Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

EKOBIS

Jasa Raharja Gelar Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi, Bahas Kesiapan Mudik Lebaran

badge-check


 Dirut Jasa Raharja bersama Kakorlantas Polri Perbesar

Dirut Jasa Raharja bersama Kakorlantas Polri

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk Ngobrol
Santai Bersama Pakar Transportasi yang mempertemukan para pakar transportasi,
akademisi, serta pemangku kepentingan.

Acara ini membahas kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026, di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun
berbagai pandangan strategis terkait keselamatan transportasi dan pengelolaan
mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pakar transportasi, di antaranya Ki Darmaningtyas, bersama para akademisi dan perwakilan komunitas transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Forum ini juga dihadiri oleh Direktur Utama
Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Dirut Jasa Raharja Awaluddin mengungkapkan, diskusi bersama para pakar
transportasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.

“Dalam pertemuan sore ini kami menerima banyak masukan dari para pakar transportasi. Banyak hal yang saling bersambut, termasuk penjelasan dari Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran. Bagi kami di Jasa Raharja, momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” tutur Awaluddin.

Jasa Raharja menurutnya, telah menyiapkan berbagai langkah operasional dalam
program Siaga Lebaran 2026.

Di antaranya melalui mobilisasi sekitar 2.000 personel di 29 kantor wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia, serta penguatan 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang terdiri dari lima tim terpusat dan 24 tim yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami juga berkontribusi dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah wilayah strategis jalur mudik, serta memberikan dukungan operasional melalui 15 hibah tenda taktis untuk mendukung pelayanan selama Operasi Ketupat,” ujarnya.

“Kami juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan secara online dengan rumah sakit, serta menjalankan kegiatan edukasi dan imbauan
keselamatan di sekitar 1.700 titik lokasi. Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.”

Dia turut menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian kesiapan mudik.

“Harapan kami sederhana: masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak,” imbuh dia.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus mengapresiasi atas inisiatif Jasa Raharja yang menghadirkan forum diskusi bersama para
pakar transportasi dan akademisi.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Dirut Jasa Raharja yang telah mengundang kami bersama para pakar transportasi dan akademisi untuk
mendapatkan saran dan masukan. Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idul Fitri berjalan aman,” ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian skenario pengamanan mudik telah disiapkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak.

“Kami siap menjaga masyarakat yang berangkat mudik hingga sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Berangkat selamat, pulang juga selamat. Skenario pengamanan di jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, tempat wisata, hingga tempat ibadah telah dikolaborasikan. Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergitas,” kata Agus.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi ruang bagi para pakar transportasi untuk memberikan berbagai masukan strategis guna memperkuat
langkah-langkah operasional di lapangan.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat,
akademisi, dan para pemangku kepentingan transportasi, diharapkan arus mudik dan
balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN