Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Catatan Putra Gara: Menuju PPN XIV Aceh Tengah: Menyusuri Jejak Sastra dan Aroma Kopi Gayo

badge-check


 Catatan Putra Gara: Menuju PPN XIV Aceh Tengah: Menyusuri Jejak Sastra dan Aroma Kopi Gayo Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pagi masih menyisakan kesejukan ketika sejumlah peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV bersiap menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin, 22 Juni 2026. E-tiket perjalanan telah diunduh dan dipastikan tersimpan rapi. Dalam rombongan keberangkatan tersebut tercatat nama Putri Miranda, Chavchay Syaifullah, Rissa Churria,  Noor El Niel, dan saya sendiri – Putra Gara, yang akan terbang menuju Banda Aceh dengan jadwal lepas landas pukul 08.35 WIB.

Di tengah kesibukan persiapan keberangkatan, suasana hangat justru terasa sederhana. Sambil menunggu panggilan masuk pesawat, para peserta menikmati secangkir kopi di kedai bandara. Sarapan pagi yang dibawa  para ibu-ibu menambah akrab suasana, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan budaya dan sastra.

“Inilah enaknya kalau jalan sama emak-emak. Untuk makanan pasti aman… ” gumam saya.

Perjalanan menuju Aceh kali ini memiliki makna yang lebih dalam. Selain menghadiri Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang berlangsung di Aceh Tengah, bagi saya perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk pulang kampung. Ada kerinduan yang hendak ditunaikan, ada tanah kelahiran yang ingin disapa kembali, dan ada cerita-cerita lama yang ingin dirajut bersama pertemuan baru.

PPN XIV bukan sekadar agenda sastra tahunan yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah dan negara. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, tempat kata-kata menjelma jembatan yang menghubungkan beragam tradisi, bahasa, dan pengalaman hidup. Di Tanoh Gayo, para penyair tidak hanya akan berbagi puisi, tetapi juga menyelami kekayaan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Membicarakan Aceh Tengah hampir mustahil tanpa menyebut Kopi Gayo. Kopi yang telah dikenal hingga mancanegara ini menjadi salah satu identitas penting masyarakat dataran tinggi Gayo. Aroma dan cita rasanya yang khas telah menempatkan Kopi Gayo sebagai salah satu kopi terbaik dunia. Di warung-warung kopi, percakapan tentang kehidupan, kebudayaan, dan sastra mengalir begitu alami, sebagaimana air yang menghidupi perkebunan kopi di lereng-lereng pegunungan.

Tidak mengherankan jika pertemuan sastra di Tanoh Gayo akan diwarnai diskusi tentang kopi. Keduanya memiliki kedekatan yang istimewa. Secangkir kopi sering menjadi teman setia lahirnya puisi, esai, dan berbagai karya sastra. Di balik kepulan aroma kopi, para penyair menemukan ruang untuk merenung, menyusun kata, dan merawat ingatan tentang kampung halaman.

Keberangkatan menuju PPN XIV menjadi perjalanan yang memadukan banyak hal sekaligus: silaturahmi, kebudayaan, sastra, dan kerinduan pada tanah asal. Dari ruang tunggu bandara hingga dataran tinggi Gayo, perjalanan ini membawa harapan agar sastra terus menjadi medium yang mempertemukan manusia dengan akar budayanya, sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada dunia.

Di Aceh Tengah nanti, para penyair tidak hanya akan membaca puisi. Mereka akan menyaksikan bagaimana tradisi, keramahan masyarakat, dan keharuman Kopi Gayo berpadu menjadi sebuah pengalaman budaya yang utuh. Sebuah perjumpaan yang membuktikan bahwa sastra tidak lahir di ruang hampa, melainkan tumbuh dari kehidupan, dari tanah yang subur, dan dari secangkir kopi yang menghangatkan percakapan.***

Jakarta – 2026.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA