Menu

Mode Gelap
Tarif Listrik di ASEAN Dinilai Kurang Kompetitif, Stabilitas Dijaga tetapi Bebani Fiskal Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026 3 Maskapai Siap Terbangkan Jemaah Umrah dari Terminal 2F Bandara Soetta, 1 Juli Tiket Diskon Kereta 30 Persen Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Manfaatkan Libur Sekolah

SENI BUDAYA

DKA Dukung Penuh PPN XIV Aceh, Tengku Afifuddin: Ini Diplomasi Budaya yang Mengangkat Nama Daerah

badge-check


 DKA Dukung Penuh PPN XIV Aceh, Tengku Afifuddin: Ini Diplomasi Budaya yang Mengangkat Nama Daerah Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Kesenian Aceh (DKA) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026 yang berlangsung di sejumlah daerah, mulai dari Banda Aceh, Aceh Tengah (Takengon), Bireuen, hingga Aceh Besar (Jantho).

Ketua Dewan Kesenian Aceh, Tengku Afifuddin, menilai PPN XIV bukan sekadar pertemuan para penyair, tetapi merupakan kegiatan produktif yang memiliki nilai strategis sebagai diplomasi budaya di tingkat internasional.

“PPN XIV menghadirkan peserta dari 14 negara. Ini bukan hanya kegiatan sastra, tetapi menjadi diplomasi budaya yang memperkenalkan Aceh kepada dunia melalui puisi, seni, dan tradisi yang kita miliki,” ujar Tengku Afifuddin.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan di beberapa kabupaten/kota menunjukkan bahwa geliat kebudayaan tidak lagi terpusat di ibu kota provinsi, melainkan menyentuh berbagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah.

DKA mengapresiasi panitia yang menghadirkan rangkaian kegiatan lintas daerah, sehingga para tamu dari dalam dan luar negeri dapat mengenal langsung keragaman budaya Aceh, mulai dari seni pertunjukan, sastra, tradisi, hingga potensi wisata budaya.

Afifuddin berharap momentum PPN XIV dapat memperkuat ekosistem sastra dan kebudayaan Aceh serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara seniman Aceh dengan komunitas sastra dunia.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda budaya internasional yang memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat kebudayaan di kawasan,” katanya.

PPN XIV Aceh 2026 diikuti penyair, sastrawan, akademisi, dan pegiat budaya dari 14 negara serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 22–28 Juni 2026 dengan mengusung semangat memperkuat persaudaraan, literasi, dan dialog antarbangsa melalui sastra. Selain pembacaan puisi, kegiatan juga diisi seminar, sarasehan, diskusi kebudayaan, pertunjukan seni, serta kunjungan budaya di Banda Aceh, Takengon, Bireuen, dan Jantho. Kehadiran peserta internasional menjadikan PPN XIV sebagai panggung diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Aceh kepada dunia.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puisi Tak Lagi Sekadar Dibaca, PPN XIV Aceh Dorong Sastra Menembus Musik dan Teknologi

26 Juni 2026 - 19:14 WIB

Tengku Afifuddin: Sastra Klasik Aceh Adalah Rekaman Peradaban yang Tak Tergantikan AI

26 Juni 2026 - 17:44 WIB

Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri Baca Puisi di PPN XIV Aceh, Rayakan Ulang Tahun ke-85 dengan Iringan Musik “Selamat Ulang Tahun”

26 Juni 2026 - 17:36 WIB

Semau Gue, Pameran Seni Rupa 54 Seniman Meriahkan HUT Ke-499 Jakarta

26 Juni 2026 - 06:20 WIB

Parade Baca Puisi PPN XIV Berlangsung Seharian, Ditutup di Galeri Kopi Aceh Tengah

24 Juni 2026 - 21:21 WIB

Puisi Mengalun di Temas River Park, Peserta PPN XIV Nikmati Sastra di Tengah Alam Takengon

24 Juni 2026 - 18:16 WIB

ISU ISI 2026 Dorong Kolaborasi Seni dan Kewirausahaan di ISI Padangpanjang

24 Juni 2026 - 16:19 WIB

Catatan Putra Gara dari PPN XIV Aceh: Bur Telege Menjadi Panggung Sastra dan Budaya

24 Juni 2026 - 11:44 WIB

Catatan Pilo Poly: PPN XIV Menemukan Rumahnya di Aceh

23 Juni 2026 - 22:56 WIB

Pameran Fotografi Menelusuri Identitas dalam Lintas Waktu

23 Juni 2026 - 18:16 WIB

Trending di SENI BUDAYA