Menu

Mode Gelap
Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81 3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

TNI-POLRI

Gakkum Telusuri Kayu Ilegal di Sungai Pawan hingga Hutan Produksi Ulak Medang

badge-check


 Gakkum Telusuri Kayu Ilegal di Sungai Pawan hingga Hutan Produksi Ulak Medang Perbesar

Wartatrans.com, KETAPANG — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan menelusuri asal ratusan batang kayu ilegal yang ditemukan mengapung di Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penelusuran tersebut mengarah ke kawasan hutan produksi di Desa Ulak Medang dan berujung pada penemuan lebih dari 1.500 batang kayu tanpa izin.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas pengangkutan kayu bulat mencurigakan dari wilayah hulu Sungai Pawan. Menindaklanjuti laporan itu, tim Gakkum Kehutanan melakukan patroli pada Sabtu dini hari, 17 Januari 2026.
Dalam patroli tersebut, petugas menemukan sebuah rakit kayu yang baru merapat di seberang industri pengolahan kayu di Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong. Rakit itu memuat sekitar 600 batang kayu bulat jenis rimba campuran.

“Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan seluruh kayu tidak dilengkapi dokumen resmi, baik SKSHHK maupun perizinan lainnya,” kata Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Leonardo Gultom, Selasa, 20 Januari 2026.

Ketiadaan dokumen tersebut mendorong petugas menelusuri jalur distribusi kayu hingga ke wilayah hulu. Beberapa jam setelah pengamanan rakit, tim bergerak menyusuri Sungai Pawan dan tiba di kawasan hutan produksi Sungai Sentap–Kacang, Desa Ulak Medang.

Di lokasi itu, petugas menemukan sejumlah titik penebangan dan penimbunan kayu ilegal di dalam kawasan hutan. Dari hasil penghitungan awal, lebih dari 1.500 batang kayu berhasil diamankan.

“Akses ke lokasi cukup sulit, harus melalui jalur air dan dilanjutkan berjalan kaki menembus hutan,” ujar Leonardo.

Selain kayu, petugas juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk pembalakan liar. Namun, tidak satu pun pelaku ditemukan di lokasi penimbunan saat penggerebekan berlangsung.

Menurut Leonardo, ketiadaan pelaku di tempat kejadian tidak menghentikan proses hukum. Gakkum Kehutanan akan terus mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan yang terlibat, termasuk aktor pengendali dan penyandang dana.

“Kami tidak berhenti pada barang bukti. Kasus ini akan kami kembangkan untuk membongkar pelaku intelektual dan pemodalnya,” katanya.

Ia menyebutkan, praktik tersebut melanggar undang-undang di bidang kehutanan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp2,5 miliar.

Dalam pengungkapan awal di Sungai Pawan, petugas telah mengamankan lima orang untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai peran masing-masing pihak dan menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

Leonardo menegaskan, penindakan hingga ke sumber kayu menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas pembalakan liar dari hulu ke hilir. “Kami ingin memutus mata rantai kejahatan kehutanan, bukan sekadar menghentikan peredarannya,” ujarnya.***

DWIGYDZIGY

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81

20 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

20 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Trending di RAGAM