Wartatrans.com, BANDA ACEH – Penampilan penyair asal Jakarta, Imam Maarif, menjadi salah satu suguhan yang memikat perhatian dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Museum Tsunami Aceh, Sabtu (27/6/2026). Membacakan puisi dengan iringan tarian Sufi, Imam menghadirkan pertunjukan yang memadukan kekuatan kata-kata dengan ekspresi spiritual, sehingga mendapat sambutan hangat dari para peserta dan tamu undangan.
Pembacaan puisi yang diiringi gerak berputar khas tarian Sufi menciptakan suasana hening sekaligus khidmat. Kolaborasi sastra dan seni pertunjukan tersebut menjadi simbol bahwa puisi tidak hanya hadir sebagai karya tulis, tetapi juga mampu menjelma menjadi pengalaman artistik yang menyentuh batin penonton.

PPN XIV tahun ini mengusung tema “Puisi untuk Kemanusiaan: dari Diksi Jadi Aksi”, mempertemukan penyair dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah negara serumpun dan mancanegara. Forum ini menjadi ruang memperkuat jejaring, pertukaran gagasan, sekaligus apresiasi terhadap perkembangan sastra di kawasan Nusantara.
Imam Maarif sendiri dikenal sebagai salah satu penyair yang aktif dalam berbagai forum sastra nasional. Pada penutupan PPN XIII di Jakarta tahun 2025, ia juga menjadi anggota tim perumus rekomendasi yang menetapkan Aceh sebagai tuan rumah PPN XIV 2026.
Penyelenggaraan PPN XIV di Aceh merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pemerintah Aceh. Selain pembacaan puisi, agenda kegiatan juga diisi seminar, peluncuran buku antologi, pameran seni rupa, pertunjukan budaya, dan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan ratusan penyair dari dalam dan luar negeri.
Penampilan Imam Maarif bersama tarian Sufi menjadi bukti bahwa puisi mampu berdialog dengan berbagai bentuk kesenian. Perpaduan sastra, musik, dan gerak menghadirkan pesan kemanusiaan yang selaras dengan semangat PPN XIV, menjadikan malam pertunjukan di Museum Tsunami Aceh berlangsung penuh makna dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmat sastra.***






























