Menu

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Pengemudi Truk Waspada Saat Melintasi Perlintasan Sebidang Mengingat 3 Dosa Pertama dalam Kehidupan Manusia Disnav Banjarmasin Apresiasi Kepatuhan Pelaporan SBNP dan SROP/VTS Non-DJPL Perkuat Kolaborasi, Disnav Banjarmasin Konsisten Jaga Keselamatan Pelayaran Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir, TTL Raih Penghargaan Gold Program TJSL & CSR Award 2026 AI dan Diagnostik Presisi Pacu Industri Teknologi Kesehatan

PERON

KAI Perkuat Peran Rel Sumatera Selatan, Layani 2,31 Juta Penumpang dan 11,66 Juta Ton Barang

badge-check


 KAI Perkuat Peran Rel Sumatera Selatan, Layani 2,31 Juta Penumpang dan 11,66 Juta Ton Barang Perbesar

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran transportasi berbasis rel di Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas nasional.

Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan penumpang berbasis rel KAI Group di wilayah tersebut melayani 2.315.580 pelanggan, sementara angkutan barang Divre III Palembang mencapai 11,66 juta ton komoditas.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perkeretaapian di Sumatera Selatan memiliki peran strategis yang telah berkembang selama lebih dari satu abad dalam menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan produksi, pelabuhan, hingga permukiman masyarakat.

“Rel di Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai penghubung masyarakat dan ekonomi daerah. Dengan kapasitas besar dan jaringan yang terhubung ke simpul produksi, kereta api membantu logistik lebih efisien, menjaga pasokan, serta mendukung harga yang lebih terkendali,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Sejarah perkeretaapian di Sumatera Selatan bermula pada 1914 ketika pemerintah kolonial Belanda melalui Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) membangun jaringan rel yang menghubungkan Pelabuhan Panjang di Lampung dengan wilayah pedalaman Sumatera Selatan. Jalur tersebut dirancang untuk mendukung distribusi hasil bumi, hasil hutan, dan komoditas tambang, termasuk batu bara.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1 November 1915 saat jalur Kertapati–Prabumulih sepanjang 78 kilometer mulai beroperasi. Jalur ini kemudian berkembang hingga menjangkau Muara Enim, Tanjung Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau pada 1933.

Setelah kemerdekaan, jaringan rel tersebut dikelola oleh Djawatan Kereta Api dan terus berperan sebagai sarana transportasi penting bagi masyarakat serta distribusi komoditas di wilayah Sumatera bagian selatan.

Pada layanan penumpang, KAI saat ini mengoperasikan KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau, KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau, serta KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang. Selama Januari–Mei 2026, layanan kereta api penumpang Divre III Palembang melayani 500.563 pelanggan.

Sementara itu, LRT Sumsel yang menjadi bagian dari layanan KAI Group mencatat 1.815.017 pelanggan pada periode yang sama. Layanan tersebut menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, termasuk akses menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Dengan demikian, total pelanggan layanan penumpang berbasis rel KAI Group di Sumatera Selatan selama lima bulan pertama 2026 mencapai 2.315.580 orang.

Di sektor logistik, Divre III Palembang mencatat volume angkutan barang sebesar 11,66 juta ton. Komoditas yang diangkut meliputi batu bara, bahan bakar minyak (BBM), pulp, serta berbagai komoditas lain yang mendukung aktivitas industri dan perekonomian daerah.

Menurut Anne, besarnya volume angkutan barang tersebut menunjukkan pentingnya kereta api dalam ekosistem logistik Sumatera bagian selatan. Dengan kapasitas angkut yang besar, jadwal yang terencana, serta konektivitas ke sentra produksi dan pelabuhan, kereta api dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang.

“KAI Group akan terus memperkuat peran perkeretaapian Sumatera Selatan sejalan dengan arah pembangunan konektivitas nasional. Dengan sejarah yang kuat dan kebutuhan mobilitas yang terus tumbuh, rel di Sumatera Selatan menjadi bagian penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan ekonomi, pusat layanan, dan simpul transportasi utama,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Pengemudi Truk Waspada Saat Melintasi Perlintasan Sebidang

8 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026

8 Agustus 2026 - 04:27 WIB

KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar

7 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

7 Agustus 2026 - 19:14 WIB

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Trending di PERON