Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya

badge-check


 Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Bur Telege, salah satu destinasi wisata unggulan di Takengon, Aceh Tengah, menjadi panggung pertemuan sastra dan budaya dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV. Dengan panorama Danau Lut Tawar yang memukau dan hamparan pegunungan Gayo yang mengelilinginya, kawasan ini menghadirkan suasana yang khas bagi para penyair, seniman, dan budayawan dari berbagai daerah dan negara.

Di lokasi yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” tersebut, digelar gelar wicara bertajuk “Peran Sastra Kreatif Nusantara”. Forum ini membahas pentingnya sastra sebagai media ekspresi, pendidikan, pelestarian budaya, serta sarana memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada diskusi. Para peserta dan tamu undangan juga disuguhkan penampilan Tari Sining, tarian ritual masyarakat Gayo yang pernah mengalami kepunahan sebelum berhasil direvitalisasi. Kehadiran Tari Sining menjadi simbol keberhasilan masyarakat Gayo dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur.

Suasana Bur Telege semakin semarak ketika para penyair membacakan karya-karya mereka. Baca puisi yang berlangsung di alam terbuka menghadirkan pengalaman tersendiri bagi peserta. Larik-larik puisi yang dilantunkan berpadu dengan kesejukan udara pegunungan dan keindahan Danau Lut Tawar, menciptakan ruang refleksi yang mempertemukan sastra, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pelaksanaan kegiatan PPN XIV di Bur Telege menunjukkan bahwa sastra tidak hanya hidup di ruang-ruang formal, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta lingkungan budaya yang kaya. Melalui perpaduan gelar wicara, pertunjukan seni, dan pembacaan puisi, Bur Telege menjadi saksi bagaimana sastra dan budaya Nusantara terus dirawat, diwariskan, dan dipertemukan dalam satu perhelatan yang bermakna.***

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA