Wartatrans.com, NTT — Guna memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan terus dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Melalui program pemberdayaan yang digelar di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, kedua pihak mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anak dan pentingnya peran keluarga dalam proses tumbuh kembang mereka.
Isu kesehatan mental anak menjadi perhatian serius mengingat masih tingginya kasus pengakhiran hidup pada anak dan remaja di Indonesia. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat 116 kasus pada rentang 2023 hingga 2025 yang melibatkan anak usia 10 hingga 18 tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kehadiran keluarga yang suportif, terutama saat anak menghadapi masa transisi pendidikan dan perkembangan psikologis.

Melalui kegiatan di Bajawa, para orang tua, khususnya ibu, mendapatkan edukasi mengenai pola pengasuhan yang positif, pentingnya komunikasi dalam keluarga, serta cara mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan sosial. Program tersebut juga dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan edukatif bagi anak-anak sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada aspek pengasuhan, program kolaboratif ini juga mengangkat pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai salah satu kunci terciptanya keluarga yang tangguh. PNM melihat potensi buah pala sebagai komoditas unggulan daerah yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.
Melalui pendampingan usaha, akses pembiayaan, serta pelatihan keterampilan, perempuan prasejahtera di Bajawa didorong untuk mengembangkan usaha ultra mikro yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi rumah tangga, tetapi juga memberi ruang bagi perempuan untuk berperan lebih aktif dalam pembangunan komunitas.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak luas yang melampaui aspek ekonomi. Menurutnya, perempuan yang memiliki akses terhadap pengetahuan dan kesempatan usaha akan lebih siap menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung perkembangan anak.
“Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang, manfaatnya akan dirasakan seluruh anggota keluarga. Anak-anak mendapatkan pendampingan yang lebih baik, sementara keluarga menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Kindaris.
Ia menambahkan, melalui sinergi dengan KPPPA, PNM ingin menghadirkan program yang tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental anak. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan dari keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. (Byl)




























