Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) memperingati delapan tahun operasional LRT Sumsel yang mulai beroperasi pada 23 Juli 2018 untuk mendukung mobilitas atlet Asian Games XVIII.
Selama delapan tahun beroperasi, LRT Sumsel telah melayani sebanyak 24.867.073 penumpang dan menjadi salah satu moda transportasi publik andalan masyarakat Sumatera Selatan.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan, LRT Sumsel kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Palembang. Bersama BPKARSS, KAI sebagai operator terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa.
“Selama delapan tahun beroperasi, kami terus menjaga ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan frekuensi perjalanan (headway), memperkuat integrasi antarmoda, menambah perjalanan saat penyelenggaraan event nasional maupun khusus, menghadirkan kemudahan pembayaran tiket, serta melakukan perbaikan sarana dan penambahan fasilitas pendukung di stasiun,” ujar Aida, Jumat (24/7/2026).
Saat ini, LRT Sumsel melayani 13 stasiun dengan tarif Rp5.000 untuk perjalanan antarstasiun dan Rp10.000 untuk perjalanan dari atau menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Aida menjelaskan, operasional LRT Sumsel terus berkembang sejak pertama kali beroperasi. Jumlah perjalanan meningkat secara bertahap dari 52 perjalanan per hari menjadi 88 perjalanan, hingga kini mencapai 94 perjalanan setiap hari.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah pengguna. Pada awal operasional tahun 2018, LRT Sumsel melayani rata-rata sekitar 3.000 penumpang per hari. Kini, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 12.000 penumpang per hari.
Sepanjang Semester I 2026, LRT Sumsel telah mengangkut 2.206.500 penumpang dengan rata-rata harian mencapai 12.190 penumpang. Selama delapan tahun beroperasi, rata-rata jumlah pengguna mencapai 3.108.384 penumpang per tahun.
Lima stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi adalah Stasiun Asrama Haji, DJKA, Ampera, Bumi Sriwijaya, dan Bandara.
Selain meningkatkan layanan transportasi, LRT Sumsel juga mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Stasiun Bumi Sriwijaya, Cinde, Ampera, dan DJKA tersedia tenant UMKM yang menjual kerajinan tangan serta makanan dan minuman ringan. Di sejumlah stasiun tersebut juga tersedia Pojok Baca sebagai upaya meningkatkan minat literasi masyarakat Sumatera Selatan.
Menurut Aida, keberadaan LRT Sumsel turut mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Hal itu didukung layanan Feeder LRT Sumsel yang memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat integrasi antarmoda. Selain itu, konektivitas dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara.
Dalam rangka memperingati delapan tahun operasional, BPKARSS menggelar berbagai kegiatan apresiasi bagi pelanggan, di antaranya kampanye LRT, Fun Walk pada 19 Juli, donor darah, serta sejumlah kegiatan lainnya.
“Sebagai operator LRT Sumsel, PT KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) akan terus berkolaborasi membangun sinergi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, tentu nya dukungan dari para stakeholder akan menjadi suport system untuk peningkatan pelayanan kedepannya,” tutup Aida.(fahmi)






























