Menu ✖

Mode Gelap
Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

SENI BUDAYA

Menanti Keberpihakan Bang Doel Terhadap Karya Sastra Betawi 100 Tahun Kembali Diperjuangkan

badge-check


 Menanti Keberpihakan Bang Doel Terhadap Karya Sastra Betawi 100 Tahun Kembali Diperjuangkan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, sebuah karya penting yang mendokumentasikan perjalanan sastra Betawi selama satu abad kembali diperjuangkan agar memperoleh perhatian pemerintah. Buku Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya – Sketsa, Puisi & Prosa – 1900–2000 direncanakan memasuki edisi kedua, sekaligus diharapkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Harapan itu mengarah kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang pada Agustus 2026 dijadwalkan menerima perwakilan Penerbit Padasan. Dalam pertemuan tersebut, penerbit berharap Rano Karno bersedia memberikan kata sambutan pada edisi terbaru buku yang selama ini dinilai sebagai salah satu dokumentasi paling lengkap mengenai perjalanan sastra Betawi.

Disusun oleh budayawan Betawi Chairil Gibran Ramadhan (CGR), Kembang Goyang menghimpun karya para sastrawan Betawi dari berbagai generasi, seperti M. Balfas, Firman Muntaco, SM. Ardan, N. Susy Aminah Aziz, Aba Mardjani, dan sejumlah nama lainnya. Selain memuat puisi, cerpen, dan prosa, buku ini juga merekam perkembangan bahasa, sejarah sosial Batavia-Jakarta, serta dinamika sastra Betawi selama sekitar 100 tahun.

Sejak terbit pada 2011, buku tersebut mendapat perhatian dari kalangan akademisi, budayawan, sejarawan, hingga pemerhati bahasa. Dalam kata pengantarnya, Dr. Ibnu Wahyudi dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyebut antologi ini memiliki nilai historis yang kuat karena mendokumentasikan berbagai dimensi kebudayaan Betawi dalam rentang satu abad.

Namun, menurut Penerbit Padasan, hingga kini buku tersebut belum pernah memperoleh apresiasi resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meskipun salinannya pernah diserahkan kepada sejumlah tokoh Betawi dan pejabat daerah pada berbagai kesempatan.

Penerbit kini menyiapkan edisi hardcover yang direncanakan terbit pada Juni 2027 sebagai bagian dari peringatan lima abad Jakarta. Kehadiran edisi baru itu diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat kembali warisan intelektual masyarakat Betawi, sekaligus memperkuat literasi sejarah dan kebudayaan ibu kota.

Bagi CGR, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival dan pertunjukan, tetapi juga melalui penerbitan buku yang mampu menjadi jejak pengetahuan bagi generasi mendatang. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama kalangan akademisi dan komunitas budaya dapat memberi dukungan nyata terhadap penerbitan karya-karya yang mendokumentasikan sejarah dan sastra Betawi.

Apabila Rano Karno memberikan apresiasi terhadap Kembang Goyang, langkah tersebut dinilai dapat menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian warisan intelektual Betawi, sekaligus memberi ruang lebih luas bagi karya sastra lokal menjelang Jakarta memasuki usia lima abad.*** (Dulloh)

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM