Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani 22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta Mantap, PTP Nonpetikemas Sabet 2 Penghargaan di PR Awards 2026

JALUR

Kemenhub Ajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama Transportasi Darat

badge-check


 Dirjen Aan Perbesar

Dirjen Aan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mewakili pemerintah Indonesia sebagai Chairman dan host pertemuan ASEAN Land Transport Working Group (LTWG) mendorong untuk memperkuat kerja sama negara-negara ASEAN dalam sektor transportasi darat guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan, saat ini transportasi darat berada pada titik krusial, karena dianggap sebagai tulang belakang perdagangan domestik, rantai pasokan global, dan pergerakan ekonomi sehari-hari.

“Namun, dinamika global saat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan masing-masing negara,” ungkapnya pada pembukaan pertemuan The 35th ASEAN Land Transport Working Group (LTWG), di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

“Selama beberapa tahun ke belakang, perubahan geopolitikal telah menghadapkan kita pada tantangan yang berat, seperti harga bahan bakar yang fluktuatif sebagai akibat dari terhambatnya perdagangan global, kelemahan transisi energi, dan perubahan iklim. Karena itu strategi nasional yang terisolasi tidaklah cukup, untuk melindungi rantai pasokan global dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi global, ASEAN harus merespons sebagai komunitas yang bersatu, terkoordinasi, dan mampu beradaptasi.”

Dirjen Aan mengatakan, negara-negara ASEAN perlu membangun ekosistem transportasi darat yang lebih tangguh dengan mengedepankan efisiensi, konektivitas, meningkatkan standar keselamatan, keberlanjutan, hingga modernisasi transportasi di tengah ketidakpastian global.

Pengembangan ekosistem transportasi darat tersebut merupakan upaya untuk dapat bertahan dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang

“Pertemuan ini sangatlah tepat karena menunjukkan kesempatan kita untuk mempercepat implementasi ASEAN Transport Sectoral Plan (ATSP) 2026-2030 yang berisikan peta jalan terperinci untuk upaya bersama selama lima tahun mendatang. ATSP mengarahkan kita untuk memperkuat konektivitas regional melalui sistem transportasi darat yang lebih aman, lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” katanya.

Ke depannya, kerja sama sektor transportasi darat di ASEAN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital hingga mobilitas yang berkelanjutan.

Hal tersebut sesuai dengan agenda pembahasan dalam pertemuan ini, mulai dari pembahasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk kendaraan otonom, digitalisasi transportasi publik, sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

“ATSP juga mendorong kita untuk memperhitungkan masa depan mobilitas. Terlepas dari pembangunan infrastruktur, kerja sama kita diharapkan dapat terus bertumbuh dan berfokus pada transformasi digital, inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas transportasi,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat selaku chairman dalam pertemuan ini, Yusuf Nugroho juga menyampaikan hal serupa, bahwa pertemuan LTWG ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan ATSP 2026-2030, sebagai kelanjutan dari Kuala Lumpur Transport Strategic Plan (KLTSP) 2016-2025.

Dia mengungkapkan, pertemuan ini membahas berbagai program prioritas sektor transportasi darat yang menjadi perhatian bersama, di antaranya:
1. Mendukung pengembangan dan operasionalisasi jaringan perkeretaapian;
2. Mendukung pengembangan dan pemeliharaan ASEAN Highway Network (AHN);
3. Mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas setidaknya sebesar 50% antara tahun 2020 hingga 2030; dan
4. Melaksanakan berbagai program kegiatan dalam kerangka inisiatif strategis transportasi berkelanjutan.

“Dengan semangat Komunitas ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan para Mitra Dialog dan Asosiasi Transportasi, saya yakin kita akan menghasilkan pembahasan yang produktif dan pada akhirnya melahirkan hasil yang bermakna serta bermanfaat bagi seluruh pihak,” ujar Yusuf.

Selain itu, Indonesia turut menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda transportasi bersama ASEAN, salah satunya melalui implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK).

Dirjen Aann menambahkan, hal tersebut merupakan kontribusi untuk keberlangsungan kerja sama regional di ASEAN dalam memperkuat ekosistem transportasi darat.

“Kami terus memperkuat keselamatan jalan melalui implementasi RUNK, memperluas pemakaian Intelligent Transport Systems (ITS) untuk meningkatkan pengaturan lalu lintas dan efisiensi angkutan barang, modernisasi layanan transportasi publik yang terintegrasi dan lebih berkelanjutan, serta mempercepat transisi transportasi rendah emisi, termasuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik,” pungkasnya. (omy)

Baca Lainnya

Kesehatan Fisik dan Mental Pramudi: Kunci Utama Budaya Keselamatan Transjakarta

6 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Semarakkan HUT Ke-81 RI, DAMRI Hadirkan Diskon 45% bagi Pelanggan Kelahiran Agustus

5 Agustus 2026 - 23:39 WIB

Mobilitas Perkotaan Penopang Visi Indonesia Emas 2045

5 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Yogyakarta–YIA Cuma Rp50.000, Naik DAMRI Makin Hemat Sepanjang Agustus

4 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Dirjen Intram: RUU Sistranas Perkuat Integrasi Transportasi Penumpang dan Lognas

4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

FIFGROUP Perluas Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat FABL ke Panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026

4 Agustus 2026 - 12:32 WIB

DAMRI Raih Transportasi Indonesia Awards 2026, Bukti Komitmen Perkuat Konektivitas Nasional

3 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Sertifikat Laik Fungsi Jembatan Musi V Terbit, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

2 Agustus 2026 - 22:46 WIB

DAMRI Siapkan Layanan ke Kalianda, Perkuat Konektivitas Lampung Selatan

2 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan Lewat Pintu Tol Bypass Mulai Hari Ini

30 Juli 2026 - 08:29 WIB

Trending di JALUR