Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Kementerian Kebudayaan Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas

badge-check


 Kementerian Kebudayaan Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas Perbesar

Wartatrans.com, BANYUMAS – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Gedung Sarana dan Prasarana Kebudayaan berupa Penataan dan Pembenahan Aset Budaya Rumah Sastra dan Perpustakaan Ahmad Tohari di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan antara lain Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Plt. Kepala Disporabudpar Kabupaten Banyumas Junaedi, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Agus Anggraito, Camat Jatilawang Bastiar Dwiharyatno, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi Rumah Sastra Ahmad Tohari merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga warisan sastra Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem literasi dan kebudayaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, meskipun Kementerian Kebudayaan masih berusia muda dan menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah tetap berupaya menghadirkan program yang berdampak nyata bagi pemajuan kebudayaan.

“Di tengah efisiensi anggaran, kami bersyukur masih dapat melakukan revitalisasi sekitar 159 aset budaya, baik situs cagar budaya maupun kantong budaya. Rumah Sastra Ahmad Tohari menjadi salah satu pusat yang menggerakkan generasi muda untuk membaca,” ujar Fadli.

Ia menilai Ahmad Tohari merupakan salah satu sastrawan besar Indonesia yang telah melahirkan sedikitnya delapan novel, dengan Ronggeng Dukuh Paruk sebagai karya monumentalnya. Menurut Fadli, kebudayaan tidak hanya dimaknai sebagai seni pertunjukan, tetapi mencakup tradisi, cagar budaya, museum, pengetahuan lokal hingga perlindungan hak kekayaan intelektual.

Keberadaan Rumah Sastra Ahmad Tohari, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai pusat literasi yang menjaga warisan intelektual sekaligus menjadi ruang belajar bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang setiap hari memanfaatkan perpustakaan serta berbagai kegiatan literasi.

Menteri Kebudayaan juga memberikan penghormatan kepada Ahmad Tohari atas dedikasinya dalam memajukan sastra Indonesia. Melalui karya-karyanya, terutama Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari dinilai berhasil mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, nilai-nilai kemanusiaan, tradisi lokal, serta kekayaan bahasa Banyumasan hingga dikenal luas, termasuk melalui adaptasi film Sang Penari.

Untuk memperkuat ekosistem sastra nasional, Kementerian Kebudayaan terus mengembangkan berbagai program strategis, di antaranya Laboratorium Penerjemah dan Promotor Sastra, Penerjemahan Karya Sastra, Penguatan Komunitas dan Festival Sastra, Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra, serta Pengembangan Sastra berbasis Intellectual Property (IP).

Sementara itu, Ahmad Tohari menyambut baik revitalisasi Rumah Sastra yang telah lama dikelolanya. Ia mengungkapkan bahwa perpustakaan tersebut selama ini ramai dikunjungi masyarakat dan menjadi ruang lahirnya berbagai diskusi sastra lintas generasi.

Peresmian juga dihadiri Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Kebudayaan dan Hubungan Internasional Nissa Rengganis, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Feri Arlius, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Nahar Cahyandaru, serta para penulis, pegiat sastra, dan seniman dari berbagai komunitas di Banyumas.

Sebelum peresmian berlangsung, kegiatan diawali dengan dialog sastra bersama Ahmad Tohari yang dipandu Presiden Geguritan Wanto Tirta, monolog “Dwi Fungsi Ronggeng” oleh Hamidin Krazan dari Komunitas Sastra Pinggiran, serta pertunjukan kesenian calung dan ronggeng dari Tinggarjaya.*** (Ham)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA