Menu

Mode Gelap
Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

WISATA

InJourney Percepat Konsolidasi Hotel BUMN, Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

badge-check


 InJourney Percepat Konsolidasi Hotel BUMN, Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mempercepat proses konsolidasi portofolio hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui anak usahanya, PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor pariwisata nasional untuk membangun industri perhotelan yang lebih terintegrasi, profesional, dan berdaya saing global.

Proses konsolidasi memasuki tahapan penting melalui penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang berlangsung pada 11 Juni 2026 dan dilanjutkan pada 26 Juni 2026. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun sektor perhotelan yang lebih efisien, terintegrasi, serta mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi negara.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan konsolidasi tersebut bukan sekadar penyatuan aset hotel, tetapi merupakan transformasi strategis untuk memperkuat industri hospitality Indonesia di tingkat global.

“Konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan aset hotel, tetapi merupakan langkah transformasi untuk membangun fondasi industri hospitality Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global. Melalui InJourney Hospitality, kami ingin membangun portofolio hotel yang lebih terstruktur, mengangkat keunggulan heritage Indonesia sebagai diferensiasi yang ditawarkan kepada pelanggan, serta menciptakan value creation yang berkelanjutan,” ujar Maya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).

Menurutnya, konsolidasi tersebut juga menjadi solusi atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi hotel-hotel BUMN, seperti fragmentasi merek, perbedaan standar layanan, hingga belum optimalnya kinerja operasional. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, setiap aset diharapkan dapat berkembang lebih maksimal sekaligus menciptakan sinergi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem pariwisata.

Tahap awal konsolidasi dimulai melalui pengalihan unit bisnis hotel milik InJourney Group kepada InJourney Hospitality. Aset yang dialihkan meliputi The Manohara Hotel, Pullman Mandalika, serta lima hotel bandara yang dikelola IAS Group. Pada tahap yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) sebagai bagian dari penataan struktur kepemilikan hotel di lingkungan InJourney.

Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, InJourney menandatangani CSPA bersama sembilan BUMN, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk Group, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Group, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Group, PT Hutama Karya (Persero) Group, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Group, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Group, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Group, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Group.

Kesepakatan tersebut mencakup proses pengambilalihan aset, pemisahan usaha, hingga pengambilalihan saham unit bisnis hotel sebagai bagian dari konsolidasi Hotel BUMN.

InJourney meyakini langkah tersebut akan menghasilkan pengelolaan hotel yang semakin profesional, optimal, dan kompetitif di tingkat global, sekaligus memperkuat kontribusi sektor hospitality terhadap pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional.

Maya menambahkan, keberhasilan transformasi ini tidak lepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengaturan BUMN, Danantara Asset Management, seluruh BUMN pemilik aset hotel, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses konsolidasi.

“Transformasi sebesar ini hanya dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong. Dengan kolaborasi yang erat antar seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis konsolidasi Hotel BUMN akan menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata nasional yang semakin kuat, memberikan pengalaman kelas dunia bagi pelanggan, serta menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” tutup Maya.

Melalui konsolidasi tersebut, InJourney menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem aviasi dan pariwisata yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan berkelas dunia, sekaligus mendukung Indonesia menjadi destinasi pariwisata unggulan di tingkat global.*** (Omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri Dorong Pariwisata Kabupaten Bogor Jadi Sumber PAD dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

13 Agustus 2026 - 11:11 WIB

InJourney dan Garuda Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisman ke Destinasi Indonesia

12 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, DAMRI Hadirkan Layanan KSPN Kawah Ijen

12 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Garuda Indonesia Sediakan 170.845 Kursi Penerbangan Domestik Gratis bagi Wisman, InJourney Respon Positif

11 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Reservasi Resmi Dibuka, The Langham, Custom House Bangkok Siap Sambut Tamu Mulai Desember

5 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Yogyakarta–YIA Cuma Rp50.000, Naik DAMRI Makin Hemat Sepanjang Agustus

4 Agustus 2026 - 22:32 WIB

DAMRI Siapkan Layanan ke Kalianda, Perkuat Konektivitas Lampung Selatan

2 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Rumah Budaya HMA, Destinasi Wisata Alam dan Budaya yang Hadirkan Ruang Kreativitas dan Rekreasi

25 Juli 2026 - 09:06 WIB

Bertemu Awak Media Jakarta, Ahli Waris Kapitan Pattimura Frans Matulessy Dapat Dukungan Moril Pembangunan Museum

21 Juli 2026 - 21:22 WIB

Mulai Rp5.000 Saja, DAMRI Antar Wisatawan dari Kota Denpasar ke Desa Wisata Penglipuran

14 Juli 2026 - 20:22 WIB

Trending di JALUR