Menu ✖

Mode Gelap
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

ANJUNGAN

Cuaca Ekstrem, ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Penyeberangan Kupang–Rote

badge-check


 Cuaca Ekstrem, ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Penyeberangan Kupang–Rote Perbesar

Wartatrans.com, KUPANG – Menjelang akhir tahun, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kesiapsiagaan layanan penyeberangan di berbagai wilayah, khususnya pada lintasan yang berhadapan langsung dengan dinamika cuaca ekstrem.

Salah satu lintasan pantauan nasional yang menjadi perhatian adalah Kupang–Rote, seiring potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan, keselamatan merupakan prioritas utama yang senantiasa menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan operasional, terutama di tengah kondisi cuaca yang bersifat dinamis dan sulit diprediksi.

“Dalam situasi cuaca ekstrem, ASDP mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kesiapan kapal, fasilitas layanan, pemantauan informasi cuaca dari BMKG, serta koordinasi intensif dengan KSOP terus kami lakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional mengutamakan keselamatan pengguna jasa,” tutur Heru, Selasa (30/12/2025).

Kondisi cuaca ekstrem turut berdampak pada operasional lintasan Kupang–Rote.

Pada Senin (29/12), layanan penyeberangan di lintasan tersebut tidak dioperasikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.

Penghentian sementara tersebut merujuk pada Surat KSOP Nomor PU-KSOP.Kpg 2 Tahun 2025 yang meminta seluruh operator kapal di wilayah Perairan Utara Kupang–Rote untuk menghentikan operasional.

Imbauan ini didasarkan pada informasi BMKG yang mencatat adanya angin kencang disertai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, sehingga berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Prioritas Utama

General Manager ASDP Cabang Kupang, Wijaya Santosa, menjelaskan bahwa langkah penghentian operasional sementara merupakan wujud komitmen ASDP dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama sekaligus bentuk kepatuhan terhadap arahan regulator.

“Operasional penyeberangan akan kembali dijalankan setelah kondisi cuaca dinyatakan kondusif dan terdapat persetujuan dari regulator. Selama masa penghentian, ASDP telah menyiapkan langkah antisipatif berupa penyediaan lahan parkir berkapasitas 510 unit kendaraan di Pelabuhan Bolok dan 210 unit kendaraan di Pelabuhan Rote, guna meminimalisasi potensi kepadatan di area pelabuhan,” urai Wijaya.

Sebagai bentuk perlindungan kepada pengguna jasa, ASDP juga menerapkan kebijakan reschedule dan refund melalui platform Ferizy.

Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, bila terjadi penghentian layanan sementara dampak faktor tertentu, termasuk kondisi cuaca ekstrem.

Dari sisi pergerakan penumpang dan kendaraan, lintasan Kupang–Rote menunjukkan dinamika sepanjang periode H-10 hingga H+4.

Dari Pelabuhan Bolok menuju Rote, tercatat 10.957 penumpang, relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.085 penumpang.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 2.024 unit atau meningkat 12,26 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 1.803 unit.

Adapun dari Pelabuhan Rote menuju Kupang, total penumpang tercatat 2.903 orang atau naik 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.883 orang.

Jumlah kendaraan yang menyeberang juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 549 unit atau tumbuh 51,24 persen dibandingkan realisasi sebelumnya sebanyak 363 unit.

Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, ASDP berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap layanan penyeberangan tetap berjalan secara aman dan terkendali, sejalan dengan komitmen ASDP dalam menjaga keselamatan dan konektivitas antarwilayah, khususnya di tengah tantangan cuaca ekstrem. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di ANJUNGAN