Menu ✖

Mode Gelap
Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

SENI BUDAYA

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

badge-check


 Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Sastrawan Putra Gara yang dikenal sebagai penulis novel-novel sejarah, tampil membacakan puisi berjudul Danau Lut Tawar dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Galeri Kopi, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/6/2026).

Puisi tersebut memiliki kisah yang unik. Putra Gara mengungkapkan bahwa karya itu lahir secara spontan saat dirinya menikmati sarapan pagi di Hotel Renggali, yang berada di tepian Danau Lut Tawar. Panorama danau yang tenang, udara pegunungan yang sejuk, serta suasana pagi di Takengon menjadi sumber inspirasi yang kemudian dituangkannya ke dalam bait-bait puisi.

Dalam pembacaan puisinya, Putra Gara menghadirkan penghayatan yang kuat, mengajak para hadirin menyelami keindahan alam Gayo sekaligus memaknai Danau Lut Tawar sebagai ruang kehidupan, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Aceh Tengah. Penampilannya mendapat apresiasi dari peserta PPN XIV yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara serumpun.

PPN XIV Aceh merupakan forum sastra internasional yang mempertemukan ratusan penyair, sastrawan, akademisi, dan pegiat literasi dari Indonesia serta sejumlah negara. Kegiatan ini digelar di beberapa kabupaten dan kota di Aceh sebagai upaya memperkuat jejaring sastra, memperluas kolaborasi kebudayaan, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi daerah kepada dunia.

Melalui pembacaan puisi Danau Lut Tawar, Putra Gara tidak hanya menampilkan karya sastra, tetapi juga mempromosikan keindahan alam dan nilai-nilai budaya Tanoh Gayo. Karya tersebut menjadi bukti bahwa inspirasi dapat lahir dari momen-momen sederhana, ketika penyair berhadapan langsung dengan bentang alam yang memancarkan keindahan dan ketenangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM