Menu

Mode Gelap
Evakuasi KRL di Bekasi Timur Masih Berlangsung, Layanan ke Cikarang Ditargetkan Beroperasi Rabu Siang KAI Daop 1 Minta Maaf, Sejumlah KA dari Gambir dan Pasar Senen Masih Terlambat hingga Dibatalkan Imbas KRL Tertemper Taksi Green SM di Bekasi, Ditjen Hubdat Panggil Manajemen Xanh Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Latihan Dalmas, Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Hari Buruh Internasional 2026 Tomi Hermawan: Radio Harus Jadi Kurator dan Sahabat Pendengar 74 Tahun Berlayar, PELNI Tunjukkan Capaian Transformasi Kuat

EKOBIS

Jasa Raharja Gelar Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi, Bahas Kesiapan Mudik Lebaran

badge-check


 Dirut Jasa Raharja bersama Kakorlantas Polri Perbesar

Dirut Jasa Raharja bersama Kakorlantas Polri

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk Ngobrol
Santai Bersama Pakar Transportasi yang mempertemukan para pakar transportasi,
akademisi, serta pemangku kepentingan.

Acara ini membahas kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026, di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun
berbagai pandangan strategis terkait keselamatan transportasi dan pengelolaan
mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pakar transportasi, di antaranya Ki Darmaningtyas, bersama para akademisi dan perwakilan komunitas transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Forum ini juga dihadiri oleh Direktur Utama
Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Dirut Jasa Raharja Awaluddin mengungkapkan, diskusi bersama para pakar
transportasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.

“Dalam pertemuan sore ini kami menerima banyak masukan dari para pakar transportasi. Banyak hal yang saling bersambut, termasuk penjelasan dari Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran. Bagi kami di Jasa Raharja, momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” tutur Awaluddin.

Jasa Raharja menurutnya, telah menyiapkan berbagai langkah operasional dalam
program Siaga Lebaran 2026.

Di antaranya melalui mobilisasi sekitar 2.000 personel di 29 kantor wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia, serta penguatan 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang terdiri dari lima tim terpusat dan 24 tim yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami juga berkontribusi dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah wilayah strategis jalur mudik, serta memberikan dukungan operasional melalui 15 hibah tenda taktis untuk mendukung pelayanan selama Operasi Ketupat,” ujarnya.

“Kami juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan secara online dengan rumah sakit, serta menjalankan kegiatan edukasi dan imbauan
keselamatan di sekitar 1.700 titik lokasi. Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.”

Dia turut menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian kesiapan mudik.

“Harapan kami sederhana: masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak,” imbuh dia.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus mengapresiasi atas inisiatif Jasa Raharja yang menghadirkan forum diskusi bersama para
pakar transportasi dan akademisi.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Dirut Jasa Raharja yang telah mengundang kami bersama para pakar transportasi dan akademisi untuk
mendapatkan saran dan masukan. Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idul Fitri berjalan aman,” ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian skenario pengamanan mudik telah disiapkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak.

“Kami siap menjaga masyarakat yang berangkat mudik hingga sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Berangkat selamat, pulang juga selamat. Skenario pengamanan di jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, tempat wisata, hingga tempat ibadah telah dikolaborasikan. Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergitas,” kata Agus.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi ruang bagi para pakar transportasi untuk memberikan berbagai masukan strategis guna memperkuat
langkah-langkah operasional di lapangan.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat,
akademisi, dan para pemangku kepentingan transportasi, diharapkan arus mudik dan
balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imbas KRL Tertemper Taksi Green SM di Bekasi, Ditjen Hubdat Panggil Manajemen Xanh

28 April 2026 - 20:26 WIB

74 Tahun Berlayar, PELNI Tunjukkan Capaian Transformasi Kuat

28 April 2026 - 19:39 WIB

Jasa Raharja Pastikan Jaminan Asuransi Korban Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 17:57 WIB

BKKP Luncurkan Inovasi SMM Fast di Priok, Dorong Transformasi BLU dan WBBM

28 April 2026 - 16:59 WIB

Garuda Siapkan 200 Ribu Kursi Penerbangan Harga Menarik di GOTF 2026

28 April 2026 - 16:24 WIB

Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3%

28 April 2026 - 12:41 WIB

Fundamental Solid, IPCM Catat Kinerja Positif di Laporan Keuangan Q1 2026

27 April 2026 - 19:39 WIB

Tangguh Di Tengah Tekanan Global, IPCC Catat Kinerja Keuangan Positif pada Q1 2026

27 April 2026 - 18:48 WIB

InJourney Hospitality dan Kampus Udayana MoU Kolaborasi Alih Pengetahuan

27 April 2026 - 18:35 WIB

INACA: Indonesia Aero Summit 2026 Bahas Sustainable Aviation Ecosystem

27 April 2026 - 14:43 WIB

Trending di BANDARA