghadirkan pengalaman tersendiri bagi peserta. Larik-larik puisi yang dilantunkan berpadu dengan kesejukan udara pegunungan dan keindahan Danau Lut Tawar, menciptakan ruang refleksi yang mempertemukan sastra, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pelaksanaan kegiatan PPN XIV di Bur Telege menunjukkan bahwa sastra tidak hanya hidup di ruang-ruang formal, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta lingkungan budaya yang kaya. Melalui perpaduan gelar wicara, pertunjukan seni, dan pembacaan puisi, Bur Telege menjadi saksi bagaimana sastra dan budaya Nusantara terus dirawat, diwariskan, dan dipertemukan dalam satu perhelatan yang bermakna.***






























