Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Jasa Purnama Bacakan Puisi “Surya Menggeliat” pada PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh

badge-check


 Jasa Purnama Bacakan Puisi “Surya Menggeliat” pada PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Suasana pelaksanaan PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh semakin khidmat ketika wartawan Wartatrans.com, Jasa Purnama, membacakan puisi berjudul Surya Menggeliat. Puisi tersebut menjadi salah satu penampilan yang menghidupkan nuansa sastra dan spiritual dalam rangkaian kegiatan.

Puisi yang ditulis di Takengon Nosar pada 1 Januari 2026 itu sarat dengan perenungan tentang kehidupan, keikhlasan, penghambaan kepada Tuhan, serta perjalanan batin manusia menuju keberkahan. Melalui rangkaian diksi yang puitis, Jasa Purnama mengajak hadirin merenungkan makna hidup, amanah, dan kepasrahan kepada Sang Pencipta.

Pembacaan puisi mendapat perhatian para peserta PPN XIV Aceh yang mengikuti kegiatan di Perpustakaan Aceh. Penampilan tersebut menambah warna dalam forum yang tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah ekspresi seni dan budaya.

Berikut puisi “Surya Menggeliat” karya Jasa Purnama:

 

Surya Menggeliat

Tidur dalam mimpi

Terbangun kecupan api

Terdengar tangisan diri

Terang cahaya hidup atau mati

 

Tenaga semakin melemah

Terasa hatiku gelisah

Tak pernah ku dapati susah

Takala sampai amanah

Terarah ke jalan berkah

Tempatku selalu khalifah

Tenangkan jiwaku dalam tari’qah

Terbang bersama Bismillah

Tenang dan terarah

 

Temui aku bersamu ya Nun

Tentramkan aku karna arah

Tingkatkan aku karna lillah

Tempat dimana aku beribadah

Tetapi aku tidak pernah lengah

Tanganku seakan mengarah

Tekanan jariku terus bermusabah

Tak henti sampai datang arwah

 

Teruskanlah… teruskanlah…

Tersadarku adalah milik ya Aghisni

Terengah nafasku gerakan lidah

Tentramkan hatiku meruah

Tamatkan untuk bersedekah

Tawaran diriku akan selalu padamu ya Nun, dan katakanlah air

Takan pernah luka sekalipun dihujam seribu sayatan

Tuhan berikan aku tempat ini megah

Untuk aku datangi lagi

Hari-hari akhirku

Alangkah indahnya dunia-Mu

Niscaya kemegahan selalu bersamamu ya Aghisni.

 

Takengon Nosar, 1 Januari 2026

 

Pembacaan puisi ini menjadi penegas bahwa PPN XIV Aceh bukan hanya ruang bertukar gagasan, tetapi juga panggung bagi lahirnya karya-karya sastra yang merefleksikan nilai spiritual, kemanusiaan, dan kecintaan terhadap budaya.*** (Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA