Wartatrans.com, JAKARTA – Fotografi menjadi medium yang tidak hanya merekam momen, tetapi juga menyimpan jejak perjalanan identitas manusia dari masa ke masa. Gagasan tersebut diangkat dalam pameran fotografi bertajuk “Identitas Dalam Perspective Fotografi Lintas Waktu” yang resmi dibuka di Rasaharsa Coffe, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 21 Juni 2026.
Pameran yang diselenggarakan Komunitas Mozarts73 ini menghadirkan karya-karya fotografi yang menelusuri perkembangan identitas manusia melalui berbagai sudut pandang visual. Beragam foto yang ditampilkan merekam representasi diri, komunitas, budaya, hingga perubahan sosial yang terjadi lintas generasi.

Ketua Komunitas Mozarts73, Jimmy Bens Silaen, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Acara kemudian diresmikan oleh Direktur LSP LPK Inscinema, Ir. Priadi Soefjanto, serta dihadiri sejumlah pegiat dan komunitas fotografi.
Menurut panitia, tema yang diusung mengajak masyarakat memahami bagaimana identitas manusia terbentuk oleh pengalaman, lingkungan, sejarah, dan perkembangan masyarakat. Dalam rentang waktu yang berbeda, fotografi menjadi saksi visual yang merekam berbagai perubahan tersebut dan menghadirkannya kembali sebagai bahan refleksi.
Pameran ini melibatkan 14 fotografer, yakni Agam Akbar Pahala, Amran Malik, Antonius Efendi, Dedih Nur Fajar Paksi, Dr. Riski Taufik, Ferdiansyah, Syantika Marwah, Mega Rusiandi, Priyo Widdy, Roy Rafael, Saut Manighult Marpaung, Teuku Iqbal Prianda, dan Vanka Alcione. Melalui karya mereka, pengunjung diajak melihat beragam perspektif mengenai identitas yang terus berkembang seiring perjalanan zaman.
Pameran berlangsung selama satu bulan, mulai 21 Juni hingga 12 Juli 2026, dan dapat dikunjungi setiap hari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB di Rasaharsa Coffe, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Selain pameran karya fotografi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi fotografi dan sesi hunting model bertema vintage retro yang melibatkan fotografer dari berbagai komunitas. Diskusi tersebut membahas perkembangan dunia fotografi dari tingkat pemula hingga profesional, termasuk pentingnya peningkatan kompetensi melalui sertifikasi profesi.
Dalam kesempatan itu, Ir. Priadi Soefjanto menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap keahlian, pengetahuan, dan sikap kerja seorang fotografer. Keberadaan sertifikasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing insan fotografi di tengah berkembangnya industri kreatif nasional.
Melalui pameran ini, Komunitas Mozarts73 berharap fotografi tidak hanya dipandang sebagai karya seni visual, tetapi juga sebagai arsip peradaban yang mampu merekam dinamika kehidupan manusia. Setiap foto menjadi cerita yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu bingkai yang sarat makna.*** (Dulloh)






























