Menu

Mode Gelap
Masyarakat Kecewa, BPJN Aceh Tutup Kembali Jalan Enang-Enang untuk Umum PAPPINDO, AKGI, dan P2MI Dorong PMI Menjadi SDM Unggul Berdaya Saing Global Polres Langsa Ungkap Dugaan Pencurian Material RS Regional Aceh, Delapan Orang Diamankan Catatan Putra Gara Dari PPN XlV: Ketika Puisi Menyatukan 14 Negara di Istana Wali Nanggroe Aceh Liburan Sekolah, Penjualan Tiket Diskon Kapal PELNI Tembus 214 Ribu Penumpang Maskapai FlyJaya Mulai Terbangi Rute Halim-Ketapang PP

SENI BUDAYA

Catatan Putra Gara: Menuju PPN XIV Aceh Tengah: Menyusuri Jejak Sastra dan Aroma Kopi Gayo

badge-check


 Catatan Putra Gara: Menuju PPN XIV Aceh Tengah: Menyusuri Jejak Sastra dan Aroma Kopi Gayo Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pagi masih menyisakan kesejukan ketika sejumlah peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV bersiap menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin, 22 Juni 2026. E-tiket perjalanan telah diunduh dan dipastikan tersimpan rapi. Dalam rombongan keberangkatan tersebut tercatat nama Putri Miranda, Chavchay Syaifullah, Rissa Churria,  Noor El Niel, dan saya sendiri – Putra Gara, yang akan terbang menuju Banda Aceh dengan jadwal lepas landas pukul 08.35 WIB.

Di tengah kesibukan persiapan keberangkatan, suasana hangat justru terasa sederhana. Sambil menunggu panggilan masuk pesawat, para peserta menikmati secangkir kopi di kedai bandara. Sarapan pagi yang dibawa  para ibu-ibu menambah akrab suasana, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan budaya dan sastra.

“Inilah enaknya kalau jalan sama emak-emak. Untuk makanan pasti aman… ” gumam saya.

Perjalanan menuju Aceh kali ini memiliki makna yang lebih dalam. Selain menghadiri Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang berlangsung di Aceh Tengah, bagi saya perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk pulang kampung. Ada kerinduan yang hendak ditunaikan, ada tanah kelahiran yang ingin disapa kembali, dan ada cerita-cerita lama yang ingin dirajut bersama pertemuan baru.

PPN XIV bukan sekadar agenda sastra tahunan yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah dan negara. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, tempat kata-kata menjelma jembatan yang menghubungkan beragam tradisi, bahasa, dan pengalaman hidup. Di Tanoh Gayo, para penyair tidak hanya akan berbagi puisi, tetapi juga menyelami kekayaan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Membicarakan Aceh Tengah hampir mustahil tanpa menyebut Kopi Gayo. Kopi yang telah dikenal hingga mancanegara ini menjadi salah satu identitas penting masyarakat dataran tinggi Gayo. Aroma dan cita rasanya yang khas telah menempatkan Kopi Gayo sebagai salah satu kopi terbaik dunia. Di warung-warung kopi, percakapan tentang kehidupan, kebudayaan, dan sastra mengalir begitu alami, sebagaimana air yang menghidupi perkebunan kopi di lereng-lereng pegunungan.

Tidak mengherankan jika pertemuan sastra di Tanoh Gayo akan diwarnai diskusi tentang kopi. Keduanya memiliki kedekatan yang istimewa. Secangkir kopi sering menjadi teman setia lahirnya puisi, esai, dan berbagai karya sastra. Di balik kepulan aroma kopi, para penyair menemukan ruang untuk merenung, menyusun kata, dan merawat ingatan tentang kampung halaman.

Keberangkatan menuju PPN XIV menjadi perjalanan yang memadukan banyak hal sekaligus: silaturahmi, kebudayaan, sastra, dan kerinduan pada tanah asal. Dari ruang tunggu bandara hingga dataran tinggi Gayo, perjalanan ini membawa harapan agar sastra terus menjadi medium yang mempertemukan manusia dengan akar budayanya, sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada dunia.

Di Aceh Tengah nanti, para penyair tidak hanya akan membaca puisi. Mereka akan menyaksikan bagaimana tradisi, keramahan masyarakat, dan keharuman Kopi Gayo berpadu menjadi sebuah pengalaman budaya yang utuh. Sebuah perjumpaan yang membuktikan bahwa sastra tidak lahir di ruang hampa, melainkan tumbuh dari kehidupan, dari tanah yang subur, dan dari secangkir kopi yang menghangatkan percakapan.***

Jakarta – 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Catatan Putra Gara Dari PPN XlV: Ketika Puisi Menyatukan 14 Negara di Istana Wali Nanggroe Aceh

22 Juni 2026 - 21:48 WIB

Pertemuan Penyair Nusantara XIV Resmi Dibuka di Aceh, Hadirkan Penyair dari 14 Negara

22 Juni 2026 - 18:12 WIB

Ruben Onsu dan Quinn Salman Sambut Positif Film Ghost Buzzer

22 Juni 2026 - 14:58 WIB

Di Tangkai Bunga Renggali, Bendera 14 Negara Hiasi Panggung PPN XIV Takengon

21 Juni 2026 - 21:07 WIB

Kartunis Putra Gara Meriahkan Lenggok Jakarta Di Taman Bendera Pusaka Ayodya

21 Juni 2026 - 05:12 WIB

Kadis Arsip dan Perpustakaan Aceh Tengah: PPN XIV Aceh 2026 Momentum Menguatkan Literasi dan Kebudayaan Nusantara

20 Juni 2026 - 18:23 WIB

Trauma Healing dan 2.000 Paket Bantuan Warnai Aksi PSI Peduli di Lembantongoa

20 Juni 2026 - 18:08 WIB

PPN XIV di Aceh Tengah Dihadiri 14 Negara, Tamu Akan Disambut Masakan Khas Gayo dan Keagungan Didong

20 Juni 2026 - 18:02 WIB

RCTI Siapkan Drama Komedi “Tobat Jatuh Cinta”, Angkat Kisah Persahabatan Empat Janda di Kampung Sindang Barang

20 Juni 2026 - 15:09 WIB

SCTV Hadirkan Dua Sinetron Baru, “Lautan Cinta” dan “Sebening Cinta” Siap Temani Pemirsa Mulai 22 Juni 2026

20 Juni 2026 - 15:05 WIB

Trending di SENI BUDAYA