Menu

Mode Gelap
GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

Uncategorized

PNM Gandeng KPPPA Dorong Perempuan Mandiri dan Ciptakan Lingkungan Sehat bagi Anak di Bajawa

badge-check


 PNM Gandeng KPPPA Dorong Perempuan Mandiri dan Ciptakan Lingkungan Sehat bagi Anak di Bajawa Perbesar

Wartatrans.com, NTT — Guna memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan terus dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Melalui program pemberdayaan yang digelar di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, kedua pihak mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anak dan pentingnya peran keluarga dalam proses tumbuh kembang mereka.

Isu kesehatan mental anak menjadi perhatian serius mengingat masih tingginya kasus pengakhiran hidup pada anak dan remaja di Indonesia. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat 116 kasus pada rentang 2023 hingga 2025 yang melibatkan anak usia 10 hingga 18 tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kehadiran keluarga yang suportif, terutama saat anak menghadapi masa transisi pendidikan dan perkembangan psikologis.

Melalui kegiatan di Bajawa, para orang tua, khususnya ibu, mendapatkan edukasi mengenai pola pengasuhan yang positif, pentingnya komunikasi dalam keluarga, serta cara mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan sosial. Program tersebut juga dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan edukatif bagi anak-anak sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada aspek pengasuhan, program kolaboratif ini juga mengangkat pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai salah satu kunci terciptanya keluarga yang tangguh. PNM melihat potensi buah pala sebagai komoditas unggulan daerah yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.

Melalui pendampingan usaha, akses pembiayaan, serta pelatihan keterampilan, perempuan prasejahtera di Bajawa didorong untuk mengembangkan usaha ultra mikro yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi rumah tangga, tetapi juga memberi ruang bagi perempuan untuk berperan lebih aktif dalam pembangunan komunitas.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak luas yang melampaui aspek ekonomi. Menurutnya, perempuan yang memiliki akses terhadap pengetahuan dan kesempatan usaha akan lebih siap menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung perkembangan anak.

“Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang, manfaatnya akan dirasakan seluruh anggota keluarga. Anak-anak mendapatkan pendampingan yang lebih baik, sementara keluarga menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Kindaris.

Ia menambahkan, melalui sinergi dengan KPPPA, PNM ingin menghadirkan program yang tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental anak. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan dari keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM