Kadis Arsip
Artatrans.com, TAKENGON – Persiapan pelaksanaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026 terus dimatangkan oleh panitia di Aceh Tengah. Kegiatan yang mengusung tema “Puisi untuk Kemanusiaan: Dari Diksi Jadi Aksi” itu akan berlangsung pada 22–28 Juni 2026 dan menghadirkan penyair serta pegiat sastra dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah negara di kawasan Nusantara.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Tengah, Zulfan Diara Gayo, menyambut baik penyelenggaraan ajang sastra internasional tersebut di Tanoh Gayo. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Aceh Tengah sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan kearifan lokal Gayo kepada dunia.
“Pertemuan Penyair Nusantara bukan sekadar agenda sastra, tetapi juga ruang perjumpaan budaya yang memperkuat persaudaraan antarbangsa melalui karya dan pemikiran. Aceh Tengah memiliki tradisi literasi dan kebudayaan yang kaya, sehingga momentum ini sangat penting untuk memperkenalkan identitas daerah kepada para tamu dari berbagai negara,” ujar Zulfan Diara Gayo.
Ia menambahkan, kehadiran para penyair dan sastrawan dari berbagai wilayah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti pembacaan puisi, diskusi sastra, peluncuran buku, dan pertunjukan seni budaya, masyarakat dapat memperoleh pengalaman langsung dalam memahami nilai-nilai kemanusiaan yang diusung dalam karya sastra.
Menurut Zulfan, sastra memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan memperkuat karakter bangsa. Karena itu, tema “Puisi untuk Kemanusiaan” dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan ruang dialog, empati, dan kebersamaan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan sastra, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya budaya membaca, menulis, dan berdiskusi di tengah masyarakat. Literasi yang kuat akan melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan mampu menjaga warisan budaya daerah,” katanya.
Zulfan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Tengah untuk menyukseskan pelaksanaan PPN XIV Aceh 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memberikan kesan positif kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah dan negara.
“Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan keramahan masyarakat Gayo sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, seni, dan tradisi yang kita miliki. Semoga Pertemuan Penyair Nusantara XIV menjadi peristiwa bersejarah yang memberi manfaat besar bagi kemajuan literasi dan kebudayaan Aceh Tengah,” pungkasnya.
PPN XIV Aceh 2026 dijadwalkan menghadirkan delegasi dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Nusantara. Selain forum sastra, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan berbagai agenda kebudayaan yang menampilkan kekhasan Tanoh Gayo sebagai salah satu pusat peradaban budaya di Aceh.*** (Jasa)






























