Menu

Mode Gelap
Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji Transaksi Access by KAI Capai 8,1 Juta di Triwulan I 2026, Kuasai Mayoritas Penjualan Tiket KAI Cuaca Ekstrem di Utara Papua, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan KAI Services Buka Peluang UMKM Jual Produk di Kereta Api, Ini Syaratnya Transformasi Pengawasan Kendaraan ODOL melalui Digitalisasi Sejarah Komunitas Kartunis Indonesia: Dari Pakyo hingga Lahirnya Pakarti

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Persahabatan di Ujung Fajar

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Persahabatan di Ujung Fajar Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Pada jelang fajar, 16 Januari 2026, ingatan itu datang pelan—seperti cahaya yang tak pernah benar-benar pergi, hanya menunggu waktu untuk kembali.

Dua puluh tiga tahun lalu, aku adalah seorang ibu yang sedang gelisah. Anak keduaku, baru sepuluh tahun usianya, akan memamerkan lukisan-lukisannya di Galeri Nasional. Pameran kecil itu ingin kami rayakan dengan meriah: ada lomba, ada seni budaya, ada kegembiraan yang hendak kami bagi. Namun satu pertanyaan terus berputar di kepala: siapa yang akan membuka acara itu?

Dalam kebingungan, Tuhan bekerja dengan cara-Nya sendiri. Aku bertemu seorang jenderal di Kuarnas, seberang Gambir. Kepadanya aku bercerita—tentang seni, tentang anak, tentang harapanku yang sederhana. Ia tak menjawab dengan kata-kata. Tangannya justru bergerak, menggoreskan pensil yang runcing, menggambar wajahku di atas kertas. Aku terdiam. Seolah sedang disaksikan oleh takdir yang sedang bekerja.

Usai membuat sketsa, ia merobek secarik kertas lain. Dengan pensil yang sama, ia menulis sebuah nama dan alamat.

Dewi Motik.

“Pergilah ke rumahnya,” katanya.

“Bilangkan ini dariku.”

Ia menatapku singkat, lalu menambahkan,

“Jangan takut. Dia malaikat.”

Aku pergi dengan langkah ragu dan doa yang diam-diam kupanjatkan.

Dan sungguh—Masya Allah—rumah itu menyambutku dengan kehangatan yang sulit dilukiskan. Dewi Motik membuka pintu bukan hanya dengan senyum, tapi dengan keluasan hati. Tanpa banyak tanya, tanpa syarat, ia bersedia membuka pameran lukisan seorang anak kecil yang bahkan belum dikenalnya.

Sejak hari itu, persahabatan kami dimulai. Usia memisahkan kami empat belas tahun, namun waktu justru merapatkan. Kini ia berusia tujuh puluh tujuh tahun, dan aku enam puluh dua. Kami sering berbincang di ujung telepon, saat dunia masih setengah terjaga, ketika fajar belum sepenuhnya menampakkan diri. Obrolan ringan, cerita-cerita kecil, dan tawa yang jujur—cukup untuk mengingatkan bahwa hidup tak selalu harus berat.

Beberapa hari lalu, ia bercerita tentang masa muda. Tentang “tiga anak Menteng” yang oleh para aktivis mahasiswa disebut pesta dansa. Tentang lomba fashion show yang ia ikuti bersama Pinky Mardikusno—ibu dari Tora Sudiro. Pinky, katanya, cantik sekali. Tapi langkahnya, Dewi Motik mengaku, lebih luwes.

Ia tertawa kecil sebelum berkata jujur, tanpa beban: “Juri-jurinya gue kenal.”

Kami tertawa bersama—tawa yang lahir dari penerimaan diri, dari usia yang tak lagi sibuk berpura-pura.

Di ujung percakapan, ia menutup dengan kalimat sederhana: Happy anniversary.

Aku menutup telepon dengan perasaan penuh. Sadar bahwa dalam hidup, ada pertemuan-pertemuan yang bukan kebetulan. Ia hadir seperti sketsa yang ditarik dengan pensil takdir—sekilas, sederhana, namun menetap lama di ingatan.

Seperti fajar: Ia tak pernah berjanji akan indah, namun selalu datang tepat waktu.***

Duren Sawit, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji

13 April 2026 - 17:02 WIB

Dari Silaturahmi ke Strategi: FORWAN Mulai Bangun Arah Baru Organisasi

13 April 2026 - 09:33 WIB

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Trending di RAGAM