Menu

Mode Gelap
Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Whoosh, KCIC Tawarkan Promo di 38 Mitra Wisata dan Hotel

SENI BUDAYA

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

badge-check


 Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sastrawan Aceh, Putra Gara, membacakan puisi berjudul Inong Balee pada rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Museum Tsunami, Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026). Pembacaan puisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para perempuan Aceh sekaligus menyuarakan penolakannya terhadap penggunaan judul film Malahayati: Pasukan 1000 Janda. PPN XIV sendiri digelar di Aceh pada 22–28 Juni 2026 dengan menghadirkan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Puisi Inong Balee ditulis Putra Gara pada 25 Januari 2014 di Pidie. Dalam bait-bait puisinya, ia menggambarkan keteguhan perempuan Aceh yang tidak larut dalam kesedihan meski harus menghadapi perang dan kehilangan. Sosok “Ummi” dalam puisi tersebut menjadi simbol ibu pertiwi dan semangat juang yang diwariskan kepada anak-anak negeri.

Usai pembacaan puisi, Putra Gara menegaskan keberatannya terhadap judul film Pasukan 1000 Janda yang mengangkat kisah Laksamana Keumalahayati.

“Judul Pasukan 1000 Janda memiliki konotasi negatif. Kami menolak judul film tersebut,” kata Putra Gara.

Menurutnya, istilah tersebut tidak mencerminkan nilai sejarah dan kehormatan pasukan Inong Balee, yaitu pasukan perempuan Aceh yang dibentuk pada masa Kesultanan Aceh dan dikenal sebagai prajurit tangguh dalam mempertahankan kedaulatan negeri di bawah kepemimpinan Laksamana Keumalahayati.

Putra Gara menilai penggunaan istilah “1000 janda” berpotensi menggeser makna perjuangan menjadi sekadar sensasi. Ia berharap film yang mengangkat tokoh besar Aceh tetap mengedepankan akurasi sejarah, menghormati martabat para pejuang perempuan, serta menjaga nilai budaya yang melekat pada sosok Keumalahayati.

Pembacaan puisi Inong Balee mendapat perhatian peserta PPN XIV yang memadati Museum Tsunami Aceh. Penampilan tersebut menjadi salah satu panggung sastra yang menghubungkan puisi dengan isu-isu kebudayaan dan sejarah yang tengah menjadi perhatian masyarakat Aceh.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

27 Juni 2026 - 22:20 WIB

Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi

27 Juni 2026 - 21:59 WIB

Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan

27 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ansar Salihin Perancang Cover Buku Antologi PPN XIV Aceh, Perkuat Identitas Visual Sastra Nusantara

27 Juni 2026 - 16:21 WIB

Jasa Purnama Bacakan Puisi “Surya Menggeliat” pada PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh

27 Juni 2026 - 15:43 WIB

Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh

27 Juni 2026 - 13:00 WIB

PPN XIV Aceh 2026 Hadirkan Nusantara Puisi Musikal, Teatrikal, dan Puisi Visual di Perpustakaan Banda Aceh

27 Juni 2026 - 12:11 WIB

Puisi Tak Lagi Sekadar Dibaca, PPN XIV Aceh Dorong Sastra Menembus Musik dan Teknologi

26 Juni 2026 - 19:14 WIB

DKA Dukung Penuh PPN XIV Aceh, Tengku Afifuddin: Ini Diplomasi Budaya yang Mengangkat Nama Daerah

26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tengku Afifuddin: Sastra Klasik Aceh Adalah Rekaman Peradaban yang Tak Tergantikan AI

26 Juni 2026 - 17:44 WIB

Trending di SENI BUDAYA