Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

badge-check


 Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Sastrawan Putra Gara yang dikenal sebagai penulis novel-novel sejarah, tampil membacakan puisi berjudul Danau Lut Tawar dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Galeri Kopi, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/6/2026).

Puisi tersebut memiliki kisah yang unik. Putra Gara mengungkapkan bahwa karya itu lahir secara spontan saat dirinya menikmati sarapan pagi di Hotel Renggali, yang berada di tepian Danau Lut Tawar. Panorama danau yang tenang, udara pegunungan yang sejuk, serta suasana pagi di Takengon menjadi sumber inspirasi yang kemudian dituangkannya ke dalam bait-bait puisi.

Dalam pembacaan puisinya, Putra Gara menghadirkan penghayatan yang kuat, mengajak para hadirin menyelami keindahan alam Gayo sekaligus memaknai Danau Lut Tawar sebagai ruang kehidupan, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Aceh Tengah. Penampilannya mendapat apresiasi dari peserta PPN XIV yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara serumpun.

PPN XIV Aceh merupakan forum sastra internasional yang mempertemukan ratusan penyair, sastrawan, akademisi, dan pegiat literasi dari Indonesia serta sejumlah negara. Kegiatan ini digelar di beberapa kabupaten dan kota di Aceh sebagai upaya memperkuat jejaring sastra, memperluas kolaborasi kebudayaan, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi daerah kepada dunia.

Melalui pembacaan puisi Danau Lut Tawar, Putra Gara tidak hanya menampilkan karya sastra, tetapi juga mempromosikan keindahan alam dan nilai-nilai budaya Tanoh Gayo. Karya tersebut menjadi bukti bahwa inspirasi dapat lahir dari momen-momen sederhana, ketika penyair berhadapan langsung dengan bentang alam yang memancarkan keindahan dan ketenangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA