Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Moncer di Triwulan 3-2025

badge-check


 Dirut IPCC Perbesar

Dirut IPCC

Wartatrans.com, JAKARTA – Kinerja PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) moncer sepanjang triwulan ketiga tahun 2025.

Perusahaan pelat merah yang telah melantai di bursa saham ini mencatat adanya kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersih.

Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menjelaskan, pendapatan perseroan alami kenaikan 12,67 persen menjadi Rp660,24 miliar.

Sementara laba bersih naik hingga 28,42 persen atau setara Rp190,30 miliar.

“Kalau beli saham IPCC, setiap tahun akan tumbuh terus. Kami punya kinerja yang lebih optimal dari tahun ke tahun dengan margin 28,42 persen,” tutur Sugeng dalam Media Expose SPMT Group, di Terminal Kendaraan Indonesia, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Dia menekankan kesehatan finansial perseroan dan mengklaim bahwa hingga saat ini IPCC tidak memiliki utang.

“IPCC cukup sehat dan strong,” ungkapnya.

Secara operasional, Sugeng memaparkan kinerja branch Jakarta hingga Oktober 2025. Tercatat arus kapal sebanyak 883 call, arus mobil 524.336 unit, arus alat berat 11.006 unit, serta arus truk dan bus mencapai 25.685 unit.

Sementara di terminal satelit, arus kapal tercatat 2.041 call, arus mobil 232.971 unit, arus alat berat 15.716 unit, dan arus truk/bus 170.898 unit.

Untuk langkah ekspansi, Sugeng menyebut IPCC mengusung strategi integrated auto solutions.

Strategi ini mendorong inovasi melalui digitalisasi demi efisiensi proses dan biaya, sehingga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

“Ada dua jenis ekspansi. Pertama, ekspansi vertikal, yakni car distribution management, dan ekspansi horizontal, yakni car terminal network. Kedua ekspansi ini dibangun bersama-sama untuk meningkatkan efisiensi logistik kendaraan,” urainya.

Dia menjelaskan, ekspor kendaraan dari Indonesia kini menjangkau Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Ekspor ke Timur Tengah mengalami kenaikan signifikan.

Timur Tengah banyak, karena MBS (Mohammed bin Salman) sebagai Perdana Menteri Arab Saudi sudah membuka relaksasi di antaranya wanita bisa mengendarai mobil sendiri.

Sugeng mengungkapkan IPCC kini fokus mengembangkan layanan terintegrasi, mulai dari pusat pengiriman awal (pre-delivery center/PDC), inspeksi, penambahan aksesori, layanan perawatan ringan, hingga distribusi kendaraan ke dealer.

Dari sisi operasional pelabuhan, Sugeng menyampaikan bahwa IPCC terus memperluas digitalisasi proses pelayanan dan dokumen kepelabuhanan melalui integrasi dengan sistem Pelindo.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pergerakan kendaraan.

“Dengan digitalisasi dan integrasi layanan, idle time kendaraan di pelabuhan bisa dikurangi, post stay (waktu berlabuh total) dan cargo stay (durasi barang di pelabuhan) menjadi lebih pendek, sehingga biaya logistik dapat ditekan,” jelas Sugeng.

Direktur Operasional Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto menambahkan, Pelindo sebagai perusahaan jasa selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, termasuk kepada pengguna layanan IPCC.

“Kapal-kapal tidak perlu menunggu lama di dermaga pelabuhan. Lalu soal cargo stay-nya. Karena ini kaitannya dengan cost dan akan menurunkan logistic cost,” kata Arif.

Untuk mencapai hal itu, Arif menyebut Pelindo melakukan transformasi dan standarisasi operasi. Ia mengakui, program transformasi dan standarisasi mudah dijelaskan tetapi sulit dijalankan.

Upaya Pelindo Grup, khususnya di IPCC, kata Arif, bertujuan memberikan kontribusi terbaik dengan mendukung program pemerintah, terutama dalam sektor logistik kendaraan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Trending di EKOBIS