Wartatrans.com, JAKARTA — Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) menggelar Pertemuan Rutin Bulanan dengan tema “Tantangan Jurnalis/Media di Era Digital & AI” di Ruang Rapat Sekretariat BAGANA Gerakan Rakyat, Jakarta Selatan, Jumat (12/12). Forum ini menghadirkan Dr. H. Hery Kustanto, MM., Founder Human Capital Digital Media, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Dr. Hery Kustanto—yang memiliki rekam jejak panjang di industri media mulai dari Chief of People NET TV hingga GM HRD SCTV—menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) meskipun berkembang pesat, tidak akan mampu menggantikan manusia dalam peran fundamentalnya.

“AI secanggih apa pun tidak akan bisa menggantikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Manusia dianugerahi akal, hati, dan tanggung jawab moral untuk mengelola serta memelihara bumi ini. Teknologi hanya alat bantu, bukan pengganti,” ujarnya di hadapan peserta.
Hery yang kini menjabat VP Corporate Services MDTV itu menekankan pentingnya penguasaan teknologi oleh para jurnalis agar tetap relevan di tengah transformasi industri media. Namun ia mengingatkan bahwa faktor etika, empati, dan nurani tetap menjadi kekuatan utama yang tak tergantikan oleh mesin.
“Kita tidak boleh kalah cepat dari teknologi. Yang harus kita lakukan adalah menguasainya, bukan dikuasai. Etika, empati, dan tanggung jawab sosial tetap menjadi fondasi jurnalis manusia,” tambahnya.
Acara dibuka oleh Ketua Umum BAGANA Gerakan Rakyat, Dr. Elfahmi Anzir Noor Azis, melalui Sekjen BAGANA GR, Dodi Sugirianto, ST. Dalam sambutannya, Dodi menekankan pentingnya kolaborasi antara media, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi dinamika era digital.
Ia juga menjelaskan bahwa BAGANA GR merupakan sayap organisasi Gerakan Rakyat yang bergerak di bidang kebencanaan dan kemanusiaan.
“BAGANA GR merupakan sayap organisasi dari Gerakan Rakyat,” jelas Dodi.
Forum diskusi dipandu oleh Ketua Umum PJMI, H. Ismail Lutan, dengan suasana interaktif dan dinamis. Para peserta dari kalangan jurnalis, penggiat media, hingga relawan kebencanaan terlibat aktif membahas berbagai isu strategis, termasuk transformasi redaksi, pemanfaatan AI dalam produksi berita, serta tantangan menjaga akurasi dan integritas informasi di tengah banjir digital.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang edukatif bagi para insan media untuk meningkatkan kapasitas dan memahami arah baru industri jurnalistik.
PJMI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum pembelajaran bagi jurnalis, guna memperkuat peran media sebagai pilar sosial yang menjaga keadilan, kebenaran, serta kejernihan informasi. (PG)
























