Menu

Mode Gelap
Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Whoosh, KCIC Tawarkan Promo di 38 Mitra Wisata dan Hotel

SENI BUDAYA

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

badge-check


 Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Sastrawan Putra Gara yang dikenal sebagai penulis novel-novel sejarah, tampil membacakan puisi berjudul Danau Lut Tawar dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Galeri Kopi, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/6/2026).

Puisi tersebut memiliki kisah yang unik. Putra Gara mengungkapkan bahwa karya itu lahir secara spontan saat dirinya menikmati sarapan pagi di Hotel Renggali, yang berada di tepian Danau Lut Tawar. Panorama danau yang tenang, udara pegunungan yang sejuk, serta suasana pagi di Takengon menjadi sumber inspirasi yang kemudian dituangkannya ke dalam bait-bait puisi.

Dalam pembacaan puisinya, Putra Gara menghadirkan penghayatan yang kuat, mengajak para hadirin menyelami keindahan alam Gayo sekaligus memaknai Danau Lut Tawar sebagai ruang kehidupan, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Aceh Tengah. Penampilannya mendapat apresiasi dari peserta PPN XIV yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara serumpun.

PPN XIV Aceh merupakan forum sastra internasional yang mempertemukan ratusan penyair, sastrawan, akademisi, dan pegiat literasi dari Indonesia serta sejumlah negara. Kegiatan ini digelar di beberapa kabupaten dan kota di Aceh sebagai upaya memperkuat jejaring sastra, memperluas kolaborasi kebudayaan, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi daerah kepada dunia.

Melalui pembacaan puisi Danau Lut Tawar, Putra Gara tidak hanya menampilkan karya sastra, tetapi juga mempromosikan keindahan alam dan nilai-nilai budaya Tanoh Gayo. Karya tersebut menjadi bukti bahwa inspirasi dapat lahir dari momen-momen sederhana, ketika penyair berhadapan langsung dengan bentang alam yang memancarkan keindahan dan ketenangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

27 Juni 2026 - 23:40 WIB

Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi

27 Juni 2026 - 21:59 WIB

Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan

27 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ansar Salihin Perancang Cover Buku Antologi PPN XIV Aceh, Perkuat Identitas Visual Sastra Nusantara

27 Juni 2026 - 16:21 WIB

Jasa Purnama Bacakan Puisi “Surya Menggeliat” pada PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh

27 Juni 2026 - 15:43 WIB

Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh

27 Juni 2026 - 13:00 WIB

PPN XIV Aceh 2026 Hadirkan Nusantara Puisi Musikal, Teatrikal, dan Puisi Visual di Perpustakaan Banda Aceh

27 Juni 2026 - 12:11 WIB

Puisi Tak Lagi Sekadar Dibaca, PPN XIV Aceh Dorong Sastra Menembus Musik dan Teknologi

26 Juni 2026 - 19:14 WIB

DKA Dukung Penuh PPN XIV Aceh, Tengku Afifuddin: Ini Diplomasi Budaya yang Mengangkat Nama Daerah

26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tengku Afifuddin: Sastra Klasik Aceh Adalah Rekaman Peradaban yang Tak Tergantikan AI

26 Juni 2026 - 17:44 WIB

Trending di SENI BUDAYA