Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

ANJUNGAN

Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Moncer di Triwulan 3-2025

badge-check


 Dirut IPCC Perbesar

Dirut IPCC

Wartatrans.com, JAKARTA – Kinerja PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) moncer sepanjang triwulan ketiga tahun 2025.

Perusahaan pelat merah yang telah melantai di bursa saham ini mencatat adanya kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersih.

Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menjelaskan, pendapatan perseroan alami kenaikan 12,67 persen menjadi Rp660,24 miliar.

Sementara laba bersih naik hingga 28,42 persen atau setara Rp190,30 miliar.

“Kalau beli saham IPCC, setiap tahun akan tumbuh terus. Kami punya kinerja yang lebih optimal dari tahun ke tahun dengan margin 28,42 persen,” tutur Sugeng dalam Media Expose SPMT Group, di Terminal Kendaraan Indonesia, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Dia menekankan kesehatan finansial perseroan dan mengklaim bahwa hingga saat ini IPCC tidak memiliki utang.

“IPCC cukup sehat dan strong,” ungkapnya.

Secara operasional, Sugeng memaparkan kinerja branch Jakarta hingga Oktober 2025. Tercatat arus kapal sebanyak 883 call, arus mobil 524.336 unit, arus alat berat 11.006 unit, serta arus truk dan bus mencapai 25.685 unit.

Sementara di terminal satelit, arus kapal tercatat 2.041 call, arus mobil 232.971 unit, arus alat berat 15.716 unit, dan arus truk/bus 170.898 unit.

Untuk langkah ekspansi, Sugeng menyebut IPCC mengusung strategi integrated auto solutions.

Strategi ini mendorong inovasi melalui digitalisasi demi efisiensi proses dan biaya, sehingga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

“Ada dua jenis ekspansi. Pertama, ekspansi vertikal, yakni car distribution management, dan ekspansi horizontal, yakni car terminal network. Kedua ekspansi ini dibangun bersama-sama untuk meningkatkan efisiensi logistik kendaraan,” urainya.

Dia menjelaskan, ekspor kendaraan dari Indonesia kini menjangkau Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Ekspor ke Timur Tengah mengalami kenaikan signifikan.

Timur Tengah banyak, karena MBS (Mohammed bin Salman) sebagai Perdana Menteri Arab Saudi sudah membuka relaksasi di antaranya wanita bisa mengendarai mobil sendiri.

Sugeng mengungkapkan IPCC kini fokus mengembangkan layanan terintegrasi, mulai dari pusat pengiriman awal (pre-delivery center/PDC), inspeksi, penambahan aksesori, layanan perawatan ringan, hingga distribusi kendaraan ke dealer.

Dari sisi operasional pelabuhan, Sugeng menyampaikan bahwa IPCC terus memperluas digitalisasi proses pelayanan dan dokumen kepelabuhanan melalui integrasi dengan sistem Pelindo.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pergerakan kendaraan.

“Dengan digitalisasi dan integrasi layanan, idle time kendaraan di pelabuhan bisa dikurangi, post stay (waktu berlabuh total) dan cargo stay (durasi barang di pelabuhan) menjadi lebih pendek, sehingga biaya logistik dapat ditekan,” jelas Sugeng.

Direktur Operasional Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto menambahkan, Pelindo sebagai perusahaan jasa selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, termasuk kepada pengguna layanan IPCC.

“Kapal-kapal tidak perlu menunggu lama di dermaga pelabuhan. Lalu soal cargo stay-nya. Karena ini kaitannya dengan cost dan akan menurunkan logistic cost,” kata Arif.

Untuk mencapai hal itu, Arif menyebut Pelindo melakukan transformasi dan standarisasi operasi. Ia mengakui, program transformasi dan standarisasi mudah dijelaskan tetapi sulit dijalankan.

Upaya Pelindo Grup, khususnya di IPCC, kata Arif, bertujuan memberikan kontribusi terbaik dengan mendukung program pemerintah, terutama dalam sektor logistik kendaraan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Trending di ANJUNGAN