Menu

Mode Gelap
Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

PERISTIWA

Halimah Munawir Bacakan Puisi “Diam Sangat Menyakitkan” di Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh

badge-check


 Halimah Munawir Bacakan Puisi “Diam Sangat Menyakitkan” di Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA  — Sastrawan dan penyair Halimah Munawir tampil membacakan puisi dalam acara Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh yang digelar oleh Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) berkolaborasi dengan Desember Kopi Gayo, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2026).

Dalam suasana reflektif dan penuh empati, Halimah membacakan satu puisi karyanya berjudul “Diam Sangat Menyakitkan”, sebuah sajak yang lahir dari keprihatinan mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh pada 2025. Puisi tersebut menyuarakan kritik keras terhadap keserakahan, pembabatan hutan, serta sikap diam yang dianggap turut memperpanjang penderitaan korban bencana.

Puisi itu dibuka dengan metafora getir tentang kehidupan yang tercerabut dari akarnya, lalu mengalir menjadi tudingan moral terhadap kerakusan ekonomi yang mengorbankan nyawa manusia. Halimah juga mengaitkan semangat perlawanan tokoh pahlawan nasional Aceh, Cut Nyak Dien, sebagai simbol ajakan untuk melawan perusakan alam dan ketidakadilan ekologis di masa kini.

“Kita jangan mati rasa / Diam sangat menyakitkan / Bagi nyawa-nyawa yang terkubur,” demikian penggalan penutup puisi yang dibacakan Halimah, menggema kuat di hadapan para hadirin.

Acara Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas seni dan kemanusiaan, sekaligus ruang refleksi atas krisis ekologis yang terus berulang di Tanah Rencong. Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan ekspresi seni lintas disiplin.

Halimah Munawir lahir di Cirebon, 18 Januari 1964. Ia mulai menulis sejak duduk di bangku SMA dan hingga kini aktif di berbagai organisasi serta komunitas sastra dan budaya. Karyanya meliputi novel, puisi, esai, hingga karya kolaboratif yang tersebar di berbagai penerbit nasional.

Beberapa novel penting karyanya antara lain The Sinden (Gramedia, 2011), Sucinya Cinta Sungai Gangga (Gramedia, 2013), Kidung Volendam (Gramedia, 2017), PADMI (Balai Pustaka, 2023), Pada Padang Lavender (Balai Pustaka, 2024), serta Bayi Merapi (Teresia, 2025). Dalam bidang puisi, Halimah menerbitkan antologi bilingual Bayang Firdaus (2021) dan Titik Nadir (2025), serta tengah menyiapkan buku terbarunya berjudul Keagungan Kota Suci.

Melalui puisinya di TIM malam itu, Halimah kembali menegaskan posisi sastra sebagai suara nurani—bukan hanya untuk merawat ingatan atas tragedi, tetapi juga sebagai seruan agar manusia tidak lagi diam ketika kemanusiaan dan alam terus dilukai.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 Juli 2026 - 11:20 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

IKAC Salurkan Bantuan Pangan untuk Ratusan Warga, Kolaborasi dengan Kecamatan Arjawinangun Perkuat Kepedulian Sosial

2 Juli 2026 - 10:08 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Trending di SENI BUDAYA