Menu ✖

Mode Gelap
Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

PERON

Mobilitas Timur Jabodetabek Meningkat, KAI Perkuat Layanan hingga Dorong Elektrifikasi ke Cikampek

badge-check


 Mobilitas Timur Jabodetabek Meningkat, KAI Perkuat Layanan hingga Dorong Elektrifikasi ke Cikampek Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Aktivitas masyarakat di kawasan timur Jabodetabek terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas lintas wilayah, mulai dari tempat tinggal menuju lokasi kerja, pendidikan, hingga pusat kegiatan lainnya. Perjalanan harian kini menjangkau lebih jauh hingga ke Cikarang, Cikampek, dan sekitarnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada layanan KRL Cikarang Line. Pada 2015, frekuensi perjalanan tercatat sebanyak 158 perjalanan per hari, dan meningkat menjadi 281 perjalanan per hari pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih sering, terjangkau, dan andal.

Dari sisi volume pengguna, jumlah penumpang KRL Cikarang Line juga terus mengalami pertumbuhan. Pada 2022 tercatat 55.660.235 pengguna, meningkat menjadi 71.636.443 pada 2023, lalu 84.426.385 pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pada 2025.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang mampu mendukung aktivitas sehari-hari yang semakin luas.

“Perjalanan masyarakat sekarang semakin luas. Banyak yang tinggal di satu wilayah dan beraktivitas di wilayah lain. Layanan transportasi perlu mengikuti kebutuhan tersebut agar perjalanan tetap nyaman dan terjangkau,” ujar Anne.

Penguatan layanan ini turut didukung oleh pengembangan prasarana, salah satunya melalui elektrifikasi jalur Tanah Abang hingga Cikarang sepanjang 40,310 kilometer. Rinciannya meliputi lintas Tanah Abang–Manggarai sepanjang 6,026 km, Manggarai–Jatinegara 2,662 km, Jatinegara–Bekasi 14,802 km, serta Bekasi–Cikarang 16,820 km.

Pengembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan guna meningkatkan frekuensi perjalanan dan kapasitas layanan.

Mobilitas masyarakat juga terus meluas ke arah Cikampek dan Purwakarta. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna KA Walahar Ekspres relasi Cikarang–Purwakarta yang mencapai 2.116.286 penumpang pada 2022, naik menjadi 3.253.936 pada 2023, kemudian 3.855.463 pada 2024, dan 4.084.928 pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, jumlahnya telah mencapai 1.065.973 pengguna.

Peningkatan serupa juga terjadi pada KA Jatiluhur relasi Cikarang–Cikampek. Jumlah pengguna tercatat 219.177 pada 2022, meningkat menjadi 390.918 pada 2023, lalu 513.034 pada 2024, dan melonjak menjadi 1.197.919 pada 2025. Pada triwulan I 2026, layanan ini telah digunakan oleh 346.664 penumpang.

Menurut Anne, kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat terus bergerak hingga ke wilayah yang lebih jauh, sehingga perlu adanya pengembangan lanjutan, termasuk perluasan elektrifikasi hingga Cikampek.

“Dengan layanan yang semakin luas, masyarakat bisa menghemat waktu perjalanan, memiliki lebih banyak pilihan jadwal, dan tetap terhubung dengan berbagai pusat aktivitas seperti kawasan industri dan pusat perdagangan,” jelasnya.

Penguatan transportasi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur dan perumahan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya sistem perkeretaapian dalam mendukung pembangunan nasional dan memperluas akses masyarakat terhadap transportasi massal.

Anne menambahkan, integrasi transportasi dengan pengembangan kawasan hunian akan memberikan lebih banyak pilihan lokasi tinggal bagi masyarakat tanpa harus jauh dari pusat aktivitas.

KAI pun berharap pengembangan layanan, termasuk perluasan elektrifikasi ke arah Cikampek, dapat terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.

“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan terjangkau,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tiga Kereta Api Andalan Priangan Makin Diminati, Layani 1,1 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Warteg on Train Hadir di KA Batavia, Penumpang Kini Bisa Pilih Lauk Favorit di Kereta

19 Oktober 2026 - 15:21 WIB

KAI Hubungkan Kota-Kota Kuliner Nusantara, Tiga KA Catat 2,11 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

19 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi

19 Oktober 2026 - 00:25 WIB

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober

18 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Trending di PERON