Menu

Mode Gelap
Layanan Kereta Bersubsidi Layani 155 Juta Pelanggan Selama Januari–April 2026 Bedah Buku “Diplomasi Sengketa 4 Pulau”, Tokoh Aceh Soroti Pentingnya Data dan Potensi Ekonomi SBY Cup 2026 Berakhir Sukses, LavAni Meraih Juara dan Empat Penghargaan Individual Meriahkan HJB TH 2026,Pemkab Bogor Luncurkan Pelayanan Publik 100 Jam Non Stop Rian Hidayat Resmi Daftar Calon Ketua Umum BM PAN, Usung Agenda Konsolidasi dan Kemenangan PAN 2029 KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

PERISTIWA

Halimah Munawir Bacakan Puisi “Diam Sangat Menyakitkan” di Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh

badge-check


 Halimah Munawir Bacakan Puisi “Diam Sangat Menyakitkan” di Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA  — Sastrawan dan penyair Halimah Munawir tampil membacakan puisi dalam acara Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh yang digelar oleh Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) berkolaborasi dengan Desember Kopi Gayo, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2026).

Dalam suasana reflektif dan penuh empati, Halimah membacakan satu puisi karyanya berjudul “Diam Sangat Menyakitkan”, sebuah sajak yang lahir dari keprihatinan mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh pada 2025. Puisi tersebut menyuarakan kritik keras terhadap keserakahan, pembabatan hutan, serta sikap diam yang dianggap turut memperpanjang penderitaan korban bencana.

Puisi itu dibuka dengan metafora getir tentang kehidupan yang tercerabut dari akarnya, lalu mengalir menjadi tudingan moral terhadap kerakusan ekonomi yang mengorbankan nyawa manusia. Halimah juga mengaitkan semangat perlawanan tokoh pahlawan nasional Aceh, Cut Nyak Dien, sebagai simbol ajakan untuk melawan perusakan alam dan ketidakadilan ekologis di masa kini.

“Kita jangan mati rasa / Diam sangat menyakitkan / Bagi nyawa-nyawa yang terkubur,” demikian penggalan penutup puisi yang dibacakan Halimah, menggema kuat di hadapan para hadirin.

Acara Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas seni dan kemanusiaan, sekaligus ruang refleksi atas krisis ekologis yang terus berulang di Tanah Rencong. Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan ekspresi seni lintas disiplin.

Halimah Munawir lahir di Cirebon, 18 Januari 1964. Ia mulai menulis sejak duduk di bangku SMA dan hingga kini aktif di berbagai organisasi serta komunitas sastra dan budaya. Karyanya meliputi novel, puisi, esai, hingga karya kolaboratif yang tersebar di berbagai penerbit nasional.

Beberapa novel penting karyanya antara lain The Sinden (Gramedia, 2011), Sucinya Cinta Sungai Gangga (Gramedia, 2013), Kidung Volendam (Gramedia, 2017), PADMI (Balai Pustaka, 2023), Pada Padang Lavender (Balai Pustaka, 2024), serta Bayi Merapi (Teresia, 2025). Dalam bidang puisi, Halimah menerbitkan antologi bilingual Bayang Firdaus (2021) dan Titik Nadir (2025), serta tengah menyiapkan buku terbarunya berjudul Keagungan Kota Suci.

Melalui puisinya di TIM malam itu, Halimah kembali menegaskan posisi sastra sebagai suara nurani—bukan hanya untuk merawat ingatan atas tragedi, tetapi juga sebagai seruan agar manusia tidak lagi diam ketika kemanusiaan dan alam terus dilukai.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bedah Buku “Diplomasi Sengketa 4 Pulau”, Tokoh Aceh Soroti Pentingnya Data dan Potensi Ekonomi

18 Mei 2026 - 16:30 WIB

Meriahkan HJB TH 2026,Pemkab Bogor Luncurkan Pelayanan Publik 100 Jam Non Stop

18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Rian Hidayat Resmi Daftar Calon Ketua Umum BM PAN, Usung Agenda Konsolidasi dan Kemenangan PAN 2029

18 Mei 2026 - 11:43 WIB

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak)

17 Mei 2026 - 21:57 WIB

MATRA Gelar Rangkaian Festival Budaya Nusantara Sambut Satu Dekade Pengabdian

17 Mei 2026 - 17:48 WIB

AHY: Agung Nugroho Bisa Jadi Teladan Kader Demokrat di Daerah

17 Mei 2026 - 16:54 WIB

Racun Pujian di Tengah Euforia Kirab Pajajaran

17 Mei 2026 - 16:12 WIB

Abu Mudi: Hidupkan Pengajian hingga ke Desa-desa

16 Mei 2026 - 21:40 WIB

Kartunis Imam Yunni Akan Meriahkan Pameran JAKARTUN

16 Mei 2026 - 19:50 WIB

Trending di SENI BUDAYA