Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani 22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta Mantap, PTP Nonpetikemas Sabet 2 Penghargaan di PR Awards 2026

SENI BUDAYA

Menanti Keberpihakan Bang Doel Terhadap Karya Sastra Betawi 100 Tahun Kembali Diperjuangkan

badge-check


 Menanti Keberpihakan Bang Doel Terhadap Karya Sastra Betawi 100 Tahun Kembali Diperjuangkan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, sebuah karya penting yang mendokumentasikan perjalanan sastra Betawi selama satu abad kembali diperjuangkan agar memperoleh perhatian pemerintah. Buku Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya – Sketsa, Puisi & Prosa – 1900–2000 direncanakan memasuki edisi kedua, sekaligus diharapkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Harapan itu mengarah kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang pada Agustus 2026 dijadwalkan menerima perwakilan Penerbit Padasan. Dalam pertemuan tersebut, penerbit berharap Rano Karno bersedia memberikan kata sambutan pada edisi terbaru buku yang selama ini dinilai sebagai salah satu dokumentasi paling lengkap mengenai perjalanan sastra Betawi.

Disusun oleh budayawan Betawi Chairil Gibran Ramadhan (CGR), Kembang Goyang menghimpun karya para sastrawan Betawi dari berbagai generasi, seperti M. Balfas, Firman Muntaco, SM. Ardan, N. Susy Aminah Aziz, Aba Mardjani, dan sejumlah nama lainnya. Selain memuat puisi, cerpen, dan prosa, buku ini juga merekam perkembangan bahasa, sejarah sosial Batavia-Jakarta, serta dinamika sastra Betawi selama sekitar 100 tahun.

Sejak terbit pada 2011, buku tersebut mendapat perhatian dari kalangan akademisi, budayawan, sejarawan, hingga pemerhati bahasa. Dalam kata pengantarnya, Dr. Ibnu Wahyudi dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyebut antologi ini memiliki nilai historis yang kuat karena mendokumentasikan berbagai dimensi kebudayaan Betawi dalam rentang satu abad.

Namun, menurut Penerbit Padasan, hingga kini buku tersebut belum pernah memperoleh apresiasi resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meskipun salinannya pernah diserahkan kepada sejumlah tokoh Betawi dan pejabat daerah pada berbagai kesempatan.

Penerbit kini menyiapkan edisi hardcover yang direncanakan terbit pada Juni 2027 sebagai bagian dari peringatan lima abad Jakarta. Kehadiran edisi baru itu diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat kembali warisan intelektual masyarakat Betawi, sekaligus memperkuat literasi sejarah dan kebudayaan ibu kota.

Bagi CGR, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival dan pertunjukan, tetapi juga melalui penerbitan buku yang mampu menjadi jejak pengetahuan bagi generasi mendatang. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama kalangan akademisi dan komunitas budaya dapat memberi dukungan nyata terhadap penerbitan karya-karya yang mendokumentasikan sejarah dan sastra Betawi.

Apabila Rano Karno memberikan apresiasi terhadap Kembang Goyang, langkah tersebut dinilai dapat menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian warisan intelektual Betawi, sekaligus memberi ruang lebih luas bagi karya sastra lokal menjelang Jakarta memasuki usia lima abad.*** (Dulloh)

Baca Lainnya

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Judul Film “Pasukan 1.000 Janda” Dinilai Mereduksi Martabat Laksamana Malahayati, Dinas Sejarah AL pun Menolak

6 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

KOKKANG Gelar Pameran Kartun “Tawa Merdeka”, Hadirkan 81 Karya untuk Rayakan HUT RI ke-81

6 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Saputra Kori Bawa Tantangan Spontan di Main Drama Casting, Nayaka Raih Dream Ticket

6 Agustus 2026 - 10:27 WIB

“Apa Kabar ”, Saat Ifan Seventeen Menyapa Rindu yang Belum Pergi

5 Agustus 2026 - 09:55 WIB

PORONEPTU Hadir di Balai Budaya Jakarta, Tafsir Ulang Primbon Jawa Lewat Seni Instalasi Pop Surealisme

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Tias The Orion “Si Madura All In”, Komposer Single ‘Maafkan Aku’ Hasilkan Puluhan Juta Stream di Spotify

4 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia, Seniman Aceh Ucapkan Belasungkawa

4 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Vedra Banten Hidupkan Lagu “Bukan Cinta Manusia Biasa”, Tuai Pujian Juri The Icon Indonesia

4 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Trending di SENI BUDAYA