Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

PERISTIWA

Halimah Munawir Bacakan Puisi “Diam Sangat Menyakitkan” di Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh

badge-check


 Halimah Munawir Bacakan Puisi “Diam Sangat Menyakitkan” di Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA  — Sastrawan dan penyair Halimah Munawir tampil membacakan puisi dalam acara Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh yang digelar oleh Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) berkolaborasi dengan Desember Kopi Gayo, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2026).

Dalam suasana reflektif dan penuh empati, Halimah membacakan satu puisi karyanya berjudul “Diam Sangat Menyakitkan”, sebuah sajak yang lahir dari keprihatinan mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh pada 2025. Puisi tersebut menyuarakan kritik keras terhadap keserakahan, pembabatan hutan, serta sikap diam yang dianggap turut memperpanjang penderitaan korban bencana.

Puisi itu dibuka dengan metafora getir tentang kehidupan yang tercerabut dari akarnya, lalu mengalir menjadi tudingan moral terhadap kerakusan ekonomi yang mengorbankan nyawa manusia. Halimah juga mengaitkan semangat perlawanan tokoh pahlawan nasional Aceh, Cut Nyak Dien, sebagai simbol ajakan untuk melawan perusakan alam dan ketidakadilan ekologis di masa kini.

“Kita jangan mati rasa / Diam sangat menyakitkan / Bagi nyawa-nyawa yang terkubur,” demikian penggalan penutup puisi yang dibacakan Halimah, menggema kuat di hadapan para hadirin.

Acara Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas seni dan kemanusiaan, sekaligus ruang refleksi atas krisis ekologis yang terus berulang di Tanah Rencong. Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan ekspresi seni lintas disiplin.

Halimah Munawir lahir di Cirebon, 18 Januari 1964. Ia mulai menulis sejak duduk di bangku SMA dan hingga kini aktif di berbagai organisasi serta komunitas sastra dan budaya. Karyanya meliputi novel, puisi, esai, hingga karya kolaboratif yang tersebar di berbagai penerbit nasional.

Beberapa novel penting karyanya antara lain The Sinden (Gramedia, 2011), Sucinya Cinta Sungai Gangga (Gramedia, 2013), Kidung Volendam (Gramedia, 2017), PADMI (Balai Pustaka, 2023), Pada Padang Lavender (Balai Pustaka, 2024), serta Bayi Merapi (Teresia, 2025). Dalam bidang puisi, Halimah menerbitkan antologi bilingual Bayang Firdaus (2021) dan Titik Nadir (2025), serta tengah menyiapkan buku terbarunya berjudul Keagungan Kota Suci.

Melalui puisinya di TIM malam itu, Halimah kembali menegaskan posisi sastra sebagai suara nurani—bukan hanya untuk merawat ingatan atas tragedi, tetapi juga sebagai seruan agar manusia tidak lagi diam ketika kemanusiaan dan alam terus dilukai.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Trending di RAGAM