Wartatrans.com, BANDA ACEH – Suasana pelaksanaan PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh semakin khidmat ketika wartawan Wartatrans.com, Jasa Purnama, membacakan puisi berjudul Surya Menggeliat. Puisi tersebut menjadi salah satu penampilan yang menghidupkan nuansa sastra dan spiritual dalam rangkaian kegiatan.
Puisi yang ditulis di Takengon Nosar pada 1 Januari 2026 itu sarat dengan perenungan tentang kehidupan, keikhlasan, penghambaan kepada Tuhan, serta perjalanan batin manusia menuju keberkahan. Melalui rangkaian diksi yang puitis, Jasa Purnama mengajak hadirin merenungkan makna hidup, amanah, dan kepasrahan kepada Sang Pencipta.

Pembacaan puisi mendapat perhatian para peserta PPN XIV Aceh yang mengikuti kegiatan di Perpustakaan Aceh. Penampilan tersebut menambah warna dalam forum yang tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah ekspresi seni dan budaya.
Berikut puisi “Surya Menggeliat” karya Jasa Purnama:
Surya Menggeliat
Tidur dalam mimpi
Terbangun kecupan api
Terdengar tangisan diri
Terang cahaya hidup atau mati
Tenaga semakin melemah
Terasa hatiku gelisah
Tak pernah ku dapati susah
Takala sampai amanah
Terarah ke jalan berkah
Tempatku selalu khalifah
Tenangkan jiwaku dalam tari’qah
Terbang bersama Bismillah
Tenang dan terarah
Temui aku bersamu ya Nun
Tentramkan aku karna arah
Tingkatkan aku karna lillah
Tempat dimana aku beribadah
Tetapi aku tidak pernah lengah
Tanganku seakan mengarah
Tekanan jariku terus bermusabah
Tak henti sampai datang arwah
Teruskanlah… teruskanlah…
Tersadarku adalah milik ya Aghisni
Terengah nafasku gerakan lidah
Tentramkan hatiku meruah
Tamatkan untuk bersedekah
Tawaran diriku akan selalu padamu ya Nun, dan katakanlah air
Takan pernah luka sekalipun dihujam seribu sayatan
Tuhan berikan aku tempat ini megah
Untuk aku datangi lagi
Hari-hari akhirku
Alangkah indahnya dunia-Mu
Niscaya kemegahan selalu bersamamu ya Aghisni.
Takengon Nosar, 1 Januari 2026
Pembacaan puisi ini menjadi penegas bahwa PPN XIV Aceh bukan hanya ruang bertukar gagasan, tetapi juga panggung bagi lahirnya karya-karya sastra yang merefleksikan nilai spiritual, kemanusiaan, dan kecintaan terhadap budaya.*** (Agam)






























