Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

badge-check


 Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sastrawan Aceh, Putra Gara, membacakan puisi berjudul Inong Balee pada rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Museum Tsunami, Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026). Pembacaan puisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para perempuan Aceh sekaligus menyuarakan penolakannya terhadap penggunaan judul film Malahayati: Pasukan 1000 Janda. PPN XIV sendiri digelar di Aceh pada 22–28 Juni 2026 dengan menghadirkan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Puisi Inong Balee ditulis Putra Gara pada 25 Januari 2014 di Pidie. Dalam bait-bait puisinya, ia menggambarkan keteguhan perempuan Aceh yang tidak larut dalam kesedihan meski harus menghadapi perang dan kehilangan. Sosok “Ummi” dalam puisi tersebut menjadi simbol ibu pertiwi dan semangat juang yang diwariskan kepada anak-anak negeri.

Usai pembacaan puisi, Putra Gara menegaskan keberatannya terhadap judul film Pasukan 1000 Janda yang mengangkat kisah Laksamana Keumalahayati.

“Judul Pasukan 1000 Janda memiliki konotasi negatif. Kami menolak judul film tersebut,” kata Putra Gara.

Menurutnya, istilah tersebut tidak mencerminkan nilai sejarah dan kehormatan pasukan Inong Balee, yaitu pasukan perempuan Aceh yang dibentuk pada masa Kesultanan Aceh dan dikenal sebagai prajurit tangguh dalam mempertahankan kedaulatan negeri di bawah kepemimpinan Laksamana Keumalahayati.

Putra Gara menilai penggunaan istilah “1000 janda” berpotensi menggeser makna perjuangan menjadi sekadar sensasi. Ia berharap film yang mengangkat tokoh besar Aceh tetap mengedepankan akurasi sejarah, menghormati martabat para pejuang perempuan, serta menjaga nilai budaya yang melekat pada sosok Keumalahayati.

Pembacaan puisi Inong Balee mendapat perhatian peserta PPN XIV yang memadati Museum Tsunami Aceh. Penampilan tersebut menjadi salah satu panggung sastra yang menghubungkan puisi dengan isu-isu kebudayaan dan sejarah yang tengah menjadi perhatian masyarakat Aceh.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA