Menu ✖

Mode Gelap
KAI Group Layani 394,4 Juta Pelanggan hingga September 2026, Tumbuh 7,06 Persen Kendaraan Roda Tiga, Menakar Peluang dan Tantangan jadi Angkutan Umum Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik

PERON

KRL Tertemper Mobil di JPL Jakarta Utara, Daop 1 Ingatkan Disiplin Lalu Lintas di Perlintasan Rel

badge-check


 KRL Tertemper Mobil di JPL Jakarta Utara, Daop 1 Ingatkan Disiplin Lalu Lintas di Perlintasan Rel Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali menegaskan pentingnya disiplin dan kewaspadaan pengguna jalan saat melintas di perlintasan sebidang, menyusul insiden tertempernya kereta oleh sebuah mobil di Jakarta Utara pada Rabu (10/12).

PT KAI Daop 1 Jakarta mengonfirmasi terjadinya insiden tertempernya KA 2252 (Commuter Line relasi Jakarta Kota – Tanjung Priuk) pada pukul 18.09 WIB di perlintasan sebidang tidak dijaga (JPL 7A) KM 2+900, jalur hulu Jakarta Kota – Tanjung Priuk. Kereta yang terdiri dari rangkaian TS 205 JR 48 SF 8 itu tertemper sebuah mobil jenis Avanza bernomor polisi B 2129 UFG yang dikemudikan NK (59), warga Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Sebelum kejadian, masinis telah membunyikan klakson berulang kali sebagai peringatan kepada pengendara. Setelah insiden terjadi, masinis segera melaporkannya kepada petugas. PKD Stasiun Ancol kemudian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Setelah dipastikan aman, perjalanan kereta dilanjutkan dan pemeriksaan rangkaian secara menyeluruh dilakukan di Stasiun Jakarta Kota. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

KAI menegaskan bahwa insiden ini kembali menjadi bukti bahwa kurangnya kedisiplinan pengendara dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan lainnya.

Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 237 gangguan operasional yang disebabkan temperan sejak Januari hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 55 kejadian melibatkan kendaraan, 177 kejadian melibatkan orang, dan 5 kejadian melibatkan hewan.

Secara bulanan, rekap gangguan akibat temperan adalah sebagai berikut: Januari (10), Februari (23), Maret (22), April (21), Mei (25), Juni (24), Juli (22), Agustus (20), September (16), Oktober (26), November (19), dan Desember hingga hari ini (9).

KAI menilai angka tersebut cukup mengkhawatirkan dan memerlukan peningkatan kedisiplinan semua pihak, khususnya pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta terus memperkuat berbagai langkah pencegahan, di antaranya:

  • Penutupan 40 titik perlintasan sebidang rawan kecelakaan sepanjang 2025.
  • Sosialisasi keselamatan kepada pengendara dan edukasi langsung ke sekolah-sekolah.
  • Penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan komunitas pecinta kereta api.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan operasional dan meminimalkan risiko kecelakaan.

KAI mengingatkan bahwa kewajiban mematuhi rambu dan prosedur keselamatan di perlintasan sebidang telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengendara wajib berhenti ketika sinyal atau peringatan berbunyi dan memastikan aman sebelum melintas.

Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa sebagian besar insiden terjadi akibat kelalaian pengguna jalan.

“Keselamatan tidak boleh dinegosiasikan. Banyak insiden terjadi bukan karena kurangnya fasilitas, tetapi karena pengendara mengambil keputusan berisiko. Patuhi rambu, berhenti sejenak, tengok kiri–kanan, dan pastikan aman sebelum melintas. Keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan sangat bergantung pada kepatuhan kita bersama,” tegas Franoto.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Group Layani 394,4 Juta Pelanggan hingga September 2026, Tumbuh 7,06 Persen

8 Oktober 2026 - 06:07 WIB

KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik

7 Oktober 2026 - 23:37 WIB

B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e

7 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Penumpang Mancanegara KA Pangrango-Siliwangi Naik 17,17 Persen

7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

KAI Commuter Targetkan Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi Pekan Ketiga Oktober

7 Oktober 2026 - 13:37 WIB

41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang

7 Oktober 2026 - 06:05 WIB

KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat

7 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen

6 Oktober 2026 - 23:52 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wisatawan Meningkat, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 62,86 Persen

6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Trending di PERON