Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang berlangsung di Aceh Tengah menghadirkan suasana istimewa dengan kehadiran penyair, sastrawan, dan budayawan dari 14 negara. Mengusung tema “Kemanusiaan dari Diksi Menjadi Aksi”, perhelatan sastra internasional ini menjadi ajang pertemuan lintas bangsa sekaligus panggung promosi budaya Tanoh Gayo kepada dunia.
Sebagai tuan rumah, masyarakat Aceh Tengah menyambut para delegasi dengan keramahan khas daerah dataran tinggi tersebut. Selain menyuguhkan panorama alam yang dikenal sebagai “negeri di atas awan”, panitia juga memperkenalkan kekayaan kuliner dan tradisi budaya Gayo kepada para tamu.

Delegasi yang hadir berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Turki, Vietnam, Kamboja, Laos, Filipina, Myanmar, Timor Leste, Jepang, Tanzania, serta sejumlah perwakilan dari negara sahabat lainnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat yang memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan identitas budaya Gayo di tingkat internasional.
Salah satu sajian yang menjadi perhatian peserta adalah Masam Jing, kuliner khas Gayo yang dikenal memiliki cita rasa unik dan menyegarkan. Hidangan tradisional tersebut dipilih sebagai menu penyambutan karena dinilai cocok dinikmati di kawasan berhawa sejuk Aceh Tengah yang berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.
Tidak hanya kuliner, para peserta juga diperkenalkan dengan Didong, sastra lisan masyarakat Gayo yang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Aceh Tengah. Didong dikenal sebagai tradisi seni yang memadukan syair, sastra, musik, dan pesan-pesan kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Kurator 14 Negara, Dr. Salman Yoga S., mengatakan bahwa penyelenggaraan PPN XIV di Tanoh Gayo memiliki makna khusus bagi masyarakat setempat. Menurutnya, Aceh Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan sastra lisan luar biasa dan layak diperkenalkan kepada dunia.
“Bagi kami selaku warga Tanoh Gayo dan sastrawan Tanoh Gayo, menjadi tuan rumah acara bertaraf internasional ini adalah sebuah kebanggaan. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Tanoh Gayo terus melahirkan karya-karya sastra yang memiliki nilai kemanusiaan universal,” ujarnya saat mendampingi Ketua PPN XIV Aceh Tengah, Purnama K. Ruslan, bersama Kepala Dinas Perpustakaan Aceh Tengah, Zulfadiara Gayo, ST., dan jajaran panitia.
Melalui perpaduan antara forum sastra, sajian kuliner tradisional, serta pertunjukan Didong, PPN XIV tidak hanya menjadi ruang bertemunya para penyair dari berbagai negara, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarbangsa melalui kebudayaan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi Aceh Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan sastra dan budaya yang memiliki kontribusi penting bagi khazanah kebudayaan Nusantara dan dunia.*** (Jingga)






























