Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

SENI BUDAYA

Indra Adhari Konsisten Berkarya, Rilis “Seperti Kacang Lupa Kulit” dalam Skema One Month One Song

badge-check


 Indra Adhari Konsisten Berkarya, Rilis “Seperti Kacang Lupa Kulit” dalam Skema One Month One Song Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Produktivitas menjadi kata kunci bagi musisi muda Indra Adhari dalam menjaga eksistensinya di industri musik Tanah Air. Melalui rilisan terbarunya bertajuk “Seperti Kacang Lupa Kulit” (SKLK), Indra menegaskan komitmennya menjalani konsep “One Month One Song”, sebuah strategi berkarya yang menuntut konsistensi sekaligus keberanian eksplorasi.

Program tersebut digagas oleh Bois Famous Maker dan telah dijalankan sejak Januari 2026. Dalam skema ini, Indra merilis satu single setiap bulan di berbagai platform digital, mulai dari YouTube hingga media sosial. Lagu SKLK menjadi rilisan keempat dalam rangkaian tersebut.

Berbeda dari sudut pandang personal, lagu ini menghadirkan kritik sosial yang relevan. “Seperti Kacang Lupa Kulit” mengangkat fenomena perubahan sikap seseorang yang menjadi sombong dan melupakan asal-usul setelah meraih kesuksesan. Dengan balutan pop melayu, Indra mencoba menyampaikan pesan moral secara ringan namun mengena.

Secara keseluruhan, lagu ini menandai karya ke-49 Indra yang telah dipublikasikan di platform digital. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi seorang musisi yang meniti karier dari bawah—dari pengamen jalanan hingga tampil di berbagai panggung kafe dan konser.

Di tengah dinamika industri musik yang kompetitif, pendekatan “One Month One Song” dinilai sebagai langkah yang tidak lazim. Namun justru di situlah letak tantangannya. Selain menjaga kualitas karya, pola ini juga menuntut kedisiplinan produksi serta kemampuan membaca selera pasar.

Di luar aktivitas bermusik, Indra juga mengembangkan usaha di bidang produksi periklanan berbasis UMKM. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa musisi masa kini dituntut adaptif, tidak hanya kreatif secara artistik tetapi juga tangguh secara kewirausahaan.

Sementara itu, Bois melihat konsep yang dijalankan Indra sebagai eksperimen kreatif yang berpotensi membuka pola baru dalam industri musik Indonesia. Dengan target berjalan selama satu tahun, program ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki daya saing komersial.

Kehadiran “Seperti Kacang Lupa Kulit” menjadi penanda bahwa konsistensi masih menjadi fondasi penting dalam berkesenian. Di tengah arus cepat industri digital, langkah Indra Adhari menunjukkan bahwa ketekunan dan gagasan segar tetap memiliki ruang untuk tumbuh.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Trending di SENI BUDAYA