Wartatrans.com, BANDA ACEH – Di balik suksesnya penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh-Indonesia yang menghadirkan delegasi dari 14 negara, terdapat sosok perempuan muda Aceh yang bekerja tanpa lelah mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan. Ia adalah Noviati Maulida Rahmah, Direktur Pelaksana atau Ketua Pelaksana PPN XIV Aceh-Indonesia.
Sebagai Putri Jeumpa yang berasal dari Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Novianti menjadi salah satu figur sentral yang memastikan perhelatan sastra internasional tersebut berjalan lancar sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Bersama tim panitia yang terdiri dari berbagai unsur komunitas sastra, budaya, dan relawan, ia memimpin koordinasi yang melibatkan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri.

Kesuksesan pembukaan PPN XIV di Istana Wali Nanggroe, Banda Aceh, menjadi salah satu bukti kerja panjang yang telah dilakukan selama berbulan-bulan. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah itu berhasil menghadirkan perpaduan sastra, budaya, dan diplomasi budaya dalam satu panggung yang mempertemukan penyair Nusantara dan dunia.
Dalam laporannya pada malam pembukaan, Novianti menyampaikan bahwa PPN XIV bukan sekadar agenda sastra, melainkan ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan antarbangsa melalui puisi dan literasi. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan acara tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh panitia, relawan, lembaga pendukung, serta masyarakat Aceh yang turut memberikan dukungan.
Sebagai perempuan yang lahir dan tumbuh di Bireuen yang dikenal sebagai Kota Juang, Noviati membawa semangat kerja keras dan ketekunan dalam mengelola kegiatan berskala internasional tersebut. Tantangan yang dihadapi tidak sedikit, mulai dari koordinasi kedatangan peserta dari berbagai negara, pengelolaan agenda di sejumlah kabupaten, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai jadwal.
Namun berkat kerja sama yang solid bersama timnya, berbagai agenda mulai dari penyambutan tamu, pembukaan di Istana Wali Nanggroe, hingga perjalanan peserta menuju Aceh Tengah dapat terlaksana dengan baik. Banyak peserta mengapresiasi keramahan panitia serta kesiapan Aceh sebagai tuan rumah pertemuan sastra terbesar di kawasan Nusantara tersebut.
Bagi Novianti, keberhasilan PPN XIV bukan hanya keberhasilan panitia, tetapi juga keberhasilan masyarakat Aceh dalam menunjukkan kepada dunia bahwa daerah ini memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah kegiatan internasional berbasis kebudayaan dan literasi.
Melalui kepemimpinannya, Novianti Maulida Rahmah membuktikan bahwa perempuan Aceh mampu mengambil peran penting dalam panggung kebudayaan internasional. Dari Kota Juang Bireuen, ia membawa semangat Jeumpa yang harum, menghubungkan para penyair dari berbagai bangsa dalam satu perhelatan yang akan menjadi catatan penting dalam sejarah sastra Nusantara.*** (Jasa)






























