Wartatrans.com, BANDA ACEH — Kesenian Aceh (DKA) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026 yang berlangsung di sejumlah daerah, mulai dari Banda Aceh, Aceh Tengah (Takengon), Bireuen, hingga Aceh Besar (Jantho).
Ketua Dewan Kesenian Aceh, Tengku Afifuddin, menilai PPN XIV bukan sekadar pertemuan para penyair, tetapi merupakan kegiatan produktif yang memiliki nilai strategis sebagai diplomasi budaya di tingkat internasional.

“PPN XIV menghadirkan peserta dari 14 negara. Ini bukan hanya kegiatan sastra, tetapi menjadi diplomasi budaya yang memperkenalkan Aceh kepada dunia melalui puisi, seni, dan tradisi yang kita miliki,” ujar Tengku Afifuddin.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan di beberapa kabupaten/kota menunjukkan bahwa geliat kebudayaan tidak lagi terpusat di ibu kota provinsi, melainkan menyentuh berbagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah.
DKA mengapresiasi panitia yang menghadirkan rangkaian kegiatan lintas daerah, sehingga para tamu dari dalam dan luar negeri dapat mengenal langsung keragaman budaya Aceh, mulai dari seni pertunjukan, sastra, tradisi, hingga potensi wisata budaya.
Afifuddin berharap momentum PPN XIV dapat memperkuat ekosistem sastra dan kebudayaan Aceh serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara seniman Aceh dengan komunitas sastra dunia.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda budaya internasional yang memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat kebudayaan di kawasan,” katanya.
PPN XIV Aceh 2026 diikuti penyair, sastrawan, akademisi, dan pegiat budaya dari 14 negara serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 22–28 Juni 2026 dengan mengusung semangat memperkuat persaudaraan, literasi, dan dialog antarbangsa melalui sastra. Selain pembacaan puisi, kegiatan juga diisi seminar, sarasehan, diskusi kebudayaan, pertunjukan seni, serta kunjungan budaya di Banda Aceh, Takengon, Bireuen, dan Jantho. Kehadiran peserta internasional menjadikan PPN XIV sebagai panggung diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Aceh kepada dunia.*** (Jasa)






























