Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

JALUR

Kemenhub Ajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama Transportasi Darat

badge-check


 Dirjen Aan Perbesar

Dirjen Aan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mewakili pemerintah Indonesia sebagai Chairman dan host pertemuan ASEAN Land Transport Working Group (LTWG) mendorong untuk memperkuat kerja sama negara-negara ASEAN dalam sektor transportasi darat guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan, saat ini transportasi darat berada pada titik krusial, karena dianggap sebagai tulang belakang perdagangan domestik, rantai pasokan global, dan pergerakan ekonomi sehari-hari.

“Namun, dinamika global saat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan masing-masing negara,” ungkapnya pada pembukaan pertemuan The 35th ASEAN Land Transport Working Group (LTWG), di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

“Selama beberapa tahun ke belakang, perubahan geopolitikal telah menghadapkan kita pada tantangan yang berat, seperti harga bahan bakar yang fluktuatif sebagai akibat dari terhambatnya perdagangan global, kelemahan transisi energi, dan perubahan iklim. Karena itu strategi nasional yang terisolasi tidaklah cukup, untuk melindungi rantai pasokan global dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi global, ASEAN harus merespons sebagai komunitas yang bersatu, terkoordinasi, dan mampu beradaptasi.”

Dirjen Aan mengatakan, negara-negara ASEAN perlu membangun ekosistem transportasi darat yang lebih tangguh dengan mengedepankan efisiensi, konektivitas, meningkatkan standar keselamatan, keberlanjutan, hingga modernisasi transportasi di tengah ketidakpastian global.

Pengembangan ekosistem transportasi darat tersebut merupakan upaya untuk dapat bertahan dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang

“Pertemuan ini sangatlah tepat karena menunjukkan kesempatan kita untuk mempercepat implementasi ASEAN Transport Sectoral Plan (ATSP) 2026-2030 yang berisikan peta jalan terperinci untuk upaya bersama selama lima tahun mendatang. ATSP mengarahkan kita untuk memperkuat konektivitas regional melalui sistem transportasi darat yang lebih aman, lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” katanya.

Ke depannya, kerja sama sektor transportasi darat di ASEAN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital hingga mobilitas yang berkelanjutan.

Hal tersebut sesuai dengan agenda pembahasan dalam pertemuan ini, mulai dari pembahasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk kendaraan otonom, digitalisasi transportasi publik, sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

“ATSP juga mendorong kita untuk memperhitungkan masa depan mobilitas. Terlepas dari pembangunan infrastruktur, kerja sama kita diharapkan dapat terus bertumbuh dan berfokus pada transformasi digital, inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas transportasi,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat selaku chairman dalam pertemuan ini, Yusuf Nugroho juga menyampaikan hal serupa, bahwa pertemuan LTWG ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan ATSP 2026-2030, sebagai kelanjutan dari Kuala Lumpur Transport Strategic Plan (KLTSP) 2016-2025.

Dia mengungkapkan, pertemuan ini membahas berbagai program prioritas sektor transportasi darat yang menjadi perhatian bersama, di antaranya:
1. Mendukung pengembangan dan operasionalisasi jaringan perkeretaapian;
2. Mendukung pengembangan dan pemeliharaan ASEAN Highway Network (AHN);
3. Mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas setidaknya sebesar 50% antara tahun 2020 hingga 2030; dan
4. Melaksanakan berbagai program kegiatan dalam kerangka inisiatif strategis transportasi berkelanjutan.

“Dengan semangat Komunitas ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan para Mitra Dialog dan Asosiasi Transportasi, saya yakin kita akan menghasilkan pembahasan yang produktif dan pada akhirnya melahirkan hasil yang bermakna serta bermanfaat bagi seluruh pihak,” ujar Yusuf.

Selain itu, Indonesia turut menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda transportasi bersama ASEAN, salah satunya melalui implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK).

Dirjen Aann menambahkan, hal tersebut merupakan kontribusi untuk keberlangsungan kerja sama regional di ASEAN dalam memperkuat ekosistem transportasi darat.

“Kami terus memperkuat keselamatan jalan melalui implementasi RUNK, memperluas pemakaian Intelligent Transport Systems (ITS) untuk meningkatkan pengaturan lalu lintas dan efisiensi angkutan barang, modernisasi layanan transportasi publik yang terintegrasi dan lebih berkelanjutan, serta mempercepat transisi transportasi rendah emisi, termasuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik,” pungkasnya. (omy)

Baca Lainnya

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

TransJakarta Tata Feeder Rusun, Efisiensi Jadi Strategi Jaringan

29 September 2026 - 08:18 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

Korlantas Luncurkan STNK Digital

26 September 2026 - 22:18 WIB

Transportasi Umum Diusulkan Jadi Syarat Pembangunan Perumahan

26 September 2026 - 22:13 WIB

Ditjen Hubud Tegaskan Pengawasan 3 Lapis dan Kesiapsiagaan Bencana

26 September 2026 - 15:04 WIB

Trending di BANDARA