Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Salman Yoga Pidato Di PPN XlV dengan Membara: Semua Peradaban Besar Berawal dari Kata-Kata

badge-check


 Salman Yoga Pidato Di PPN XlV dengan Membara: Semua Peradaban Besar Berawal dari Kata-Kata Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Ketua Kurator Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh-Indonesia, Salman Yoga S., menyampaikan pidato yang membakar semangat para peserta saat pembukaan PPN XIV di Istana Wali Nanggroe, Banda Aceh, Senin (22/6/2026) malam.

Di hadapan penyair, sastrawan, budayawan, dan delegasi dari 14 negara, Salman menegaskan bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar dalam membentuk sejarah dan peradaban manusia. Menurutnya, berbagai peristiwa penting yang mengubah perjalanan bangsa dan dunia selalu bermula dari kekuatan bahasa dan gagasan yang dirangkai melalui kata-kata.

“Semua berawal dari kata-kata,” ujar Salman dalam pengantar kuratorialnya yang mendapat perhatian serius dari para hadirin.

Ia mengingatkan bahwa lahirnya bangsa Indonesia tidak terlepas dari kekuatan kata-kata yang terpatri dalam naskah Proklamasi Kemerdekaan. Begitu pula dengan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan bangsa, yang pada dasarnya merupakan kesepakatan besar yang dirumuskan dan diikat melalui kata-kata.

Menurut Salman, dalam perjalanan sejarah umat manusia, para penyair dan penyusun kata selalu memiliki posisi penting. Bahkan dalam berbagai riwayat sejarah Islam, Rasulullah SAW kerap didampingi para penyair yang bertugas merekam, menyampaikan, dan mengabadikan berbagai peristiwa melalui syair dan ungkapan bahasa yang kuat.

“Kata-kata bukan sekadar rangkaian huruf. Ia adalah gagasan, semangat, dan energi yang mampu menggerakkan manusia, membangun kesadaran, bahkan mengubah arah sejarah,” ungkapnya.

Dalam forum yang mempertemukan penyair dari 14 negara tersebut, Salman juga menekankan bahwa sastra memiliki peran strategis di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Ketika dunia dipenuhi berbagai kepentingan politik, ekonomi, dan teknologi, sastra tetap hadir sebagai ruang kemanusiaan yang menjaga nilai-nilai peradaban.

Pengantar kuratorial Salman Yoga menjadi salah satu momen penting dalam pembukaan Pertemuan Penyair Nusantara XIV. Melalui penyampaiannya yang lugas dan penuh energi, ia mengingatkan kembali bahwa para penyair bukan sekadar pencipta karya sastra, melainkan penjaga ingatan, penafsir zaman, dan perawat peradaban.

Di Istana Wali Nanggroe malam itu, kata-kata kembali menemukan panggungnya. Dan melalui PPN XIV Aceh-Indonesia, para penyair dari berbagai bangsa dipertemukan untuk membuktikan bahwa peradaban besar selalu lahir dari kekuatan sebuah kata.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA