Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

TNI-POLRI

Malam Tahun Baru di Kalbar Kondusif, Diisi Doa Lintas Agama dan Refleksi Akhir Tahun

badge-check


 Malam Tahun Baru di Kalbar Kondusif, Diisi Doa Lintas Agama dan Refleksi Akhir Tahun Perbesar

 

PONTIANAK — Pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Kalimantan Barat berlangsung aman dan kondusif. Di Kota Pontianak, malam tahun baru tidak diwarnai euforia berlebihan. Aparat keamanan, pemerintah daerah, dan unsur terkait memilih mengisi momentum akhir tahun dengan doa lintas agama dan refleksi bersama sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di sejumlah daerah.

Pantauan di sejumlah titik strategis menunjukkan arus lalu lintas meningkat, terutama di kawasan pusat kota seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Ahmad Yani. Namun, situasi tetap terkendali tanpa gangguan keamanan berarti hingga pergantian tahun.

Polda Kalimantan Barat bersama pemerintah daerah, TNI, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar doa bersama lintas agama yang dipusatkan di Pos Pantau Jalan Gajah Mada, Pontianak, Rabu malam, 31 Desember 2025. Kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak di 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.

Kapolda Kalbar Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto mengatakan, perayaan malam tahun baru kali ini sengaja dikemas dengan konsep berbeda. Tidak ada pesta kembang api maupun perayaan hura-hura. Fokus diarahkan pada refleksi, solidaritas, dan doa bersama.

“Doa lintas agama ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk seluruh elemen masyarakat. Kami ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” kata Pipit di sela kegiatan.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video refleksi akhir tahun yang menggambarkan dinamika tugas kepolisian dan tantangan sosial sepanjang 2025. Polda Kalbar juga mengikuti video conference dengan pimpinan Polri di Mabes Polri sebagai bagian dari koordinasi nasional pengamanan malam tahun baru.

Pipit menegaskan, seluruh personel keamanan disiagakan di titik-titik strategis, mulai dari pusat kota, jalur lalu lintas utama, hingga lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Ia mengimbau warga segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

Sebagai bagian dari kebijakan pengamanan dan bentuk empati terhadap korban bencana, Polda Kalbar memastikan tidak ada perayaan kembang api pada malam tahun baru. Menurut Pipit, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga ketertiban umum dan menumbuhkan solidaritas sosial.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan hal senada. Ia memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Pontianak hingga pergantian tahun terpantau aman dan kondusif. Cuaca cerah turut mendukung aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Pontianak kondusif. Arus lalu lintas memang mulai padat, terutama di pusat kota dan kawasan hiburan, tetapi masih bisa dikendalikan,” ujar Edi.

Ia mengimbau orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak, terutama yang masih di bawah umur, agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko. Pemerintah Kota Pontianak bersama Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga menggelar doa lintas agama sebagai simbol toleransi dan kebersamaan.

Menjelang 2026, Edi mengakui masih ada sejumlah program pembangunan 2025 yang mengalami keterlambatan. Namun, ia menilai secara umum program berjalan sesuai arah dan target yang direncanakan.

Edi juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi pasang air laut pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, ketinggian pasang diperkirakan mencapai sekitar dua meter, terutama di wilayah bantaran Sungai Kapuas dan daerah rawan genangan.

Pergantian tahun di Kalimantan Barat pun ditutup dengan suasana damai dan reflektif. Malam tahun baru tidak sekadar menjadi perayaan, melainkan momentum memperkuat solidaritas dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih baik.*** (LonyenkRap)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM