Wartatrans.com, JAKARTA – Drummer muda berprestasi Dica Melo mulai melebarkan sayap kariernya ke dunia seni peran. Setelah dikenal melalui berbagai kompetisi musik dan penampilannya bersama band Morbius, Dica kini tampil dalam FTV Kisah Nyata yang tayang di Indosiar.
Putri kedua pasangan dr. Dhodon dan Budhila itu sebelumnya dikenal sebagai penabuh drum berbakat yang mengoleksi sejumlah prestasi di berbagai ajang perlombaan. Namanya semakin dikenal setelah mengikuti program Band Academy Indosiar bersama band Morbius.

Dalam ajang tersebut, penampilannya mendapat perhatian dari para juri yang terdiri atas Aryo Wahab, Pongki Barata, Chua, dan Tantri Kotak.
Kesempatan baru datang ketika Dica mendapat tawaran bermain dalam FTV Kisah Nyata Sore Spesial berjudul Tangisan Tengah Malam. Menurut dia, tawaran tersebut di luar rencana awal yang selama ini lebih berfokus pada dunia musik.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Awalnya fokus saya memang di musik, jadi ketika ada tawaran bermain sinetron rasanya cukup mengejutkan. Tapi saya melihat ini sebagai pengalaman yang menarik,” kata Dica saat ditemui dalam pembukaan Klinik Pratama RIAL di Koja, Jakarta Utara.
Dalam proyek debutnya itu, Dica beradu akting dengan sejumlah pemain, antara lain Inne Azri dan Ferdi Ali. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti selama proses syuting karena mendapat banyak dukungan dari sutradara dan para pemain senior.
“Awalnya saya pikir akan sangat gugup, tetapi semua pemain sangat membantu. Mereka memberi banyak masukan sehingga saya bisa lebih percaya diri di depan kamera,” ujarnya.
Meski mulai tertarik menekuni dunia akting, Dica mengatakan belum berencana meninggalkan musik. Ia ingin tetap menjalani kedua bidang tersebut secara bersamaan.
“Musik tetap menjadi bagian penting dalam hidup saya, sementara akting membuka pengalaman baru yang sangat menyenangkan,” kata Dica.
Dengan pengalaman yang terus bertambah di dunia musik dan seni peran, Dica Melo kini berpeluang mengembangkan kariernya di dua bidang hiburan sekaligus.Gaya ini lebih dekat dengan Tempo: kalimat efektif, minim kata promosi, fokus pada fakta, kronologi, dan kutipan narasumber.*** (Buyil)

























