Wartatrans.com, BANDUNG — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, YuliRiban Art Class bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Yayasan Parahyangan Satya menggelar Pameran Seni Rupa Inklusif ARTSPECTRUM bertajuk “Keindahan Yang Beragam” di Galeri Panyawangan, Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat. Pameran dibuka pada Sabtu (18/7) dan berlangsung hingga 30 Juli 2026.
Pameran ini menghadirkan 53 karya dari 21 perupa muda neurodivergen dan cerebral palsy, sebagai ruang apresiasi sekaligus pembuktian bahwa seni merupakan bahasa universal yang mampu melampaui berbagai keterbatasan.

Para perupa yang ambil bagian antara lain Abell Young Johakartono, Abhiyasa Adhi Pradhanika, Arrayyan Shafy, Azzam Syahidulhaq, Carson Samuel Setiawan, Cut Putri Nur Syifa, Dennis Prabawa, Farel Riza Kurniawan, Fadhil Bahsin, Fay Nalaya Biankayla Permana, Kemal Pasha, Muhammad Ilham, M. Ilham Wibisono, M. Ikhlas Dwi Kurnia, Randy Jeremy Toh, Raissa Amadin, Raphael Jason Immanuel, Sakha Farras Martin, Seto Yudonoto Purnomo, Shawn Darwin Suryawijaya, dan Steven Audric Gui.

Yuli Riban, menerangkan salah satu karya peserta pameran kepada Deputi Operasional dan Latihan Bakamla RI, Eko Wahjono, S.E., M.M
Penggagas pameran, Tri Yuli Prasetyo, S.Pd. atau yang akrab disapa Yuli Riban, mengatakan kegiatan ini lahir dari pengalaman panjangnya mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus selama hampir dua dekade.
“Saya bisa menyelenggarakan acara ini karena ada mereka, anak-anak spesial yang mengajarkan saya bahwa keindahan itu beragam. Keindahan dapat hadir dari siapa saja tanpa memandang fisik dan usia. Seni itu universal, setara, dan absolut. Anak yang terlahir dengan keterbatasan fisik maupun intelektual tetap memiliki hak yang sama untuk berkarya dan berdiri sejajar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yuli, seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil perjalanan panjang yang berawal dari proses terapi seni. Aktivitas menggambar, melukis, dan membentuk dilakukan secara rutin untuk membantu memperbaiki koordinasi tubuh. Namun dalam perkembangannya, terapi seni juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik, imajinasi, sosial, emosional, intelektual, hingga artistik para peserta.
Dukungan terhadap penyelenggaraan pameran juga datang dari Galeri Panyawangan atau Bale Seni Barli yang selama ini aktif menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, termasuk penyandang disabilitas.
Pelaksana Harian Yayasan Parahyangan Satya, Epi Gunawan, mengatakan pameran ini merupakan kali ketiga Galeri Panyawangan menjadi tempat berpameran bagi perupa disabilitas.
“Di sini kita bisa melihat karya-karya teman-teman yang memiliki bakat, minat, dan kemampuan luar biasa. Mereka menghasilkan karya dengan usaha yang jauh lebih besar dibandingkan kebanyakan orang, sehingga patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya,” katanya.
Kepala Badan Keamanan Laut RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr. Opsla, yang dikenal dekat dengan anak-anak penyandang disabilitas, turut memberikan apresiasi melalui sambutan dalam katalog pameran.
Ia menegaskan bahwa membangun Indonesia yang inklusif merupakan tanggung jawab bersama.

“Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui dukungan terhadap ruang-ruang yang memungkinkan setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kepercayaan dirinya,” tulisnya.
Pada pembukaan pameran, Kepala Bakamla RI diwakili oleh Deputi Operasional dan Latihan Bakamla RI, Eko Wahjono, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh orang tua untuk terus membangun generasi penerus bangsa tanpa membedakan kondisi anak.
“Saya melihat anak-anak istimewa ini penuh semangat. Kita bangun jiwanya, kita bangun badannya, untuk Indonesia Raya,” ujarnya.
Mengusung tema “Keindahan Yang Beragam” dengan slogan “See The Art, See The Future”, ARTSPECTRUM menjadi ruang untuk melihat bahwa masa depan dapat tumbuh dari setiap karya, tanpa memandang kondisi fisik maupun intelektual penciptanya.
Selain pameran yang berlangsung hingga 30 Juli 2026, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan talkshow dan workshop melukis bersama pada 25 Juli 2026 di Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat.
Melalui pameran ini, penyelenggara berharap masyarakat semakin terbuka dalam mengapresiasi karya seni para penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat dukungan agar mereka terus berkarya, berdaya, dan memperoleh kesempatan yang setara di dunia seni maupun kehidupan sosial.*** (Fitri)






























