Wartatrans.com, JAKARTA – Sebuah pameran fotografi yang mengangkat sejarah perkembangan fotografi serta peran kamera sebagai media dokumentasi visual akan digelar di Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi masyarakat untuk memahami perjalanan fotografi sekaligus menikmati beragam karya visual yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial.
Fotografi memiliki perjalanan panjang sejak awal abad ke-19. Salah satu tonggak penting dalam sejarah fotografi terjadi ketika ilmuwan Prancis, Joseph Nicéphore Niépce, berhasil menciptakan foto permanen pertama di dunia sekitar tahun 1826–1827 yang dikenal dengan judul View from the Window at Le Gras. Karya tersebut dibuat menggunakan teknik heliografi dengan waktu pencahayaan yang sangat lama.

Penemuan tersebut kemudian disempurnakan oleh Louis Daguerre melalui proses daguerreotype yang diperkenalkan pada tahun 1839. Teknologi ini menjadi salah satu tonggak lahirnya fotografi modern yang kemudian berkembang pesat hingga era digital saat ini.
Dalam perkembangannya, kamera tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan gambar, tetapi juga menjadi artefak penting yang merekam berbagai peristiwa sejarah. Melalui foto, berbagai momen penting dapat diabadikan, memperkuat narasi sejarah, serta membentuk memori kolektif masyarakat. Di era digital, peran fotografi semakin besar karena gambar dapat disebarluaskan dan diakses oleh jutaan orang hanya dalam hitungan detik.
Pameran ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus refleksi mengenai pentingnya fotografi dalam kehidupan manusia, baik sebagai media dokumentasi, karya seni, maupun alat komunikasi visual.
Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026, dan akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.
Kegiatan tersebut akan berlangsung di Jalan Sunan Sedayu No. 15, RT 5/RW 6, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220.
Panitia berharap pameran ini dapat menarik minat masyarakat, pelajar, akademisi, fotografer, serta pegiat seni dan budaya untuk lebih mengenal sejarah fotografi dan perannya dalam mendokumentasikan perjalanan peradaban manusia.*** (Septi)






























