Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan

badge-check


 Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Komunitas seni independen Kanot Bu turut memberi warna dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026 melalui kolaborasi pembacaan puisi dan pertunjukan seni lukis secara langsung (live painting). Penampilan tersebut menjadi salah satu atraksi yang memperlihatkan perjumpaan sastra dengan seni rupa dalam satu panggung pada Sabtu malam (27/06/2026) di panggung Museum Tsunami, Banda Aceh.

Sejumlah anggota Kanot Bu membacakan puisi yang mengangkat tema kemanusiaan, perdamaian, dan kebudayaan, sejalan dengan semangat PPN XIV yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan 14 negara. Di saat yang sama, perupa Kanot Bu menghadirkan karya lukis secara langsung di hadapan penonton, menerjemahkan kata-kata puisi menjadi ekspresi visual.

Kolaborasi itu mendapat apresiasi dari peserta dan penonton karena menghadirkan pengalaman sastra yang tidak hanya didengar, tetapi juga disaksikan melalui proses kreatif seni rupa.

Kanot Bu dikenal sebagai komunitas seni independen yang berbasis di Banda Aceh. Berdiri sejak 2008, komunitas ini menjadi ruang berkumpul para seniman lintas disiplin, mulai dari penyair, perupa, fotografer, musisi, hingga pegiat literasi. Selama ini Kanot Bu aktif menggelar pameran, diskusi, penerbitan buku, kelas kreatif, dan berbagai kolaborasi kebudayaan di Aceh.

PPN XIV Aceh sendiri berlangsung pada 22–28 Juni 2026 dan diikuti ratusan penyair serta budayawan dari Indonesia dan mancanegara. Ajang ini digagas sebagai ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, serta penguatan jejaring sastra dan budaya. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menerima lebih dari seribu naskah puisi dari ratusan penulis, dengan sekitar 300 karya yang lolos kurasi untuk diterbitkan dalam antologi internasional.

Kehadiran Kanot Bu menunjukkan bahwa PPN XIV tidak hanya menjadi panggung pembacaan puisi, tetapi juga ruang kolaborasi berbagai cabang seni. Perpaduan sastra dan seni lukis tersebut mempertegas pesan bahwa puisi dapat hidup dalam beragam medium, sehingga mampu menjangkau publik yang lebih luas sekaligus memperkaya ekosistem kebudayaan Aceh.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA