Menu

Mode Gelap
Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81 3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

TNI-POLRI

Malam Tahun Baru di Kalbar Kondusif, Diisi Doa Lintas Agama dan Refleksi Akhir Tahun

badge-check


 Malam Tahun Baru di Kalbar Kondusif, Diisi Doa Lintas Agama dan Refleksi Akhir Tahun Perbesar

 

PONTIANAK — Pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Kalimantan Barat berlangsung aman dan kondusif. Di Kota Pontianak, malam tahun baru tidak diwarnai euforia berlebihan. Aparat keamanan, pemerintah daerah, dan unsur terkait memilih mengisi momentum akhir tahun dengan doa lintas agama dan refleksi bersama sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di sejumlah daerah.

Pantauan di sejumlah titik strategis menunjukkan arus lalu lintas meningkat, terutama di kawasan pusat kota seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Ahmad Yani. Namun, situasi tetap terkendali tanpa gangguan keamanan berarti hingga pergantian tahun.

Polda Kalimantan Barat bersama pemerintah daerah, TNI, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar doa bersama lintas agama yang dipusatkan di Pos Pantau Jalan Gajah Mada, Pontianak, Rabu malam, 31 Desember 2025. Kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak di 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.

Kapolda Kalbar Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto mengatakan, perayaan malam tahun baru kali ini sengaja dikemas dengan konsep berbeda. Tidak ada pesta kembang api maupun perayaan hura-hura. Fokus diarahkan pada refleksi, solidaritas, dan doa bersama.

“Doa lintas agama ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk seluruh elemen masyarakat. Kami ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” kata Pipit di sela kegiatan.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video refleksi akhir tahun yang menggambarkan dinamika tugas kepolisian dan tantangan sosial sepanjang 2025. Polda Kalbar juga mengikuti video conference dengan pimpinan Polri di Mabes Polri sebagai bagian dari koordinasi nasional pengamanan malam tahun baru.

Pipit menegaskan, seluruh personel keamanan disiagakan di titik-titik strategis, mulai dari pusat kota, jalur lalu lintas utama, hingga lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Ia mengimbau warga segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

Sebagai bagian dari kebijakan pengamanan dan bentuk empati terhadap korban bencana, Polda Kalbar memastikan tidak ada perayaan kembang api pada malam tahun baru. Menurut Pipit, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga ketertiban umum dan menumbuhkan solidaritas sosial.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan hal senada. Ia memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Pontianak hingga pergantian tahun terpantau aman dan kondusif. Cuaca cerah turut mendukung aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Pontianak kondusif. Arus lalu lintas memang mulai padat, terutama di pusat kota dan kawasan hiburan, tetapi masih bisa dikendalikan,” ujar Edi.

Ia mengimbau orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak, terutama yang masih di bawah umur, agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko. Pemerintah Kota Pontianak bersama Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga menggelar doa lintas agama sebagai simbol toleransi dan kebersamaan.

Menjelang 2026, Edi mengakui masih ada sejumlah program pembangunan 2025 yang mengalami keterlambatan. Namun, ia menilai secara umum program berjalan sesuai arah dan target yang direncanakan.

Edi juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi pasang air laut pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, ketinggian pasang diperkirakan mencapai sekitar dua meter, terutama di wilayah bantaran Sungai Kapuas dan daerah rawan genangan.

Pergantian tahun di Kalimantan Barat pun ditutup dengan suasana damai dan reflektif. Malam tahun baru tidak sekadar menjadi perayaan, melainkan momentum memperkuat solidaritas dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih baik.*** (LonyenkRap)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81

20 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

20 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Trending di RAGAM