Menu ✖

Mode Gelap
Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

SENI BUDAYA

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

badge-check


 Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sastrawan Aceh, Putra Gara, membacakan puisi berjudul Inong Balee pada rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Museum Tsunami, Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026). Pembacaan puisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para perempuan Aceh sekaligus menyuarakan penolakannya terhadap penggunaan judul film Malahayati: Pasukan 1000 Janda. PPN XIV sendiri digelar di Aceh pada 22–28 Juni 2026 dengan menghadirkan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Puisi Inong Balee ditulis Putra Gara pada 25 Januari 2014 di Pidie. Dalam bait-bait puisinya, ia menggambarkan keteguhan perempuan Aceh yang tidak larut dalam kesedihan meski harus menghadapi perang dan kehilangan. Sosok “Ummi” dalam puisi tersebut menjadi simbol ibu pertiwi dan semangat juang yang diwariskan kepada anak-anak negeri.

Usai pembacaan puisi, Putra Gara menegaskan keberatannya terhadap judul film Pasukan 1000 Janda yang mengangkat kisah Laksamana Keumalahayati.

“Judul Pasukan 1000 Janda memiliki konotasi negatif. Kami menolak judul film tersebut,” kata Putra Gara.

Menurutnya, istilah tersebut tidak mencerminkan nilai sejarah dan kehormatan pasukan Inong Balee, yaitu pasukan perempuan Aceh yang dibentuk pada masa Kesultanan Aceh dan dikenal sebagai prajurit tangguh dalam mempertahankan kedaulatan negeri di bawah kepemimpinan Laksamana Keumalahayati.

Putra Gara menilai penggunaan istilah “1000 janda” berpotensi menggeser makna perjuangan menjadi sekadar sensasi. Ia berharap film yang mengangkat tokoh besar Aceh tetap mengedepankan akurasi sejarah, menghormati martabat para pejuang perempuan, serta menjaga nilai budaya yang melekat pada sosok Keumalahayati.

Pembacaan puisi Inong Balee mendapat perhatian peserta PPN XIV yang memadati Museum Tsunami Aceh. Penampilan tersebut menjadi salah satu panggung sastra yang menghubungkan puisi dengan isu-isu kebudayaan dan sejarah yang tengah menjadi perhatian masyarakat Aceh.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM