Menu

Mode Gelap
159 Tahun Kereta Api Indonesia, Berawal Penanaman Sepotong Rel di Semarang ASDP Perkuat Kapasitas Dermaga Gilimanuk Bali Stasiun Karet Ditutup mulai Hari Ini, Naik-Turun KRL Dialihkan ke BNI City KCIC Catat 24 Ribu Penumpang Prioritas Whoosh, Layanan Pendampingan Terus Diperkuat Prabowo Dorong Kesempatan Warga Dayak Pedalaman Mengabdi di TNI Eks Bassist Zivilia Gabung The Orion, Formasi Baru Siap Tancap Gas dengan Tiga Single

JALUR

Ditjen Hubdat Dorong Kerja Sama Berbasis Data dengan Polri

badge-check


 Dirjen Hubdat Aan Suhanan Perbesar

Dirjen Hubdat Aan Suhanan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menegaskan bahwa kerja sama antara Kemenhub dengan Polri harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi.

Menurutnya, integrasi data dan aplikasi merupakan kunci pengawasan serta penegakan hukum yang lebih efektif di sektor transportasi.

Dia menilai, integrasi data ini juga bisa diimplementasikan dalam penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan ataupun pengelolaan lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya ingin melihat kerja sama dari perspektif yang lain, karena saat ini bukan berarti yang konvensional itu sama sekali ditinggalkan. Tapi dengan situasi kemajuan teknologi yang ada, kita harus melihat perspektif kerjasama dengan perspektif digitalisasi, saya memaknai integrasi ini sebagai kerja sama yang sangat penting,” jelasnya dalam rakor Kerma Polri 2025 Sinergitas Polri dengan Kementerian/Lembaga Menuju Indonesia Maju, di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Dirjen Aan mengungkapkan, pengawasan angkutan logistik maupun lalu lintas tidak mungkin dilakukan secara manual tanpa melibatkan data.

Untuk itu integrasi data lintas kementerian/lembaga termasuk kepolisian, BUMN hingga sektor swasta sangat diperlukan untuk saling melengkapi data yang sudah ada.

“Semua barrier yang ada saat ini bisa diselesaikan dengan data. Misal masalah over dimension over load, integrasi data ini menjadi penting karena ekosistem angkutan logistik tidak hanya di Kemenhub tapi juga berhubungan dengan Polri, Kemendag, hingga Kemenperin,” katanya.

Dia menekankan, tidak mungkin melakukan pengawasan terhadap seluruh angkutan barang tanpa ada data, pengawasan dapat dilakukan dengan membangun aplikasi berdasarkan data.

Dengan adanya integrasi data ini, maka optimistis penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan dapat berjalan lebih efektif dan target Zero Over Dimension Over Load (ODOL) bisa tercapai di tahun 2027.

Selain itu, Dirjen Aan juga menekankan pengawasan dan penegakan hukum berbasis digital—seperti penggunaan CCTV, ETLE, dan weigh in motion (WIM)—juga harus dimaknai sebagai bagian dari kerja sama Kemenhub dangan Polri terutama dalam menangani kendaraan lebih dimensi dan muatan.

Penggunaan teknologi digital ini, bukan sebagai proses yang menghapus peran manusia dalam penanganan masalah transportasi.

“Nantinya penegakan hukum yang kita lakukan tidak lagi konvensional tapi berbasis IT yang terintegrasi sebagai terobosan hukum, sehingga penegakan hukumnya bisa lebih maksimal,” kata dia.

Integrasi teknologi dalam penegakan hukum ini pun dinilai penting karena PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Kemenhub jumlahnya terbatas. Sementara kebutuhan pengawasan di lapangan terus meningkat.

Data dan Sinergi K/L dalam Operasi Angkutan Nataru

Selain untuk pengawasan dan penegakan hukum, integrasi data juga diperlukan dalam menyukseskan operasi penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru.

Dirjen Aan berpendapat, dengan menggabungkan data yang ada pada stakeholders, permasalahan lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru bisa diprediksi dan lebih cepat ditangani.

“Kalau kita punya data yang saling terintegrasi, kita bisa prediksi kapan dan di mana terjadi kemacetan atau perlambatan. Itu semua bisa diprediksi dengan data dan penyusunan strategi menghadapinya juga bisa dilakukan dengan integrasi data,” imbuhnya.

Dirjen Aan pun berharap kerja sama antara Kemenhub dengan Polri bisa terus dilakukan dan dikembangkan terutama berbasis teknologi.

Turut hadir dalam rakor ini Karokerma Stamaops Polri Brigjen Pol. Sagung Dian Kartini; Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Operator Bus Listrik Terbanyak di Indonesia, DAMRI Operasikan 316 Unit Bus Listrik untuk Layanan Transjakarta

29 Agustus 2026 - 05:23 WIB

Ditjen Hubdat Mulai Normalisasi Kendaraan ODOL di Kalimantan Timur

28 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

27 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026

27 Agustus 2026 - 22:28 WIB

JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO

27 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Ditjen Intram dan JICA Perkuat Integrasi Transportasi Publik Jabodetabek, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

27 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Peningkatan Keselamatan Bertransportasi di Kepulauan Riau

24 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Gajian Tiba, Waktunya Jalan-Jalan! Ada Diskon 20% dari DAMRI

24 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Alhamdulillah, Operasional Transportasi di Wilayah Kalimantan Berjalan Normal

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Trending di ANJUNGAN